Cegah Penularan PMK, Peternak Sapi Lebih Ekstra dalam Pemeliharaan
- Tim TvOne/ Dedi
Padangsidimpuan, Sumatera Utara - Jelang hari Raya Idul Adha, permintaan sapi kurban di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, mengalami peningkatan. Namun di tengah maraknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) para peternak sapi harus lebih ekstra dalam melakukan pemeliharaan sapi kurban.
Seperti yang dilakukan Basiran, warga di Desa Labuan Labo, Kecamatan Padangsidempuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, saat ditemui tvonenews.com Sabtu, (11/6/2022) Siang di lokasi peternakan sapi miliknya.
Basiran mengatakan, sapi kurban yang berasal dari luar daerah harus dikarantina minimal 12 hari, sebelum akhirnya digabungkan dengan sapi ternak lainnya. "Di tengah PMK saat ini kita harus melakukan perawatan ekstra untuk sapi-sapi kita. Seperti membersihkan kandang harus rutin, sapi dimandikan dua kali sehari dan dilakukan penyemprotan disinfektan dua kali dalam satu hari," ungkap Basiran.
Menurut Basiran perawatan sapi yang paling penting adalah pola pengaturan pakan dan kenyamanan sapi pada malam hari, serta pemberian vitamin.
Sementara itu, memasuki hari raya Idul Adha permintaan sapi kurban tetap tinggi meski di tengah wabah PKM. Sedangkan untuk harga jual tahun ini juga mengalami kenaikan dari tahun lalu. Biasanya harga sapi kurban Rp13,5 juta, kini menjadi Rp14, 5 juta. Sedangkan untuk sapi ukuran besar dipatok dari Rp15 juta hingga Rp18 juta.(dho/wna)
Load more