Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'
- Tangkapan layar Instagram/hannykristiantonew
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah unggahan video memperlihatkan YouTuber Herri Pras digeruduk dan mendapat tindakan fisik dari sekelompok orang yang diduga berasal dari komunitas bela diri.
Video tersebut mendadak viral di media sosial setelah dibagikan oleh Hanny Kristianto melalui akun Instagram pribadinya.
Insiden tersebut dipicu oleh pernyataan Herri Pras sebelumnya di media sosial yang menantang bertarung sampai mati. Potongan video tantangan tersebut disandingkan dengan rekaman saat sekelompok pria mendatangi dan mengonfrontasi dirinya secara langsung.
- Tangkapan layar Instagram/hannykristiantonew
Dalam video yang beredar, seorang pria bertopi tampak menyayangkan sikap Herri yang dinilai tidak konsisten dengan ucapannya di media sosial.
"Saya sangat-sangat menyayangkan Anda tidak sesuai dengan apa yang Anda ucapkan," tegas pria bertopi tersebut.
Herri Pras berdalih bahwa dirinya bersedia meladeni tantangan tersebut asalkan syarat-syarat yang ia ajukan dipenuhi terlebih dahulu.Namun, belum selesai memberikan penjelasan, seorang pria berkacamata tiba-tiba melayangkan tendangan ke arah Herri hingga ia terjatuh ke belakang.
Meski sempat terjatuh, Herri kembali berdiri saat kerumunan orang terus memojokkannya dengan menyebut dirinya takut.
Herri menegaskan bahwa penolakannya bukan karena rasa takut, melainkan menuntut pemenuhan persyaratan pertarungan terlebih dahulu. Sejumlah pria di lokasi juga sempat melakukan provokasi fisik untuk memancing perkelahian, namun Herri memilih untuk tidak meladeni.
Melalui keterangannya, Hanny Kristianto mengonfirmasi bahwa penyerbuan tersebut terjadi di kediaman Herri Pras. Pria berkacamata diduga sengaja menendang Herri untuk memancing emosi agar pertarungan benar-benar terjadi di tempat. Beruntung, situasi tidak meluas menjadi kerusuhan massal berkat campur tangan ketua RT setempat dan sejumlah petugas keamanan yang bergegas melerai.
Hanny mengimbau para dai dan ulama untuk bersatu menenangkan massa agar tidak kembali mendatangi rumah Herri Pras yang lokasinya sudah tersebar luas di publik, guna menjaga keamanan anak, istri, serta kenyamanan para tetangga.
Lebih lanjut, Hanny mengingatkan pentingnya menjaga lisan (hifzhul-lisan) sesuai ajaran Islam. Ia menyarankan Herri Pras untuk menghentikan unggahan konten provokatif, penggunaan kata-kata kasar, maupun tantangan fisik di media sosial.
Load more