News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diduga Korban Malapraktik, Bayi di Simalungun Meninggal Lima Hari Usai Persalinan

Kegembiraan yang dirasakan keluarga pasangan suami istri Topan Bakkara (38) dan Harmilawaty (29) warga Lingkungan IV, Kelurahan Sipolha, Kecamatan Pamatang Sida
Selasa, 31 Oktober 2023 - 13:00 WIB
Harmilawaty (tengah) bersama bidan EA (kanan/ yang menggendong bayi).
Sumber :
  • Tim tvOne/Daud Sitohang

Simalungun, tvOnenews.com - Kegembiraan yang dirasakan keluarga pasangan suami istri Topan Bakkara (38) dan Harmilawaty (29) warga Lingkungan IV, Kelurahan Sipolha, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun ini tak berlangsung lama.

Pasalnya, anak mereka yang baru lahir pada Senin (16/10) malam, menghembuskan napas terakhir lima hari kemudian. Pascamelahirkan, ibu sang bayi juga sempat kritis dan harus dirawat di Rumah Sakit Tentara (RST) Pematangsiantar, diduga, anaknya meninggal karena tertelan air ketuban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari keterangan keluarga, Topan Bakkara, selaku orang tua bayi malang tersebut mengisahkan pertemuan antara istrinya dengan bidan berinisial EA di Posyandu Tanjung Dolok, tidak jauh dari kediaman mereka sekitar Juli 2023 yang lalu.

Pada saat itu, Harmilawaty, istrinya yang awalnya memeriksakan kandungannya di RSUD Parapat, diminta EA untuk berhubungan langsung dengannya saja terkait kehamilan. Sebab EA merupakan bidan desa di Nagori Sibaganding.

Sejak pertemuan itu, istrinya kemudian berhubungan dengan bidan tersebut dan dipandu selama proses kehamilan hingga persalinan.
Selanjutnya, pada Senin (16/10) pagi, Topan kemudian menghubungi bidan EA dan memberitahukan bahwa istrinya akan melahirkan. Selanjutnya, sang bidan mengarahkan pasutri tersebut untuk langsung datang ke Puskesmas Parapat.

“Setibanya di Puskemas Parapat, istri ku langsung ditangani bidan EA, namun karena dari hasil pemeriksaan belum waktunya melahirkan, dan masih harus menunggu. Istri saya pun kemudian ditempatkan di ranjang pasien sembari menunggu waktu yang tepat untuk melahirkan,” ungkap Topan.

Selanjutnya, Topan menjelaskan, malam hari sekitar pukul 19.30 WIB, istrinya kemudian melahirkan bayi perempuan secara normal dan lancar dengan bobot bayi 3,2 kilogram dan panjang 49 centimeter.

“Awalnya semua berjalan normal dan lancar, bayi lahir dengan kondisi sehat begitu juga dengan istri saya,” lanjut Topan.

Tak lama setelah proses persalinan, kemudian bidan AE menyampaikan kepada Topan Bakkara, bahwa terdapat sedikit persoalan dan menyebutkan bahwa ari-ari bayi masih tertinggal di rahim sang ibu.

“Bidan AE menyebutkan bahwa ari-arinya masih tinggal. Dan kalau dirujuk ke rumah sakit, akan dibebani biaya sebesar Rp6 juta karena tidak ditanggung BPJS. Kalau bapak mau, bisa kita usahakan ditangani di sini,” sebut Topan menirukan ucapan bidan.

Setelah mendengarkan penjelasan bidan tersebut, Topan Bakkara yang malam itu merasa panik, langsung setuju dengan pernyataan bidan EA, berharap kondisi istri dan bayinya sehat dan selamat pascamelahirkan.

Setelah mendapatkan persetujuan dari dirinya, bidan EA kemudian menggunakan sarung tangan mengeluarkan ari-ari dari rahim istrinya. Selanjutnya bidan tersebut kemudian menyuruh ibu sang bayi untuk menyusui bayinya.

