News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ratusan Warga Unjuk Rasa di Kantor Wali Kota Dumai, Protes Pengrusakan Sungai Nerbit

Perusahaan anak Sinar Mas Grup beroperasi di Kawasan Industri Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan ini diduga dengan sengaja menghilangkan Sungai Nerbit Kecil dan membangun parit berukuran kecil, akibatnya pemukiman warga kerap dilanda banjir.
Kamis, 17 April 2025 - 21:27 WIB
Dokumentasi
Sumber :
  • Tim tvOne

Dumai, tvOnenews.com - Ratusan massa atas nama Aliansi Masyarakat Nerbit di Kelurahan Lubuk Gaung berunjuk rasa di Kantor Wali Kota Dumai menuntut tindakan tegas pemerintah kepada PT Oleo Energi Sejahtera Mas yang menimbun Sungai Nerbit Kecil sejak Tahun 2016 silam.

Perusahaan anak Sinar Mas Grup beroperasi di Kawasan Industri Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan ini diduga dengan sengaja menghilangkan Sungai Nerbit Kecil dan membangun parit berukuran kecil, akibatnya pemukiman warga kerap dilanda banjir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Dampak lain dari penimbunan sungai ini, warga sekitar di 4 RT yang sebagian besar mata pencaharian nelayan kesulitan melaut karena berkurangnya ikan tangkap di perairan.

 

Koordinator Lapangan Johan Arifin mengatakan bahwa perusahaan telah zalim dan secara ugal ugalan menimbun sungai tanpa memikirkan dampak lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat setempat.

 

Upaya hukum terus dilakukan warga untuk meminta keadilan kepada pemerintah karena sungai sebagai sumber kehidupan dihilangkan fungsinya dan tidak memperhatikan lingkungan.

 

“Perjuangan kami mengembalikan Sungai Nerbit Kecil ini akan terus kami upayakan, dan berbagai pihak juga telah turun ke lapangan namun hingga kini belum berujung. Dampak dari sungai dihilangkan ini selain akses transportasi ditutup, juga berkurang ikan tangkapan serta banjir di pemukiman akibat air laut melimpah tidak tertampung di parit," kata Johan kepada pers, Kamis (17/4/2025).

 

Ditambahkan Johan, pihak perusahaan terkesan tidak ada itikad baik karena berulangkali masyarakat protes tidak ditanggapi ditanggapi, dan bahkan saat diundang rapat oleh Dinas Lingkungan Hidup Dumai hanya mengirimkan perwakilan yang tidak kompeten mengambil keputusan.

 

Dalam aksi unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 10 WIB di Kantor Wali Kota Dumai Jalan Perwira Kecamatan Bukit Kapur ini, massa pendemo memajang poster ukuran besar dengan penjagaan ketat sekitar 80-an anggota Polres Dumai dibantu Satpol PP.

 

Aliansi Masyarakat Nerbit meminta aparat hukum mengusut tuntas, menangkap dan mengadili Sinar Mas Grup yang telah membegal hukum, merampas dan merusak Sungai Nerbit Kecil.

 

Aspirasi massa pendemo akhirnya diterima oleh Asisten IIi Pemkot Dumai Hermanto didampingi Kadis LH Agus Gunawan dan Kabag Ops Polres Dumai Kompol Mahendra Yudi Lubis.

 

Asisten Hermanto mengapresiasi masyarakat yang menyampaikan aspirasi ke pemerintah dan akan meneruskan koordinasi ke kementerian terkait yang berwenang soal pantai dan perairan.

 

Berdasarkan informasi DLH Dumai, lanjutnya, dalam waktu dekat Gakkum Kementerian LH akan turun ke Dumai untuk menyampaikan hasil verifikasi persoalan dan sanksi dijatuhkan ke perusahaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

“Terimakasih atas kedatangan masyarakat yang menyampaikan aspirasi, dan kami akan berkoodinasi dengan pihak berwenang karena urusan pantai dan sungai bukan kewenangan daerah. Kita tunggu saja tim Gakkum LH datang dan apakah sanksi nya kita dengar bersama," kata Hermanto.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bantah Dakwaan, Kubu Yaqut Pertanyakan Kerugia Keuangan Negara Rp622 Miliar

Bantah Dakwaan, Kubu Yaqut Pertanyakan Kerugia Keuangan Negara Rp622 Miliar

Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut menjalani sidang perdana atas kasus dugaan korupsi kuota haji periode 2023-2024 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (12/8/2026).
Dugaan Penyiapan Uang 1 Juta Dolar AS dari Gus Yaqut ke Pansus Haji DPR RI, Ini Kata KPK

Dugaan Penyiapan Uang 1 Juta Dolar AS dari Gus Yaqut ke Pansus Haji DPR RI, Ini Kata KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami soal dugaan penyiapan uang 1 juta Dolar Amerika Serikat (AS) dari mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut untuk diserahkan ke Panitia Khusus atau Pansus Haji DPR RI.
Gus Alex Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji, Dakwaan Jaksa Disebut Zalim

Gus Alex Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji, Dakwaan Jaksa Disebut Zalim

Terdakwa korupsi kuota haji, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex merespon soal dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menyebut bahwa dirinya telah memperkaya diri dengan penerimaan uang USD 5.233.800 dan Rp330 juta.
Dari Polewali Mandar ke Istana: Cerita Ismi Ulfaida, Siswa Sekolah Rakyat Pertama Dalam Barisan Paskibraka Nasional

Dari Polewali Mandar ke Istana: Cerita Ismi Ulfaida, Siswa Sekolah Rakyat Pertama Dalam Barisan Paskibraka Nasional

Di bawah terik matahari Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8) siang itu, bunyi derap sepatu Paskibraka yang bersahutan menciptakan irama kedisiplinan di lapangan Pusat Pengembangan SDM Kemendikdasmen. 
Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Polda Metro Jaya bersama tim gabungan dokter forensik selesai melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8), guna mengungkap penyebab kematian almarhum.
Pasal 50 A UU P2SK Diuji ke MK, Pemohon: Berpotensi Samarkan Hasil Tindak Pidana

Pasal 50 A UU P2SK Diuji ke MK, Pemohon: Berpotensi Samarkan Hasil Tindak Pidana

Pemuda Bulan Bintang mengajukan permohonan pengujian materiil Pasal 50A ayat (5) dan ayat (6) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Trending

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Fakta baru ditemukan dalam kasus mutilasi Depok. Fakta barunya, yakni pelaku mengidap HIV. Selama ini dia rutin kontrol dan membeli obat.
Sidang Bupati Pati Sudewo Memanas, Camat Blak-blakan soal Ancaman Copot hingga Nominal Mahar Jabatan Perangkat Desa

Sidang Bupati Pati Sudewo Memanas, Camat Blak-blakan soal Ancaman Copot hingga Nominal Mahar Jabatan Perangkat Desa

Sidang Bupati Pati nonaktif Sudewo mengungkap dugaan ancaman terhadap camat yang menolak pengisian perangkat desa. Saksi juga menyebut adanya syarat uang hingga ratusan juta.
Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden kebakaran melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, pada Rabu (12/8/2026).
Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Upaya Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah, diprediksi menghadapi jalan yang tidak mudah. Apa alasannya?
Pemerintah Dorong Wilayah 3T Lepas dari Ketergantungan Program Internet Bersubsidi

Pemerintah Dorong Wilayah 3T Lepas dari Ketergantungan Program Internet Bersubsidi

BAKTI Komdigi mulai menyiapkan strategi keluar (exit strategy) dari sejumlah wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang telah memiliki tingkat kematangan konektivitas tertentu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT