News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Warga Pelosok Desa di Kampar Dapat Sembako Gratis di Tengah Mahalnya Harga Cabai

Warga yang mayoritas ibu-ibu ini, sedang menunggu pembagian sembako gratis dari Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama, yang menggarap perkebunan kelapa sawit di Desa Padang Mutung.
Sabtu, 1 November 2025 - 10:25 WIB
Dokumentasi
Sumber :
  • Tim tvOne

Pekanbaru, tvOnenews.com - Ratusan warga memadati Masjid At-Taqwa di Dusun Paduko Ghajo, Desa Padang Mutung, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (31/10/2025).

Warga yang mayoritas ibu-ibu ini, sedang menunggu pembagian sembako gratis dari Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama, yang menggarap perkebunan kelapa sawit di Desa Padang Mutung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak pagi pukul 07.00 WIB, satu persatu warga pelosok desa ini datang ke lokasi pembagian sembako gratis. Ada yang bawa anak dan wanita lanjut usia alias lansia.

Mereka tampak begitu antusias menunggu bantuan. Sambil menunggu bantuan, warga duduk di teras masjid. Setelah dua jam berlalu, yang ditunggu-tunggu pun datang.

Rombongan pembawa bantuan datang dengan dua mobil double cabin bermuatan beras SPHP. Dalam rombongan itu, dipimpin Ketua Pembina Kelompok Tani Maju Bersama, Pebriyan Winaldy. Kemudian, didampingi Kapolsek Kampar, AKP Asdisyah Mursyid dan TNI.

Warga begitu antusias menyambut kedatangan bantuan itu. Setelah pengarahan dari pihak pemberi bantuan dan kepala desa setempat, bantuan pun diserahkan. Warga dengan tertib mengambil bantuan beras itu.

Salah seorang wanita lansia penerima bantuan, Marawiah (73), tampak kegirangan mendapatkan bantuan beras 10 kilogram itu.

“Alhamdulillah, nak, bantuan beras ini sangat berarti bagi nenek. Bahagia sekali. Kebetulan beras juga sudah mau habis," ungkap Marawiah dengan senyum merekah saat ditemui awak media.

Sambil menenteng beras, dia berharap bantuan sembako rutin diberikan kepada warga kurang mampu, di tengah harga pangan yang mahal. Terutama harga cabai yang melambung tinggi, yang membuat emak-emak menjerit.

“Harga cabai merah di sini mahal sekali, Rp 80.000 sampai Rp 90.000 per kilogram. Biasanya cuma Rp 30.000 hingga Rp 40.000. Biasanya beli sekilo, tapi sekarang cuma dua ons atau seperempat kilogram, karena berhemat. Belum lagi beli beras, minyak goreng dan lainnya. Jadi, kalau setiap minggu ada bantuan beras, uangnya bisa beli cabai," jelas Marawiah.

Hal senada dikatakan seorang ibu rumah tangga lainnya, Ernawati (48). Ia merasa bersyukur adanya bantuan beras di tengah mahalnya harga cabai.

“Bersyukur sekali dapat bantuan beras ini. Karena beras di rumah sudah habis. Kita sekarang beli beras terpaksa irit, karena harga sembako mahal, salah satunya cabai merah. Kalau bisa setiap minggu ada bantuan seperti ini, karena kami di pelosok ini sangat butuh," kata Ernawati.

Dalam waktu sekitar satu setengah jam, beras dua mobil itu selesai dibagikan. Pembagian dibantu perangkat desa.

Ketua Pembina Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama, Pebriyan Winaldy menjelaskan, pihaknya menyalurkan bantuan beras ini sebagai bentuk peduli kepada warga yang membutuhkan. Pihaknya bertekad, program bantuan sembako gratis ini akan terus berlanjut.

“Ya, hari ini kami dari Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama, menyalurkan bantuan beras melalui program Jumat Berkah. Warga sangat antusias menyambut bantuan ini," ujar Pebriyan. Dia bilang, bantuan sembako beras yang disalurkan sebanyak 6 ton, dengan penerima manfaat sebanyak 600 orang.

Pebriyan mengaku sempat terharu melihat antusias mendapat bantuan beras itu. “Saya jadi terharu melihat warga sangat bahagia dapat bantuan beras ini. Makanya, kedepannya kita akan rutin mengadakan kegiatan sosial seperti ini," tambahnya.

Lebih lanjut, Pebriyan menjelaskan bahwa Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama dipercaya menggarap lahan perkebunan kelapa sawit sitaan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas).

Lahan seluas 1.070 hektare ini, disita karena masuk dalam kawasan hutan. Setelah disita Satgas PKH, kemudian dikelolah oleh PT. Agrinas Palma Nusantara (Persero). Kemudian, pengelolaannya dibuat kerja sama operasional (KSO) dengan Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama.

“Alhamdulillah, kami dipercaya oleh negara untuk mengelola dan merawat semaksimal mungkin kebun ini. Lahan ini eks PT. Makmur Jaya Sentosa yang ada di Desa Padang Mutung," ucap Pebriyan.

Dia menyebut, selama puluhan tahun kebun sawit itu berdiri, tidak ada kontribusinya kepada warga sekitar, dan manfaat bagi negara karena ilegal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sehingga, setelah disita negara dan dikelola kelompok tani, akan memberikan kontribusi kepada negara dan warga setempat. Pihak kelompok tani juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi warga yang membutuhkan.

“Maka dengan harapan Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto, dengan disitanya lahan di dalam kawasan hutan ini, memberikan devisa yang bagus untuk negara dan banyak manfaat bagi warga tempatan. Saya dan kelompok tani ini  putra-putra daerah Kampar juga, jadi bagi siapa warga tempatan yang mau bergabung, maka kita buka lapangan pekerjaan," pungkas Pebriyan.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series memicu beragam reaksi dari media internasional. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
Pengakuan Mengejutkan Andrie Yunus soal Kasus Penyiraman Air Keras

Pengakuan Mengejutkan Andrie Yunus soal Kasus Penyiraman Air Keras

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus jelaskan bahwa terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungan yang diberikan untuk mengawal kasus penyiraman air keras
Ucapan Santai Thom Haye soal Kemungkinan Persib Juara di Liga Super

Ucapan Santai Thom Haye soal Kemungkinan Persib Juara di Liga Super

Persib Bandung kini semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu kandidat terkuat peraih gelar Liga Super 2025-2026. Hingga pekan ke-25, Maung Bandung masih ...
Polisi Beberkan Fakta Baru yang Mencengangkan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras di Bekasi

Polisi Beberkan Fakta Baru yang Mencengangkan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras di Bekasi

Polisi bocorkan fakta baru yang mencengangkan di balik peristiwa penyiraman air keras oleh tiga orang pelaku, ke seorang warga berinisial TW (54), di Jalan Bumi
Respons Pedas Ono Surono Terkait Rumahnya Digeledah KPK

Respons Pedas Ono Surono Terkait Rumahnya Digeledah KPK

Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono lontarkan respons pedas terkait rumahnya digeledah KPK saat mengunjungi Sumedang, Jumat (3/4/2026).
Cerita Pelatih Persis Solo soal Pemain Asingnya Keracunan jelang Hadapi PSM

Cerita Pelatih Persis Solo soal Pemain Asingnya Keracunan jelang Hadapi PSM

 Persis Solo akan menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas PSM Makassar pada pekan ke-26 Super League 2025/2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan ber-

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) lontarkan jawaban menohok saat ditanya terkait perkembangan terbaru soal permohonan keadilan restoratif atau restorative
Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Meski Tanpa Penyerang Timnas Indonesia, Persija Jakarta Diguyur Angin Segar Jelang Lawan Bhayangkara FC

Meski Tanpa Penyerang Timnas Indonesia, Persija Jakarta Diguyur Angin Segar Jelang Lawan Bhayangkara FC

Persija Jakarta mendapat angin segar menjelang lawan Bhayangkara FC. Walau tidak ada penyerang Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, dua pemainnya beri kabar baik.
Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian

Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian

Respons cepat Dedi Mulyadi saat diajak Melanie Subono bahas nasib gajah Sumatera di Bandung Zoo menuai pujian. Fokus pada perbaikan kesejahteraan satwa.
Terungkap, Isi Pembahasan Pertemuan Seskab Teddy dengan Wapres Gibran

Terungkap, Isi Pembahasan Pertemuan Seskab Teddy dengan Wapres Gibran

Terungkap, isi pembahasan pertemuan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT