News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jembatan Gantung Rusak, 2.000 Warga di Mukomuko Terisolasi, Ekonomi dan Pendidikan Lumpuh

Kerusakan jembatan gantung sepanjang 80 meter di Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan pemerintahan bagi hampir 2.000 warga setempat.
Selasa, 16 Juni 2026 - 17:45 WIB
Kondisi jembatan gantung desa talang buai, Mukomuko.
Sumber :
  • Miko

Mukomuko, tvOnenews.com - Kerusakan jembatan gantung sepanjang 80 meter di Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan pemerintahan bagi hampir 2.000 warga setempat.

Jembatan yang menjadi akses utama penghubung Desa Talang Buai dengan 12 desa lainnya di Kecamatan Selagan Raya itu kini dalam kondisi memprihatinkan dan tidak dapat dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Desa Talang Buai, Asril, mengatakan jembatan yang telah berusia 25 tahun tersebut mengalami kerusakan parah sejak Senin (15/6/2026).

“Saat ini jembatan yang usianya sudah 25 tahun rusak parah. Akibatnya, mobil pengangkut hasil panen sawit, padi, serta anak sekolah dan guru tidak bisa lewat,” kata Asril saat dihubungi melalui telepon, Selasa (16/6/2026).

Menurut Asril, jembatan dengan seling penyangga itu sebelumnya kerap mengalami kerusakan dan rutin diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mukomuko. Namun, perbaikan yang dilakukan dinilai belum maksimal.

“Jembatan sebenarnya sering rusak lalu diperbaiki Dinas PUPR. Namun kali ini kerusakannya parah dan dinas terkendala anggaran karena efisiensi,” ujarnya.

Akibat kerusakan tersebut, mobil pengangkut sawit dan padi tidak dapat melintas. Warga juga tidak memiliki jalur alternatif lain.

“Tidak ada jalur alternatif. Kalau nekat menyeberangi sungai, kondisinya dalam dan berarus deras,” jelasnya.

Tak hanya sektor pertanian, kerusakan jembatan juga berdampak pada dunia pendidikan. Di Desa Talang Buai terdapat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, sehingga guru dari luar desa kesulitan mengakses lokasi.

Sementara itu, siswa sekolah menengah atas yang harus bersekolah ke luar desa juga mengalami kendala.

“Melintasi jembatan harus menggunakan empat buah papan darurat sambil mendorong motor. Khawatirnya mereka terjatuh ke dalam sungai,” ujar Asril.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aktivitas pemerintahan desa pun ikut terganggu. Koordinasi dan mobilitas perangkat desa, termasuk kepala desa, menjadi terhambat akibat rusaknya akses penghubung tersebut.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah desa telah mengajukan permohonan kepada Komando Distrik Militer (Kodim) setempat agar jembatan diperbaiki atau diganti melalui Program Jembatan Garuda milik TNI.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sosok Pria Berkacamata Tendang Herri Pras hingga Tersungkur, Sosok Ini Ungkap Dugaan Tujuannya

Sosok Pria Berkacamata Tendang Herri Pras hingga Tersungkur, Sosok Ini Ungkap Dugaan Tujuannya

Video yang memperlihatkan YouTuber Herri Pras didatangi sekelompok pria hingga mendapat tindakan fisik mendadak viral di media sosial. Ini dugaan motifnya.
AKBP ADS Dinonaktifkan Buntut Penggeledahan Pesantren, Kapolres Sukoharjo Kini Dijabat AKBP Indra Maulana

AKBP ADS Dinonaktifkan Buntut Penggeledahan Pesantren, Kapolres Sukoharjo Kini Dijabat AKBP Indra Maulana

Kapolres Sukoharjo, AKBP Andika Dharma Sena dinonaktifkan buntut penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar, Jawa Tengah, pada Selasa (27/10) lalu.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
League Cup 2026-2027 Segera Dimulai, Begini Aturan 3 Pemain Asing yang Buat Tim Tak Sembarangan Bongkar Pasang

League Cup 2026-2027 Segera Dimulai, Begini Aturan 3 Pemain Asing yang Buat Tim Tak Sembarangan Bongkar Pasang

Kompetisi League Cup 2026/2027 akan segera dimulai pekan ini. Di balik kompetisi baru tersebut, terdapat aturan menarik terkait regulasi slot pemain asing.
Kapolres Sukoharjo Hingga Kasat Reskrim Dinonaktifkan Buntut Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Kapolres Sukoharjo Hingga Kasat Reskrim Dinonaktifkan Buntut Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Kapolres Sukoharjo, AKBP Andika Dharma Sena hingga Kasat Reskrim, Iptu Agung Sedewo dinonaktifkan buntut penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran.
Di Era Bupati Jeje, Jalan yang Bertahun-tahun Rusak di Bandung Barat Kini Mulus

Di Era Bupati Jeje, Jalan yang Bertahun-tahun Rusak di Bandung Barat Kini Mulus

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah merampungkan perbaikan 26 dari 34 ruas jalan yang menjadi target penanganan sepanjang 2026. Artinya, sekitar 76 persen

Trending

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Mengenang sosok Fatih Waluyo Wahid alias Gus Firry, keponakan Gus Dur yang pernah menjabat Direktur BPJS Kesehatan. Simak pendidikan dan perjalanan kariernya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT