Green Justice Indonesia Buka Akses Pasar Produk Hutan di PRSU, Dari Kemenyan hingga Kopi Arabika
- tvOnenews
Di desa-desa tersebut, masyarakat mengembangkan kopi arabika dan robusta melalui sistem budidaya yang mempertahankan tutupan hutan sebagai penyangga sumber air dan habitat satwa liar.
Green Justice Indonesia mendukung penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas budidaya, pengolahan pascapanen, hingga pengembangan akses pasar agar kopi yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Ali menjelaskan, baik MHA Simardangiang maupun kelompok-kelompok perhutanan sosial di Marancar berada di Blok Barat Bentang Alam Batang Toru, salah satu kawasan dengan nilai konservasi tinggi yang menjadi habitat berbagai spesies penting, termasuk orangutan tapanuli, serta menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat penting bagi Sumatera Utara dan dunia.
"Ketika masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari hutan yang tetap lestari, mereka akan menjadi penjaga pertama kawasan tersebut. Karena itu, penguatan masyarakat adat dan perhutanan sosial bukan hanya soal meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga merupakan strategi konservasi yang efektif. Masa depan Bentang Alam Batang Toru bergantung pada keberhasilan kita membangun model pembangunan yang adil bagi masyarakat sekaligus mampu menjaga keanekaragaman hayati," sebutnya.
Melalui ajang PRSU ke-50, GJI memfasilitasi pertemuan langsung antara masyarakat pengelola hutan dengan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari calon pembeli, pelaku usaha, investor, hingga mitra pemasaran strategis.
Langkah ini diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas, mendongkrak nilai jual produk lokal, serta mendorong terbentuknya kemitraan usaha yang berkelanjutan.
Dukungan dari berbagai pihak sangat krusial agar komoditas unggulan kawasan hutan dapat berkembang menjadi produk berkualitas tinggi yang memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan untuk generasi mendatang.
Ali menambahkan, ketika masyarakat sekitar kawasan hutan memperoleh manfaat ekonomi secara langsung dari pengelolaan hutan yang lestari, maka motivasi untuk melindungi kawasan dari ancaman perambahan, pembalakan liar, dan kerusakan lingkungan akan semakin kuat secara mandiri.
"Kegiatan ini bukan hanya sekadar promosi. Kami ingin menunjukkan bahwa perlindungan hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan," ujar Ali.
Untuk diketahui, antusiasme tinggi tampak dari para pengunjung PRSU, salah satunya Dian Gunawan. Ia mengaku sangat terkesan dan baru pertama kalinya menemukan stan dengan konsep unik serta edukatif di ajang tahunan tersebut.
Load more