Menteri PU Tinjau Sekolah Rakyat 16 Hektar di Tanah Datar, Lahan Hibah Keluarga Wamen BUMN
- Andri
Tanah Datar, tvOnenews.com - Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, bersiap menjadi lokasi pembangunan “Sekolah Rakyat” yang digadang-gadang menjadi salah satu fasilitas pendidikan terbesar dan paling inspiratif di Indonesia.
Proyek tersebut mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Pusat. Menteri Pekerjaan Umum, Doddy Hanggodo, turun meninjau lokasi pembangunan di Kecamatan Tanjung Alam pada Kamis (22/5/2026).
Sekolah Rakyat itu akan dibangun di atas lahan seluas 16 hektar yang merupakan hibah dari keluarga Wakil Menteri BUMN, Doni Oskaria.
Dalam kunjungannya, Menteri PU memberikan apresiasi terhadap kontribusi hibah lahan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pembangunan sekolah harus dibarengi dengan infrastruktur pendukung yang memadai, terutama akses jalan menuju kawasan sekolah.
Doddy langsung menginstruksikan jajarannya untuk memperlebar akses jalan utama menuju pintu masuk sekolah menjadi minimal lima meter.
“Akses itu urat nadi. Kita ingin anak-anak kita yang akan belajar di sini nanti bisa datang dengan aman dan nyaman. Infrastrukturnya harus ideal sejak awal,” ujar Doddy di sela kunjungannya.
Pemerintah menargetkan proses pembebasan sisa lahan pendukung selesai dalam waktu satu minggu ke depan. Setelah seluruh administrasi rampung, pembangunan akan segera dimulai melalui peletakan batu pertama.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, yang turut mendampingi kunjungan kerja tersebut menyambut positif pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya.
Menurutnya, proyek pendidikan berskala besar itu bukan hanya pembangunan fisik semata, tetapi juga investasi jangka panjang bagi generasi muda daerah.
Jika terealisasi sesuai rencana, sekolah tersebut diproyeksikan menjadi ikon baru Sumatera Barat sekaligus simbol pendidikan rakyat yang inklusif di Indonesia.
Selain meninjau pembangunan Sekolah Rakyat, Menteri PU juga memantau progres normalisasi Sungai Batang Tompo di Kecamatan Lintau Buo.
Sungai tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah memicu banjir besar yang merendam permukiman warga dan lahan pertanian.
Menteri PU meminta pengerjaan normalisasi sungai dipercepat guna menjaga aktivitas pertanian masyarakat serta mendukung target swasembada pangan nasional.
Wilayah Lintau Buo diketahui merupakan salah satu kawasan lumbung padi penting di Sumatera Barat.
Load more