Keesokan harinya, melihat kondisi istri dan bayinya dalam keadaan berangsur normal, Topan kemudian membawa istri dan bayinya pulang. Sementara itu, bidan EA bersama temannya datang ke rumah untuk melakukan check dan kontrol pascalahiran.

Berselang beberapa hari kemudian, Topan melihat kondisi kesehatan bayinya makin menurun, hingga akhirnya pada Sabtu (21/10) dini hari, Topan melarikan bayinya ke IGD RSUD Parapat.

Di RSUD Parapat, bayi tersebut langsung ditangani petugas medis dan dari penjelasan petugas medis di RSUD Parapat, Topan mengetahui bayinya sempat terminum air ketuban sebelum dilahirkan.

“Kata petugas rumah sakit, ada air ketuban di dalam tubuh bayi. Mereka tanya di mana bayiku lahir,” kata Topan.

Topan pun menyampaikan bayinya lahir di Puskesmas Parapat dan ditangani oleh bidan. Menurut petugas rumah sakit kepada Topan, seharusnya saat selesai bersalin, air ketuban yang sempat terminum dikeluarkan dari mulut bayi.

Tanpa banyak berkomentar lagi, petugas di RSUD Parapat menyedot cairan air ketuban lewat mulut bayi. Upaya penanganan terhadap bayi tersebut telah dilakukan secara maksimal oleh petugas medis di RSUD Parapat. Namun karena keterbatasan sarana dan prasarana, bayi harus dirujuk ke rumah sakit yang memiliki ruang NICU.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kemudian bayi dirujuk ke RS Efarina Pematang Siantar yang memiliki ruang NICU. Di sana, bayi langsung mendapatkan pertolongan medis dan perawatan intensif. Di mana, saat itu, si bayi dalam kondisi kritis. Namun malamnya, sekitar pukul 20.00 WIB, bayi tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Malam itu juga, keluarga membawa jenazah bayi ke kampung halaman di Reva, Sipolha, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, selanjutnya pada Minggu (22/10) jenazah bayi dimakamkan. (dsg/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas
Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan kasus tanggapan laporan palsu pada aplikasi JAKI bukan pertama kali terjadi.
Apa Itu Green Business? Ini 3 Cara Tingkatkan Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Bisnis Hijau di Era ESG

Apa Itu Green Business? Ini 3 Cara Tingkatkan Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Bisnis Hijau di Era ESG

Secara sederhana, bisnis hijau adalah model usaha yang berfokus pada pengurangan dampak lingkungan, penggunaan sumber daya secara efisien, serta penerapan
KPK Koordinasi Dengan Tim Internal Terkait Adanya Dugaan Intimidasi Saksi Kasus Ijon Proyek Bekasi

KPK Koordinasi Dengan Tim Internal Terkait Adanya Dugaan Intimidasi Saksi Kasus Ijon Proyek Bekasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkoordinasi dengan tim internal terkait adanya dugaan intimidasi terhadap saksi kasus suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.
Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Perbatasan, BNPP Tegaskan RI Tidak Membangun Tembok: Tapi Kesejahteraan

Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Perbatasan, BNPP Tegaskan RI Tidak Membangun Tembok: Tapi Kesejahteraan

Bersama Dai, arah pembangunan perbatasan ke depan ditujukan untuk mengubah citra wilayah perbatasan dari daerah tertinggal menjadi beranda depan negara yang maju, damai, dan sejahtera.
Kejati Jakarta Geledah Kantor Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Kegiatan Tahun 2023-2024, Sita Dokumen Hingga Perangkat Elektronik

Kejati Jakarta Geledah Kantor Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Kegiatan Tahun 2023-2024, Sita Dokumen Hingga Perangkat Elektronik

Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta geledah beberapa ruangan di kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Senin (9/4).

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT