News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sekda: Provinsi Sumut Sangat Rentan Terjadi TPPO Karena Letak Wilayah

Untuk mengantisipasi keberadaan para pekerja migran ilegal, Polda Sumut mengimbau agar pemerintah daerah mencari solusi yang dapat mempermudah segala urusan administrasi dan aspek lainnya.
Jumat, 11 April 2025 - 11:13 WIB
Sejumlah pekerja migran yang dideportasi dari Malaysia mendengarkan pengarahan petugas di Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Dumai, Riau, Jumat (23/2/2024).
Sumber :
  • ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Medan, tvOnenews.com - Provinsi Sumatera Utara (Sumut), yang terdiri dari 33 kabupaten/kota, dianggap sangat rentan terhadap terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) karena letak wilayahnya.

"Selain itu, segi geografis juga memiliki banyak 'jalan tikus' yang kerap dimanfaatkan oleh para agen ilegal untuk menyelundupkan pekerja migran lewat jalur laut," kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Effendy Pohan di Medan, Jumat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengatakan dalam menjelang Lebaran 2025, pemerintah daerah setempat telah memulangkan korban TPPO sebanyak 186 orang.

Effendy mengatakan pihaknya telah membahas langkah mengantisipasi korban TPPO, salah satunya siapa yang mengirim pekerja migran untuk bekerja di luar negeri.

Selain itu, kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga telah membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Hal ini sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 49 Tahun 2023 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2008 tentang Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

"Pembentukan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO di Sumut sesuai Peraturan Gubernur Sumut No.1/2025 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Sumut Nomor 54 Tahun 2010 tentang Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO," ujarnya.

Dalam gugus tugas itu, kata dia, Gubernur Sumut menjadi ketua, Wakil Gubernur Sumut sebagai wakil ketua I, ketua DPRD Sumut menjadi ketua II, Polda Sumut sebagai ketua harian, dan Sekdaprov Sumut menjadi wakil ketua harian.

Untuk keanggotaan gugus tugas ini, yaitu unsur instansi vertikal, penegak hukum, akademisi, lembaga masyarakat, dan lainnya.

"Berdasarkan Instruksi Gubernur Sumut, gugus tugas ini tidak hanya jadi pemadam kebakaran saja. Namun dapat menyelesaikan masalah TPPO di Sumut, baik dari hulu hingga hilir," ucap Effendy.

Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO diwakili Kasubdit Renakta Polda Sumut AKBP P Samosir mengaku pihaknya telah melakukan penegakan hukum.

Kemudian, melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk menyelesaikan berbagai masalah TPPO di Sumut.

"Masalah utama warga berminat kerja ke luar negeri karena sulitnya mencari kerja di daerah, dan tergiur iming-iming gaji lebih besar didapat di sana melalui jalur ilegal," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk mengantisipasi keberadaan para pekerja migran ilegal, Polda Sumut mengimbau agar pemerintah daerah mencari solusi yang dapat mempermudah segala urusan administrasi dan aspek lainnya.

"Ini tujuannya agar masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri dapat terjamin, baik keamanan dan juga legalitasnya," ujar P Samosir. (ant/nof)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

FPTI Ungkap Perkembangan Terbaru Pengusutan Kasus Pelecehan Seksual Atlet di Pelatnas Panjat Tebing

FPTI Ungkap Perkembangan Terbaru Pengusutan Kasus Pelecehan Seksual Atlet di Pelatnas Panjat Tebing

FPTI menyampaikan informasi terbaru tentang pengusutan dugaan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) panjat tebing.
Gerak Cepat Usai Ditinggal Kepala Timnya yang Baru Bergabung, Audi Kini Kembali Dipimpin Eks Bos Ferrari

Gerak Cepat Usai Ditinggal Kepala Timnya yang Baru Bergabung, Audi Kini Kembali Dipimpin Eks Bos Ferrari

Audi bergerak cepat merespons mundurnya Jonathan Wheatley dari posisi kepala tim sebelum gelaran F1 GP Jepang 2026 kemarin.
Rider VR46 Ini Beberkan Segala Ketertinggalan Motor Ducati dibanding Para Rivalnya di MotoGP 2026

Rider VR46 Ini Beberkan Segala Ketertinggalan Motor Ducati dibanding Para Rivalnya di MotoGP 2026

Rider andalan VR46, Fabio di Giannantonio, mengurai penyebab performa Ducati GP26 sulit konsisten pada balapan panjang musim 2026.
Brimob Polda Sumut Sterilisasi Gereja di Medan Guna Kekhusyukan Ibadah Jumat Agung

Brimob Polda Sumut Sterilisasi Gereja di Medan Guna Kekhusyukan Ibadah Jumat Agung

Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara melakukan sterilisasi di sejumlah gereja di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), guna kekhusyukan umat Kri
Eks Bos Red Bull Santer Dikabarkan akan Segera Kembali ke F1, Toto Wolff Malah Ragu hal Itu akan Terwujud

Eks Bos Red Bull Santer Dikabarkan akan Segera Kembali ke F1, Toto Wolff Malah Ragu hal Itu akan Terwujud

Bos Mercedes, Toto Wolff, meragukan bahwa mantan kepala tim Red Bull, Christian Horner, akan kembali ke F1 meski santer dirumorkan.
Bejat! Paman dan Kakek di Jaksel Cabuli Ponakan di Bawah Umur, Polisi Tegaskan Pelaku Sudah Siap Diadili

Bejat! Paman dan Kakek di Jaksel Cabuli Ponakan di Bawah Umur, Polisi Tegaskan Pelaku Sudah Siap Diadili

Viral jadi sorotan di media sosial, paman dan kakek melakukan pelecehan terhadap ponakan atau keluarganya sendiri. Polisi sudah turun tangan atasi kasus ini.

Trending

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 ternyata ikut menjadi perhatian media Eropa. Media Prancis menyoroti performa penuh Calvin Verdonk.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak membuat pamornya meredup. Media Vietnam yakin Garuda jadi kandidat juara Piala AFF 2026.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT