News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polda Sumsel Gandeng 85 Serdik Sespim untuk Perkuat Edukasi dan Penanganan Karhutla

Kapolda Sumsel berharap kehadiran peserta didik Sespim tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menghasilkan masukan, inovasi dan rekomendasi penanganan karhutla.
Rabu, 9 September 2026 - 15:54 WIB
Polda Sumatera Selatan menggandeng 85 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri untuk memperkuat penanganan karhutla.
Sumber :
  • Polda Sumsel

Jakarta, tvOnenews.com — