GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diserang Ratusan Orang saat Panen Sawit, 25 Warga Rokan Hulu Luka dan 28 Orang Belum Diketahui Nasibnya

Para korban mendatangi Polsek Tambusai Utara untuk membuat laporan sekaligus menjalani pemeriksaan. Pada Senin (17/8/2026), sejumlah korban terlihat terbaring dan duduk di teras musala dekat polsek sambil menahan sakit.
Senin, 17 Agustus 2026 - 22:39 WIB
Korban.
Sumber :
  • Istimewa

Rokan Hulu, tvOnenews.com - Puluhan warga menjadi korban penyerangan sekelompok orang tak dikenal saat bekerja di kebun kelapa sawit di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Sedikitnya 25 warga mengalami luka-luka, sementara 28 orang lainnya masih berada di dalam kebun dan belum diketahui kondisinya.

Para korban mendatangi Polsek Tambusai Utara untuk membuat laporan sekaligus menjalani pemeriksaan. Pada Senin (17/8/2026), sejumlah korban terlihat terbaring dan duduk di teras musala dekat polsek sambil menahan sakit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Luka yang dialami korban berada di sejumlah bagian tubuh, mulai dari tangan, kepala, kaki, rusuk hingga mata lebam akibat penyerangan.

Salah seorang korban, Gunawan (31), mengatakan penyerangan terjadi pada Jumat (14/8/2026). Saat itu, ia bersama rekan-rekannya sedang duduk di mes setelah selesai bekerja membersihkan kebun.

Menurut Gunawan, tiba-tiba datang sekelompok orang tak dikenal menggunakan tiga truk Colt Diesel dan dua mobil double cabin. Para pelaku kemudian berteriak menyerang sebelum melakukan penganiayaan.

“Waktu itu kami sedang duduk-duduk di mess habis bekerja bersihkan kebun, tiba-tiba datang gerombolan orang tak dikenal dengan 3 truk colt diesel dan 2 mobil double cabin. Mereka berteriak ‘serang’, jadi kami langsung diserang,” ujar Gunawan.

Gunawan mengaku dipukul menggunakan kayu dan besi. Akibatnya, ia mengalami luka pada hidung dan tangan hingga harus diperban. Kondisi tangannya belum diketahui apakah mengalami patah karena belum menjalani pemeriksaan medis.

“Saya juga diancam pakai senjata api, dua ponsel saya dijarah,” akui Gunawan.

Gunawan mengaku tidak mengetahui motif penyerangan tersebut. Ia juga mengatakan tidak mengenal para pelaku yang disebutnya berjumlah ratusan orang.

Menurut Gunawan, dirinya bersama warga lainnya hanya bekerja di lokasi tersebut. Ia mengetahui lahan yang mereka garap tengah menjadi persoalan antara masyarakat dan perusahaan yang berada di sekitar lokasi.

“Kami cuma bekerja. Katanya lahan warga ini pro kontra dengan perusahaan yang ada di sekitar lahan. Namun setahu saya, lahan itu punya warga, itulah makanya saya kerja di situ,” kata Gunawan.

Gunawan berharap polisi segera menangkap para pelaku dan mengusut tuntas kasus tersebut.

Korban lainnya, Rizaldi (44), mengalami luka di sejumlah bagian tubuh akibat penyerangan. Ia mengaku kepalanya mengalami luka, tangannya dipukul menggunakan balok kayu, sementara kedua matanya ditendang.

“Kepala saya bocor dan tangan dihantam pakai balok kayu, mata saya ditendang, saya diseret-seret seperti PKI,” ungkap Rizaldi.

Kedua mata Rizaldi terlihat merah dan bengkak. Ia mengaku sempat mengalami pandangan kabur, namun saat ini kondisinya mulai normal.

Saat serangan terjadi, Rizaldi bersama rekan-rekannya mengaku tidak berdaya melawan karena para pelaku membawa senjata.

“Kami hanya bisa bilang ‘aduh, aduh, ampun, ampun, Pak’. Kalau teriak minta tolong, semakin disiksa kami,” sebut Rizaldi.

Rizaldi juga mengaku tidak mengetahui alasan para pelaku melakukan penyerangan.

Setelah melakukan penyerangan, kata Rizaldi, para korban dikumpulkan kemudian dibawa keluar dari kebun menggunakan truk oleh tiga orang pelaku.

“Pas lewat depan kantor polisi (Polsek Tambusai Utara) kami teriak minta tolong,” kata Rizaldi.

Rizaldi menyebut jumlah korban luka sekitar 25 orang dan satu di antaranya dalam kondisi kritis. Sementara itu, 28 orang rekannya masih berada di dalam kebun sawit dan belum diketahui nasibnya.

“Yang kami pikirkan kawan-kawan di dalam kebun sekitar 28 orang lagi. Belum tahu nasibnya sekarang,” sebutnya.

Persoalan Lahan Diduga Jadi Pemicu

Juru Bicara Masyarakat, Abdul Aziz, mengatakan kasus penyerangan tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Ia meminta penegak hukum mengusut tuntas perkara tersebut.

Aziz juga menyatakan akan membawa persoalan ini ke Mabes Polri dan DPR RI.

“Bahkan kami akan surati Presiden. Karena warga memang sedang memperjuangkan hak-haknya,” kata Aziz saat ditemui di Rokan Hulu.

Aziz menyebut para korban diserang secara tiba-tiba oleh sekelompok orang yang membawa berbagai senjata.

Menurut Aziz, perkara ini dipicu persoalan lahan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat seluas kurang lebih 2.000 hektare di Afdeling 19 dan 21. Sebanyak 1.015 orang masyarakat disebut menggantungkan hidupnya dari kebun tersebut.

Lahan tersebut, lanjut Aziz, sebelumnya dipercayakan masyarakat untuk dikelola PT Torganda dengan pola “Bapak Angkat”. Perusahaan kemudian menunjuk Koperasi Karya Bakti sebagai mitra dan masyarakat bergabung dengan koperasi tersebut.

Pada 2025, Satgas Penertiban Kawasan Hutan atau PKH datang dan menyita lahan tersebut karena dianggap lahan PT Torganda masuk dalam kawasan hutan.

“Dari hasil yang saya teliti, semua lahan yang dikelola PT Torganda itu, baik yang ada di Rokan Hulu, maupun di Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, sumbernya berasal dari lahan masyarakat dan ada suratnya,” jelas Aziz.

Aziz mengatakan lahan yang saat ini menjadi persoalan sebelumnya diserahkan warga kepada Koperasi Karya Bakti yang bekerja sama dengan PT Torganda.

“Lahan yang sedang bersoal saat ini, suratnya diserahkan warga ke Koperasi Karya Bakti yang bekerja sama dengan Torganda. Jadi, sekarang surat tanah yang asli itu ada di Torganda,” jelasnya.

Setelah diambil alih Satgas PKH, kata Aziz, masyarakat pemilik lahan tidak lagi mendapatkan hasil dari kebun tersebut. Kondisi serupa disebut terjadi pada masyarakat lain di Rokan Hulu dan Padang Lawas Utara yang lahannya dikerjasamakan dengan PT Torganda.

Karena tidak lagi mendapatkan hasil dari kebun, warga kemudian ingin mengambil kembali lahan tersebut untuk masa depan mereka. Namun, upaya itu memicu bentrokan hingga penyerangan terhadap warga.

Aziz khawatir kejadian serupa kembali terjadi jika masyarakat lain berupaya mengambil kembali lahan mereka.

“Bukan tidak mungkin warga lain yang akan mengambil lahannya kembali, akan berujung sama dengan peristiwa yang terjadi saat ini. Mestinya, pemerintah mengecek dulu apakah lahan yang disita itu benar lahan Torganda atau milik masyarakat, jangan langsung main sita, biar tidak jadi pertumpahan darah seperti ini,” jelas Aziz.

Ia menilai tidak ada masyarakat yang bersedia kehilangan harta tanpa tahapan hukum yang jelas.

“Salah satu poin dalam surat itu, agar tidak dipersalahkan apabila terjadi bentrok berdarah di lapangan. Yang jadi pertanyaan kami, kenapa sekelas perusahaan negara, sampai melakukan hal semacam ini?” sambung Aziz.

Aziz menegaskan masyarakat hanya ingin lahan perkebunan sawit tersebut dikelola sendiri.

“Kami ingin tahu dasarnya perusahaan yang ditunjuk Satgas PKH itu lahannya apa? Kalau kemudian lantaran pelimpahan dari Satgas PKH, bukan berarti langsung bisa seenaknya mengelola lahan itu,” ujar Aziz.

Lahan-lahan yang disita Satgas PKH, sambung Aziz, dianggap tidak memiliki izin dan berada di dalam kawasan hutan.

Ia kemudian mempertanyakan dasar pengelolaan lahan tersebut apabila memang tidak memiliki izin.

“Kenapa saya bilang belum memiliki izin, karena Dirut (Direktur Utama) nya sendiri mengaku saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI pada Juli kemarin. Lalu, kalau memang lahan disita karena berada di kawasan hutan, buktikan dulu dong, betul nggak itu kawasan hutan,” kata Aziz.

Menurut Aziz, status kawasan hutan di Riau hingga 2016 masih berupa penunjukan. Ia juga menyinggung PP Nomor 33 Tahun 1970 tentang Perencanaan Hutan yang menurutnya mewajibkan pengukuhan kawasan hutan.

Polisi Buru Pelaku

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, membenarkan kejadian tersebut.

Kasus penyerangan telah dilaporkan ke Polsek Tambusai Utara. Polisi juga telah melakukan sejumlah tindakan, termasuk membawa korban untuk menjalani visum, membuat laporan, dan memeriksa para korban.

“Tindakan selanjutnya, memeriksa saksi-saksi, mencari keberadaan pelaku-pelaku dan melengkapi berkas,” kata Hasyim kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Sabtu.

Agrinas Sebut Ada Konflik Internal Koperasi

Sementara itu, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menanggapi konflik yang terjadi di Kebun Batang Kumu, Kecamatan Tambusai.

Sekretaris PT Agrinas Palma Nusantara, Bambang Agustian, mengatakan perusahaan mengetahui adanya dinamika dan konflik internal di lingkungan Koperasi Karya Bakti yang berkaitan dengan pengelolaan lahan plasma di wilayah Kebun Batang Kumu II, Regional 4 Riau.

Bambang mengatakan perusahaan telah melakukan koordinasi dan upaya mediasi bersama pihak-pihak terkait serta berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Perusahaan telah melakukan koordinasi dan upaya mediasi bersama para pihak terkait, serta berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” kata Bambang melalui keterangan tertulis, Minggu.

Bambang menjelaskan, benturan antarkelompok di lapangan mengakibatkan sejumlah pihak mengalami luka-luka.

Perusahaan bersama aparat keamanan telah mengambil langkah untuk meredakan situasi dan memastikan pihak-pihak yang membutuhkan mendapatkan penanganan medis.

Terkait dugaan pelanggaran hukum yang terjadi dalam rangkaian peristiwa tersebut, perusahaan telah berkoordinasi dan menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami menegaskan bahwa PT Agrinas Palma Nusantara tidak berada dalam posisi untuk memihak kepada salah satu kelompok dalam konflik internal tersebut,” jelas Bambang.

Perusahaan menyatakan menghormati proses hukum dan mengedepankan penyelesaian secara tertib, dialogis, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

PT Agrinas Palma Nusantara juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan terkait untuk menjaga keamanan dan kelancaran operasional di wilayah Kebun Batang Kumu II.

Bambang mengimbau seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

“Kami mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri, tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi, serta mengutamakan penyelesaian melalui mekanisme yang telah disepakati dan sesuai dengan hukum yang berlaku,” tambah Bambang.

Perusahaan menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi lebih lanjut apabila terdapat perkembangan yang relevan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Putri Nusantara Kalah, Pelatih Muda Timnas Indonesia U-16 Ungkap Peluang Tembus Tim Utama di Kualifikasi Piala Asia U-17 

Putri Nusantara Kalah, Pelatih Muda Timnas Indonesia U-16 Ungkap Peluang Tembus Tim Utama di Kualifikasi Piala Asia U-17 

Berbeda dari Garuda Pertiwi, Putri Nusantara telah dipastikan tersingkir dari turnamen internasional perdana ini setelah kalah dari Thailand dan Singapura tanpa melihat hasil pertandingan terakhir melawan Yordania. 
Bung Ropan Resmi Umumkan Garuda Calling, Timnas Indonesia Diklaim Tanpa Rizky Ridho di FIFA ASEAN Cup 2026

Bung Ropan Resmi Umumkan Garuda Calling, Timnas Indonesia Diklaim Tanpa Rizky Ridho di FIFA ASEAN Cup 2026

Dari 26 pemain yang disebut, Bung Ropan mengungkapkan kejutan terbesar dengan absennya bek sekaligus kapten kedua Timnas Indonesia, Rizky Ridho.
Nasib Keuangan Shio Ular 18 Agustus 2026, Dapat Cuan Melimpah atau Malah Tertipu Mentah-mentah?

Nasib Keuangan Shio Ular 18 Agustus 2026, Dapat Cuan Melimpah atau Malah Tertipu Mentah-mentah?

Tanggal 18 Agustus 2026 akan menjadi panggung ujian bagi Shio Ular dalam memanfaatkan insting tajamnya demi meraup keuntungan finansial atau justru terjebak dalam perangkap manis yang menyamar sebagai peluang emas.
Membuka Peluang Baru Bagi Rezeki yang Tersendat, Doa Pembuka Rezeki Sebagai Penenang Hati dan Penguat Ikhtiar

Membuka Peluang Baru Bagi Rezeki yang Tersendat, Doa Pembuka Rezeki Sebagai Penenang Hati dan Penguat Ikhtiar

Tak jarang seseorang merasa aliran rezekinya tersendat. Usaha semata tidaklah cukup tanpa diimbangi doa dan sikap tawakal kepada Allah SWT. Amalkan doa berikut
Momentum HUT ke-81 RI, Jasa Marga Perkuat Transformasi Layanan Publik

Momentum HUT ke-81 RI, Jasa Marga Perkuat Transformasi Layanan Publik

Momentum HUT ke-81 RI turut dimaknai PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk memperkuat kualitas layanan jalan tol melalui penguatan operasional, digitalisasi dan kolaborasi.
Tak Ada Kursi VIP di Upacara HUT RI, Lucky Hakim Ajak Pejabat Berdiri Kepanasan Bareng Warga

Tak Ada Kursi VIP di Upacara HUT RI, Lucky Hakim Ajak Pejabat Berdiri Kepanasan Bareng Warga

Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Indramayu, Jawa Barat, Senin (17/8/2026), berlangsung dengan suasana berbeda dari biasanya.

Trending

Bung Ropan Resmi Umumkan Garuda Calling, Timnas Indonesia Diklaim Tanpa Rizky Ridho di FIFA ASEAN Cup 2026

Bung Ropan Resmi Umumkan Garuda Calling, Timnas Indonesia Diklaim Tanpa Rizky Ridho di FIFA ASEAN Cup 2026

Dari 26 pemain yang disebut, Bung Ropan mengungkapkan kejutan terbesar dengan absennya bek sekaligus kapten kedua Timnas Indonesia, Rizky Ridho.
Putri Nusantara Kalah, Pelatih Muda Timnas Indonesia U-16 Ungkap Peluang Tembus Tim Utama di Kualifikasi Piala Asia U-17 

Putri Nusantara Kalah, Pelatih Muda Timnas Indonesia U-16 Ungkap Peluang Tembus Tim Utama di Kualifikasi Piala Asia U-17 

Berbeda dari Garuda Pertiwi, Putri Nusantara telah dipastikan tersingkir dari turnamen internasional perdana ini setelah kalah dari Thailand dan Singapura tanpa melihat hasil pertandingan terakhir melawan Yordania. 
Mendagri Tito Karnavian Pimpin Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Natas Lehong Manggarai Timur

Mendagri Tito Karnavian Pimpin Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Natas Lehong Manggarai Timur

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). 
Mengenal Kolonel Inf Priyo Handoyo, Sosok di Balik Komandan Upacara HUT RI ke-81 di Istana Merdeka

Mengenal Kolonel Inf Priyo Handoyo, Sosok di Balik Komandan Upacara HUT RI ke-81 di Istana Merdeka

Siapa Kolonel Priyo Handoyo? Simak profil dan perjalanan karier perwira TNI AD yang dipercaya menjadi Komandan Upacara HUT RI ke-81 di Istana Merdeka.
Polda NTT Turunkan Tim Psikologi untuk Gelar Trauma Healing dengan Teknik USEFT bagi Korban Gempa

Polda NTT Turunkan Tim Psikologi untuk Gelar Trauma Healing dengan Teknik USEFT bagi Korban Gempa

Kepedulian Polda NTT tidak hanya sebatas memberikan bantuan hingga mengevakuasi korban gempa yang terjadi di NTT pada Sabtu (15/8) lalu. Namun, Polda NTT juga
Link Streaming Upacara HUT RI ke-81 17 Agustus 2026 di Istana Merdekaa, Mulai Pukul 10.00 WIB

Link Streaming Upacara HUT RI ke-81 17 Agustus 2026 di Istana Merdekaa, Mulai Pukul 10.00 WIB

Nonton upacara HUT RI ke-81 17 Agustus 2026 di Istana Merdeka lewat link live streaming resmi. Saksikan Detik-Detik Proklamasi mulai pukul 10.00 WIB.
Bisa Bela Timnas Indonesia? Ini Profil Kieron Bowie, Striker Serie A yang Ikut Kirim Ucapan HUT RI ke-81 Bareng Jay Idzes

Bisa Bela Timnas Indonesia? Ini Profil Kieron Bowie, Striker Serie A yang Ikut Kirim Ucapan HUT RI ke-81 Bareng Jay Idzes

Kieron Bowie, striker Liga Italia yang ikut ucapkan HUT RI ke-81 bersama Jay Idzes. Momen itu memancing penasaran soal peluang Bowie membela Timnas Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT