GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kerap Diejek dan Diancam, Bapak dan Anaknya Nekat Habisi Nyawa Tetangga             

Kapolsek Medan Sunggal Kompol Bambang Gunanti Hutabarat mengungkap motif pembunuhan Matius Ginting (44) warga Dusun II, Desa Suka Maju, Kecamatan Sunggal, Kabup
Rabu, 8 Januari 2025 - 18:59 WIB
Jajaran Polsekta Medan Sunggal memaparkan pembunuhan yang dilakukan bapak dan anaknya terhadap tetangganya.
Sumber :
  • Tim tvOne/Heri Kiswanto

Medan, tvOnenews.com - Kapolsek Medan Sunggal Kompol Bambang Gunanti Hutabarat mengungkap motif pembunuhan Matius Ginting (44) warga Dusun II, Desa Suka Maju, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, yang dilakukan Bakti Kaban (ayah) dan Alfredo Kaban (anak).

Bambang menyebut Bakti Kaban dan Alfredo sakit hati lantaran kerap diolok-olok dan diancam akan dibunuh. Ditambah, selama bertahun-tahun Matius Ginting kerap menuduh Alfredo berpacaran di gereja dekat lokasi kejadian, hingga menuding anak yang dilahirkan istri Alfredo merupakan anak yang hamil di luar nikah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal inilah yang membuat ayah dan anak tersebut semakin nekat menghabisi nyawa korban, dan saat kejadian korban datang dan menantang kedua tersangka. "Tersangka ini sebelum menikah dituduh istrinya hamil duluan sehingga mereka merasa sakit hati," kata Kapolsek Medan Sunggal Kompol Gunanti Hutabarat, Rabu (8/1/2025).

Polisi menyebut, penikaman bermula pada Jumat 3 Januari 2025 lalu, sekira pukul 18:00 WIB, ketika korban mengendarai sepeda motor mendatangi tersangka Bakti Kaban yang sedang duduk di sebuah warung, minum teh manis panas. 

Di sini korban masuk ke dalam warung, lalu keluar lagi sambil membuka bajunya setengah perut seolah-olah menantang tersangka Bakti Kaban.

"Korban datang dengan naik sepeda motor berhenti di depan warung, lalu memarkirkan motornya masuk ke dalam warung bertemu dengan pelaku Bakti Kaban. Korban mengangkat bajunya seolah-olah menantang lalu kembali ke depan warung," kata Kompol Bambang Gunanti Hutabarat.

Tak lama kemudian, tersangka Alfredo Kaban, anak dari Bakti Kaban datang ke warung kopi sambil menggendong anaknya, hendak menitipkan ke kakeknya.

Karena sudah menjelang malam, Bakti Kaban menyuruh Alfredo pulang membawa anaknya. Lantas, Alfredo keluar dan bertemu dengan korban yang berada di depan warung. Melihat tersangka Alfredo, korban berjalan ke arah sepeda motornya, seolah hendak mengambil senjata tajam.

Korban sempat mengancam akan membunuh Alfredo yang saat itu lagi menggendong anaknya. "Ketika tersangka Alfredo mau pulang, korban membuka jok sepeda motornya dan mengatakan 'kuhantam kalian semua',"ungkapnya.

Karena diancam akan dibunuh, Alfredo lantas pulang ke rumah bersama anaknya. Saat pulang, rupanya korban sempat membuntuti Alfredo hingga membuat tersangka emosi dan mengambil pisau dari rumahnya.

Sambil memegang pisau, Alfredo mendatangi korban di dekat gereja. Ternyata di lokasi, tersangka Bakti Kaban sudah berada di lokasi.

Melihat dua tersangka, korban sempat berlari ke arah sepeda motornya seperti mengambil senjata tajam. Tanpa basa-basi, Bakti Kaban yang juga memegang pisau langsung menusukkan pisau ke tulang rusuk kiri dan kanan korban.

Matius Ginting dan Bakti Kaban sempat bergumul, namun dari arah belakang tersangka Alfredo menusuk paha korban. Lalu Alfredo juga menendang korban hingga terduduk di drainase. Melihat korban terduduk, Bakti Kaban, langsung menusukkan pisau ke leher kanan Matius satu kali, tengkuk satu kali.

"Tersangka Bakti menikam leher sebelah kanan korban dan tengkuk korban 1 kali," lanjutnya.

Emosi membabi-buta Alfredo dan Bakti Kaban sempat dilerai Pernando Kaban, anak Bakti Kaban yang lainnya. Namun Bakti Kaban menyuruh Pernando pulang ke rumah, membawa ibunya dan anak dari Alfredo melarikan diri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melihat korban terkapar, Alfredo dan Bakti Kaban berboncengan melarikan diri. Mereka ditangkap Polisi beberapa jam setelah kejadian di sebuah hotel di Jalan Letjen Djamin Ginting. Akibat perbuatannya, dua tersangka terancam kurungan penjara selama 15 tahun.

"Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” Kompol Bambang Gunanti Hutabarat. (Heri/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cara Aman dan Efektif Mengatasi Pigmentasi Kulit, dari Skincare Harian hingga Teknologi Klinik Modern

Cara Aman dan Efektif Mengatasi Pigmentasi Kulit, dari Skincare Harian hingga Teknologi Klinik Modern

Perawatan pigmentasi kulit efektif dan aman dari skincare hingga teknologi klinik modern, termasuk pengakuan UR Klinik berbasis Goldius-Glam 2025.
Hasil Babak Pertama Final FIFA Series 2026: Bulgaria Dapat Penalti Gratis, Timnas Indonesia Sementara Tertinggal

Hasil Babak Pertama Final FIFA Series 2026: Bulgaria Dapat Penalti Gratis, Timnas Indonesia Sementara Tertinggal

Gol dari titik putih mewarnai babak pertama di laga final FIFA Series antara Timnas Indonesia melawan Bulgaria
Klarifikasi Pertamina Terkait Heboh Isu Kenaikan Harga Pertamax dan BBM Nonsubsidi Per 1 April

Klarifikasi Pertamina Terkait Heboh Isu Kenaikan Harga Pertamax dan BBM Nonsubsidi Per 1 April

Pertamina memberikan klarifikasi terkait isu rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan produk nonsubsidi lainnya per 1 April 2026. 
Pegawai Ayam Geprek di Bekasi Dimutilasi dan Dimasukkan ke Freezer, Warga Sempat Lihat Korban saat Malam Takbiran

Pegawai Ayam Geprek di Bekasi Dimutilasi dan Dimasukkan ke Freezer, Warga Sempat Lihat Korban saat Malam Takbiran

Kabar soal pegawai ayam geprek di Bekasi dimutilasi dan jasadnya dimasukkan dalam freezer menggegerkan warga sekitar. 
Indeks Kerukunan Umat Beragama di Jawa Barat 2025 Lampaui Rata-rata Nasional

Indeks Kerukunan Umat Beragama di Jawa Barat 2025 Lampaui Rata-rata Nasional

Pada tahun 2025, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) di Jawa Barat mencatatkan skor impresif sebesar 79,43. 
Protes Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak Menuju RSUD Kayen Pati

Protes Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak Menuju RSUD Kayen Pati

Aksi unik sekaligus bentuk protes dilakukan warga di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mereka menanami jalan rusak dengan pohon pisang sebagai tanda peringatan sekaligus sindiran kepada pemerintah daerah

Trending

Meski Lolos Syarat Jadi WNI, FIFA Larang Striker 100 Gol Ini Bela Timnas Indonesia dan Jadi Tumpuan Lini Depan Garuda

Meski Lolos Syarat Jadi WNI, FIFA Larang Striker 100 Gol Ini Bela Timnas Indonesia dan Jadi Tumpuan Lini Depan Garuda

Timnas Indonesia dikaitkan dengan rencana penambahan pemain naturalisasi. Namun, ada satu nama striker tajam yang dipastikan tidak bisa membela skuad Garuda.
Pelatih Bulgaria Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Lebih Ganas di FIFA Series Ketimbang Lawan Irak dan Arab Saudi

Pelatih Bulgaria Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Lebih Ganas di FIFA Series Ketimbang Lawan Irak dan Arab Saudi

Pelatih Bulgaria tak habis pikir, bisa-bisanya Timnas Indonesia jauh tampil ganas di laga perdana FIFA Series 2026 ketimbang saat lawan Irak dan Arab Saudi.
Pertandingan Perebutan Juara Ketiga FIFA Series 2026 Ditunda, Stadion GBK Diguyur Hujan Deras

Pertandingan Perebutan Juara Ketiga FIFA Series 2026 Ditunda, Stadion GBK Diguyur Hujan Deras

Pertandingan antara St Kitts and Nevis melawan Kepulauan Solomon di babak perebutan juara ketiga FIFA Series ini sedianya kick off pada pukul 15.30 WIB.
Jelang Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series, Warganet Pergoki John Herdman Lagi Lari Malam Sendiran di Area Stadion GBK

Jelang Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series, Warganet Pergoki John Herdman Lagi Lari Malam Sendiran di Area Stadion GBK

Pelatih John Herdman kedapatan lagi olahraga lari malam oleh seorang warganet jelang Timnas Indonesia berjumpa dengan Bulgaria di laga penutup FIFA Series 2026.
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 31 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 31 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 31 Maret 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Cek peluang rezeki dan strategi finansial terbaik hari ini.
Tak Puas dengan Posisinya, Penyerang Saint Kitts and Nevis Siap Geser Takhta Gol Terbanyak Pemain Legenda Liga Indonesia

Tak Puas dengan Posisinya, Penyerang Saint Kitts and Nevis Siap Geser Takhta Gol Terbanyak Pemain Legenda Liga Indonesia

Ambisi penyerang Saint Kitts and Nevis, Harrison Panayiotou ternyata terinspirasi untuk mengalahkan pemain legenda Liga Indonesia, yaitu Keith Kayamba Gumbs.
Profil Praka Farizal Rhomadhon Anggota TNI yang Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon

Profil Praka Farizal Rhomadhon Anggota TNI yang Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon

Praka Farizal Rhomadhon merupakan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Berikut Profilnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT