Viral Video Bocah di Sidikalang Gemetaran, Luka di Kepala Diduga Jadi Korban Penyiksaan Pengasuh
- Tangkapan layar instagram
tvOnenews.com - Sebuah video yang memperlihatkan kondisi mengenaskan seorang bocah di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mendadak viral di media sosial.
Di tengah luka pada bagian kepala, mulut, dan tubuhnya, anak tersebut mengungkap kondisi keluarga yang membuat kisahnya semakin memilukan: sang ayah disebut sedang menjalani hukuman penjara, sementara keberadaan ibunya tidak diketahui.
Kasus ini semakin mengundang perhatian setelah polisi menemukan bahwa bukan hanya satu anak yang diduga menjadi korban.
Seorang anak berusia 7 tahun berinisial AGP ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan. Setelah dilakukan pemeriksaan, adik kandungnya yang masih berusia 6 tahun, AP, juga diketahui mengalami dugaan penganiayaan.
Polisi kini telah menangkap seorang perempuan berinisial RS (52), yang disebut sebagai orang tua asuh sekaligus bibi kedua korban.
Dugaan kekerasan tersebut masih dalam proses penyelidikan, sementara kedua anak telah dibawa untuk mendapatkan perawatan. Polisi juga mendalami dugaan bahwa kekerasan terhadap korban terjadi lebih dari sekali.
Video Viral Ungkap Kondisi Dua Bocah di Dairi
Kasus tersebut mencuat setelah video kondisi salah satu korban beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, korban terlihat mengalami luka pada bagian kepala, mulut, serta sejumlah bagian tubuh lainnya.
Korban juga mengungkapkan kondisi keluarganya dalam video tersebut.
"Namaku Alvin Satria Purba, Bapakku Satria Purba, Dipenjara Narkoba. Mamakku gak tau dimana. Aku disiksa disini.," ujar sang bocah dalam video tersebut.
Kasi Humas Polres Dairi AKP Syahrial Ramadhan membenarkan adanya dugaan penganiayaan terhadap anak tersebut. AGP disebut pertama kali ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan dengan luka yang diduga merupakan bekas kekerasan.
"Pelaku sudah ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Dairi. Pelaku merupakan orang tua asuh korban sekaligus bibi korban," kata Syahrial.
Dari pemeriksaan lanjutan, polisi kemudian mengetahui bahwa adik korban, AP, juga mengalami dugaan kekerasan.
"Ternyata adik korban juga mengalami penganiayaan. Mereka abang-adik kandung dan sudah kita bawa untuk mendapatkan perawatan," ungkapnya.
Penemuan tersebut membuat kasus tidak lagi hanya menyangkut dugaan kekerasan terhadap satu anak. Penyidik kini perlu mengungkap bagaimana kedua korban diasuh, sejak kapan mereka mengalami dugaan kekerasan, serta apakah penganiayaan benar terjadi berulang sebagaimana pengakuan korban.
Load more