Kisah Pilu Amora Bocah Asal Sidamanik Meninggal Karena Luka Bakar, Diduga Korban Malpraktik Sempat Pulih Usai Operasi
- Tim tvOne/Daud Sitohang
Namun nahas, salah satu teman Amora menyiramkan bensin ke arah api, namun justru sebagian bensin mengenai tubuh Amora, sehingga api merambat ke tubuh Amora, tepat di bagian wajah, leher, lengan dan kaki.
Pada saat kejadian, Ibu Amora berada di dapur sedang memasak, sementara ayah Amora sedang berada di warung kopi tak jauh dari rumahnya.
Mendengar tangisan Amora yang merasa sangat kesakitan, ibunya sontak terkejut dan langsung keluar rumah mendekati Amora untuk memadamkan api disekujur tubuhnya.
Pihak keluarga, sempat membawa bocah malang ini ke RS di kota Pematangsiantar untuk mendapatkan perawatan medis, namun karena luka bakar yang dialami diatas 60 persen pihak RS menyarankan keluarga untuk membawanya berobat ke RS di kota Medan.
Namun lantaran keterbatasan biaya, pihak keluarga akhirnya memutuskan supaya Amora dikasih infus dan obat oles luka bakar saja mengingat biaya perobatan cukup besar.
Peristiwa ini kemudian diketahui oleh Bupati kabupaten Simalungun dan langsung memerintahkan Kadis Kesehatan Simalungun bergerak cepat untuk membawa Amora berobat ke RSUD Tuan Rondahaim Saragih milik pemkab Simalungun untuk dirawat secara intensif.
Namun, karena melihat kondisi luka bakar cukup parah dan serius, Amora kemudian dirujuk ke Rs Adam Malik kota Medan untuk dilakukan operasi, dan selama pengobatan biaya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah kabupaten simalungun. (dsg/ebs)
Load more