GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Coba Rampas Mobil yang Pemiliknya Sudah Meninggal Dunia, Sejumlah Debt Colector di Kota Medan Dipolisikan

Kapolsek Medan Timur, Kompol Briston Agus Munthecarlo Napitupulu mengakui bahwa pihaknya mengamankan mobil tersebut.
Minggu, 9 Maret 2025 - 11:21 WIB
Tampang sejumlah Debt Colector yang dilaporkan ke Polisi setelah mencoba merampas mobil di Jalan Sutomo, Kecamatan Medan Timur. (Istimewa)
Sumber :
  • Alfiansyah

Medan, tvOnenews.com - Beredar di media sosial rekaman video amatir sejumlah orang diduga penagihan hutang atau debt collector, mencoba merampas satu unit mobil.

Amatan tvOne, sejumlah pria tersebut awalnya menghadang mobil yang hendak dirampas. Kemudian, para penagih hutang itu memaksa pengemudi dan penumpangnya untuk turun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Belakangan diketahui bahwa, pengemudi tersebut merupakan seorang personel kepolisian yang berdinas di Aceh bernama Aipda Samsul.

 

Saat itu, personel kepolisian tersebut bersama dengan istrinya berada di dalam mobil yang hendak dirampas oleh para pelaku.

 

Menurut Sutia Wulandari, istri personel kepolisian tersebut, kejadian itu terjadi di Jalan Sutomo, Kecamatan Medan Timur, pada Selasa (4/3/2025) kemarin.

 

Waktu itu, ia dan suaminya sedang melintas di kawasan tersebut dan tiba-tiba diberhentikan oleh sejumlah penagihan hutang.

 

"Mereka langsung memberhentikan mobil dan mengepung. Mereka ngaku dari ACC (Astra Credit Companies)," kata Sutia kepada Tvone, Sabtu (8/3/2025).

 

Katanya, kemudian para pelaku langsung menuding bahwa mobil jenis Toyota Innova yang dipakainya tersebut merupakan bodong dan memakai plat palsu.

 

"Mereka berteriak-teriak, salah satu dari mereka nelpon katanya orang dari Propam Polda terus handphone nya dikasihkan ke suami saya. Lalu suami saya nanya, siapa tapi nggak dikasih tahu," sebutnya.

 

Sutia menyampaikan, para pelaku memaksa suaminya untuk turun dan hendak merampas mobil yang mereka bawa dengan alasan kredit macet.

 

Padahal katanya, mobil tersebut milik ibunya yang dibeli pada bulan Maret 2023. Namun, setelah beberapa bulan membayar cicilan ibunya meninggal dunia pada bulan Mei 2023.

 

Merasa mobil tersebut memiliki asuransi jiwa, ia pun telah melaporkannya ke pihak leasing.

 

Dia yang merupakan ahli waris, sempat melanjutkan cicilan mobil tersebut selama satu satu dimasa proses laporan kematian.

 

Namun, laporan tersebut tidak berujung hingga terjadi upaya penarikan yang dilakukan oleh pihak leasing.

 

Setelah keributan terjadi, para pelaku sempat mengempeskan ban mobilnya dan mencoba merampas kunci mobil.

 

Tak lama, beberapa personel Polsek Medan Timur datang ke lokasi untuk mengamankan situasi.

 

Lalu, mobil tersebut diamankan dan ditahan di Polsek Medan Timur tanpa ada dasar yang jelas.

 

"Sampai di kantor polisi, kata Kanit Reskrimnya untuk keamanan mobil diminta untuk dititipkan, 1x24 jam bisa diambil. Lalu, kita minta surat, biar tahu statusnya ditahan mobil itu apa, tapi katanya harus kompromi dulu ke kantor ACC setelah itu baru kemari," ujarnya.

 

Sutia mengatakan, keesokan harinya ia dan suaminya kembali mendatangi Polsek untuk mengambil mobil tersebut. Lalu, pihak kepolisian meminta agar dirinya datang ke kantor 

 

"Setelah dari kantor ACC kami balik lagi ke Polsek, tapi sampai sekarang mobil kami masih ditahan," ucapnya.

 

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa, sejumlah penagihan hutang tersebut kini telah dilaporkan ke Polrestabes Medan.

 

"Laporannya tentang dugaan pengancaman, yang dilaporkan orang leasing ACC atas nama Dika dan kawan-kawan," kata Sutia.

 

Terpisah, Kapolsek Medan Timur, Kompol Briston Agus Munthecarlo Napitupulu mengakui bahwa pihaknya mengamankan mobil tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

"Masalah leasing. Mobilnya kita amankan buka ditahan, belum tahu berapa lama karena pihak leasing sedang melengkapi dokumen nya, terus pemilik mobilnya juga (polisi) dinas di Aceh. Platnya sempat diganti, dan cicilannya nunggak beberapa tahun gitu. Jadi itu diamankan saja, karena sama-sama belum jelas statusnya. Karena ribut itu makanya kita amankan," pungkasnya. (als/nof)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menilai fenomena pemain diaspora yang merapat ke klub-klub Super League Indonesia sebagai proses yang wajar.
DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR mendesak agar akses menuju kolam ikonik Pancuran 13 dikembalikan menjadi gratis demi memulihkan ekonomi warga dan menarik kembali kunjungan wisatawan yang sempat merosot drastis.
Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ressa Rossano disebut mengalami perubahan sikap usai diakui anak kandung oleh Denada.
Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, wonderkid Arsenal berdarah Jakarta, Indonesia yang tengah mencuri perhatian lewat performa gemilang. Simak profilnya hingga peluangnya bela Timnas Indonesia.
Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang dimulainya gelaran MotoGp 2026 dalam waktu dekat, Tim Ducati Lenovo kini tengah diselimuti optimisme tinggi terkait performa dari Francesco Bagnaia.
Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya

Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya

Seorang balita perempuan berusia 4 tahun di Kota Surabaya diduga menjadi korban penyiksaan oleh paman dan bibinya di sebuah kamar kos kawasan Bangkingan Timur. 

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT