Kisah Pilu Amora Bocah Asal Sidamanik Meninggal Karena Luka Bakar, Diduga Korban Malpraktik Sempat Pulih Usai Operasi
- Tim tvOne/Daud Sitohang
Di tempat yang sama, kadis Kesehatan Kabupaten Simalungun Edwin Simanjuntak menyebutkan, bahwa sejak dua tahun belakangan pihaknya terus mendampingi keluarga dan memantau perkembangan penyembuhan dan operasi plastik terhadap Amora.
“Selama dua tahun belakangan kita terus memantau perkembangan kesehatan almarhumah sesuai dengan perintah Bupati Simalungun, termasuk juga segala pembiayaan terhadap penyembuhan almarhumah dan operasi pelastik yang dijalankan secara bertahap. Namun, kita juga sangat terkejut dengan kabar meninggalnya almarhum ini,” sebut Edwin singkat.
Terpisah, mewakili pihak keluarga Harianto Girsang menyebutkan bahwa sebelum meninggal dunia, almarhum rencananya akan menjalani operasi tahap tiga di RS Accuplast di Kota Medan.
“Hari Minggu kemarin, almarhum bersama Bapaknya berangkat dan tiba di RS tersebut untuk menjalani perawatan medis lanjutan. Namun sesaat setelah menerima suntikan obat bius, almarhumah Amora kondisi fisiknya drop hingga kemudian pihak petugas medis yang menangani amora di RS Accuplast panik dan merujuk almarhum di bawa ke RS Bunda Thamrin. Namun sesampainya di RS tersebut almarhum Amora dinyatakan telah meninggal dunia, dan diduga meninggal saat diperjalanan menuju RS,” paparnya.
Harianto Girsang menambahkan, pihak keluarga menduga adanya dugaan mall praktik atau kelalaian petugas medis yang menangani dan merawat Amora sebab sebelum menjalani proses puasa dan mendapatkan suntikan dari RS, kondisi Amora sangat bugar dan sehat bahkan sudah bersekolah.
“Usai proses pemakaman jasad Amora, pihaknya akan melayangkan gugatan dan akan melaporkan kasus yang menimpa almarhum kepada aparat penegak hukum,” tutup Harianto.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak RS Acuplast terkait dengan adanya dugaan malpraktik atau kelalaian petugas medis terkait dengan kematian Amora.
Sebelumnya, luka bakar yang di alami Amora terjadi setahun silam, saat usia Amora baru beranjak 6 tahun dan duduk di bangku kelas I SD negeri Tiga Bolon.
Peristiwa ini terjadi pada 30 januari 2022 silam, saat itu Amora bersama beberapa teman temannya bermain-main dan menyalakan api dihalaman rumah kediaman Amora, niatnya untuk membakar jagung.
Load more