GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pilu, Cacat karena Kecelakaan Kerja Tiga Anak Gadisnya terpaksa Putus Sekolah

Miris potret pendidikan gara gara orang tua tidak punya uang untuk beli baju seragam sekolah,  3 orang gadis cilik bersaudara di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) terpaksa putus sekolah. 
Sabtu, 1 Oktober 2022 - 15:41 WIB
3 Gadis Cilik Bersaudara Putus Sekolah Kanan Nisa (13), Alexa (7), Annisa (9), bersama ayahnya Muliyadi
Sumber :
  • Tim Tvone-Gusni Kardi

Mamuju, Sulawesi Barat - Miris potret pendidikan gara gara orang tua tidak punya uang untuk beli baju seragam sekolah,  3 orang gadis cilik bersaudara di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) terpaksa putus sekolah

Menurut Muliyadi, orang tua 3 gadis cilik yang putus sekolah, yang ditemui di rumahnya di Jalan Trans Sulawesi, Jumat (01/10/2022) , 3 gadis ciliknya terpaksa putus sekolah akibat dia sebagai orang tua tidak mampu membelikan seragam sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jangan untuk membeli seragam sekolah, untuk biaya hidup sehari hari saja saya yang cacat ini tidak mampu membiayai keluarga saya,” ucap Muliyadi sedih. 

Tiga gadis cilik dari pasangan Muliyadi dengan Jumiati ini putus sekolah sejak tahun 2017 lalu.  Pada waktu itu bapak dari 3 gadis cilik ini mengalami kecelakaan kerja. Kedua tangan dan kakinya kesetrum pada saat bekerja bangunan di bilangan Kota Mamuju.  

Akibatnya kedua tangannya diamputasi. Kakinya juga mengecil sehingga tidak lagi bisa berjalan untuk bekerja seperti orang normal.

Satu diantara gadis cililk yang putus sekolah ini, Nisa (13),  saat ini seharusnya sudah duduk di bangku kelas 1 SMP. Namun akibat tidak mampu membeli baju seragam dia terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya ke tingkat SMP. 

Untuk Annisa (9) saat ini seharusnya sudah duduk di bangku kelas 5 SD, tetapi sejak kelas 1 SD dia tidak pernah masuk sekolah karena tidak memiliki baju seragam. Untuk Alexa (7) saat ini seharusnya sudah duduk dibangku kelas 2 SD.

Kedua anak Muliyadi dengan pasangan Jumiati hanya ikut mendaftar di SD Binanga 2, namun keduanya tidak pernah masuk sekolah akibat tidak memiliki baju seragam dan perlengkapan sekolah lainnya. 

Untuk biaya hidup sehari hari hari, yang bekerja adalah istri Muliyadi.  Dia bekerja sebagai asisten rumah tangga panggilan. Pendapatannya hanya cukup untuk biaya hidup sehari hari. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anak Muliyadi ada 7 orang, 3 orang putus sekolah akibat tidak punya seragam, 3orang lainnya masih sekolah.  Anak yang tertua kini sudah bekerja serabutan dan hanya mampu untuk membiayai kehidupannya sendiri. 

Alexa salah seorang anak Muliayadi yang putus sekolah mengatakan, dia sangat ingin bersekolah seperti gadis seusianya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS, Aus Hidayat Nur menyoroti polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang belakangan ramai diperdebatkan publik.
Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

MetaDesk: Budaya kerja kini menjadi indikator penting dalam menilai daya saing perusahaan, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga regional. Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah perusahaan
DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji menyoroti maraknya aksi begal dan premanisme yang terjadi di berbagai daerah sepanjang Mei 2026.
DPR Warning BPS soal Sensus Ekonomi 2026: Data Harus Valid Sesuai Fakta

DPR Warning BPS soal Sensus Ekonomi 2026: Data Harus Valid Sesuai Fakta

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati memberi peringatan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
TVRI Buka Suara Usai Disorot DPR soal Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 yang Tak Merata

TVRI Buka Suara Usai Disorot DPR soal Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 yang Tak Merata

Anggota Komisi VII DPR RI, Izzuddin Alqassam Kasuba menyoroti rencana nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang dinilai belum berpihak pada kawasan Indonesia Timur.

Trending

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT