Jelang Panen Raya, Harga Gabah di Banyuasin Rp6.400 per Kg, Petani Desak Bulog Serap Sesuai HPP
- Andi Salani
Banyuasin, tvonenews.com — Menjelang panen raya padi, petani di Kabupaten Banyuasin kembali dihadapkan pada persoalan rendahnya harga jual gabah. Di tingkat petani, harga gabah saat ini berada di kisaran Rp6.400 per kilogram, atau masih di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
Kondisi tersebut terjadi di sejumlah sentra persawahan, salah satunya di Desa Mulyo Sari, Kecamatan Tanjung Lago. Padahal, sarana pendukung pertanian seperti jaringan irigasi dan akses jalan usaha tani dinilai sudah memadai sehingga proses pengolahan lahan hingga distribusi hasil panen berjalan relatif lancar.
Sujarwo, petani di Desa Mulyo Sari, mengakui harga gabah memang mengalami kenaikan dibanding musim panen sebelumnya. Namun, kenaikan itu belum mampu mendongkrak kesejahteraan petani.
“Memang ada kenaikan. Dulu waktu panen harga cuma sekitar Rp6.000 per kilo, sekarang sudah Rp6.400. Tapi tetap saja masih di bawah harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Sujarwo, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, selisih Rp100 per kilogram sangat terasa, terutama saat panen raya di mana produksi melimpah dan petani harus segera menjual hasil panen karena keterbatasan fasilitas penyimpanan.
“Kalau selisih Rp100 per kilo itu kalau dikalikan hasil panen bisa besar sekali. Apalagi saat panen raya, kami tidak punya gudang penyimpanan, jadi harus cepat dijual. Posisi tawar kami jadi lemah di hadapan pengepul,” katanya.
Selain persoalan harga, petani juga dibebani kenaikan biaya produksi. Harga pupuk, obat-obatan pertanian, hingga upah tenaga kerja terus meningkat setiap musim tanam.
“Kalau dihitung-hitung, hasilnya kadang hanya cukup untuk menutup biaya tanam. Untungnya tipis sekali,” tambahnya.
Para petani berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait turun langsung melakukan pengawasan harga di lapangan. Mereka juga mendesak agar Perum Bulog aktif menyerap gabah petani sesuai HPP yang telah ditetapkan pemerintah.
Kehadiran Bulog dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga, terutama saat panen raya ketika pasokan gabah melimpah dan berpotensi menekan harga di tingkat petani.
Petani juga menginginkan kepastian pasar agar hasil panen yang telah dirawat selama berbulan-bulan dapat memberikan penghasilan yang layak bagi keluarga mereka. Tanpa intervensi pemerintah, mereka khawatir panen raya justru akan membuat harga semakin terpuruk akibat kelebihan pasokan di pasaran. (asi/nof)
Load more