News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diduga Pencuri Ninja Sawit di Aceh Tamiang Hanyut di Sungai saat Dikejar Security, Pencarian Masih Terus Dilakukan

Pria yang diduga pencuri sawit di Aceh Tamiang dilaporkan hanyut di Sungai Pangkalan saat berusaha melarikan diri setelah terpergok oleh security kebun sawit.
Rabu, 21 Juni 2023 - 16:02 WIB
Warga, TNI-POLRI dan BPBD Kabupaten Aceh Tamiang mencari Sapri yang hanyut di Sungai Pangkalan.
Sumber :
  • Tim TvOne/ Ilham

Aceh Tamiang, tvOnenews.com - Seorang pria yang diduga sebagai ninja atau pencuri sawit di perkebunan kelapa sawit PT. Desa Jaya Aceh Tamiang berhasil melarikan diri setelah terpergok dan dikejar oleh petugas keamanan. Namun, saat berusaha menyeberangi sungai, pria tersebut, yang bernama Sapri (35), dilaporkan hanyut di Sungai Pangkalan.

Informasi yang kami peroleh menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, (20/06/2023), sekitar pukul 17.00 WIB, di Sungai Pangkalan di Dusun Selawi, Desa Tanjung Mancang, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat kejadian, Sapri tidak beraksi sendirian, ia berusaha melarikan diri bersama tiga temannya dengan menyeberangi sungai. Meskipun ketiga temannya berhasil selamat, Sapri terbawa arus sungai sambil berteriak meminta pertolongan.

Saat ini, di lokasi kejadian di Sungai Pangkalan Dusun Selawi, Desa Tanjung Mancang, warga setempat, anggota TNI-POLRI, dan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang sedang melakukan pencarian untuk menemukan Sapri yang dilaporkan hanyut.

Rafi, seorang warga setempat yang ikut dalam upaya pencarian, mengatakan bahwa hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan setelah pencarian yang berlangsung selama sekitar 11 jam. Usaha pencarian masih terus dilakukan namun belum membuahkan hasil.

"Korban masih belum ditemukan, dan berdasarkan kronologi, ada yang mengatakan bahwa Sapri dan ketiga temannya mencuri sawit," ungkap Rafi saat diwawancarai oleh tvOnenews.com pada Rabu, (21/06/2023).

Keterangan dari warga lainnya juga mengungkapkan bahwa teman Sapri berhasil menyeberangi sungai saat terkepergok oleh petugas keamanan, sedangkan Sapri hanyut ketika berusaha berenang di tengah sungai dan hingga kini belum ditemukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pencarian terus dilakukan dengan antusias oleh warga dan petugas yang terlibat untuk menemukan Sapri yang dilaporkan hanyut di Sungai Pangkalan," tambahnya.

(izr/fna)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya amankan dua wanita yang terlibat dalam peredaran narkotika jenis Etomidate di dua lokasi berbeda, wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Komisi XI DPR Bentuk Panja Revisi UU P2SK, Misbakhun: Penguatan Sektor Keuangan Harus Responsif ke Pasar

Komisi XI DPR Bentuk Panja Revisi UU P2SK, Misbakhun: Penguatan Sektor Keuangan Harus Responsif ke Pasar

Komisi XI DPR RI menyepakati pembentukan panitia kerja untuk membahas revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Gorontalo Siap Untuk Jadi Embarkasi Haji Penuh

Gorontalo Siap Untuk Jadi Embarkasi Haji Penuh

Gorontalo siap untuk menjadi embarkasi haji penuh, didukung kesiapan fasilitas Bandara Djalaluddin Gorontalo di Isimu, Kabupaten Gorontalo, dan fasilitas asrama haji sesuai persyaratan.
Reaksi Para Pemain Timnas Indonesia Setelah Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija Jakarta, Ada Ivar Jenner

Reaksi Para Pemain Timnas Indonesia Setelah Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija Jakarta, Ada Ivar Jenner

Respons beragam datang dari para pemain Timnas Indonesia setelah Mauro Zijlstra diperkenalkan sebagai rekrutan Persija Jakarta. Reaksi Ivar Jenner jadi sorotan.
KPK OTT Pejabat Pajak di Kalimantan Selatan

KPK OTT Pejabat Pajak di Kalimantan Selatan

KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini KPK menjaring pejabat pajak di wilayah Kalimantan Selatan.
IZI Terima Sertifikasi ISO dari TÜV NORD, Perkuat Tata Kelola di Tengah Tantangan Global

IZI Terima Sertifikasi ISO dari TÜV NORD, Perkuat Tata Kelola di Tengah Tantangan Global

Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola dan integritas lembaga melalui penerimaan sertifikasi ISO dari TÜV NORD.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT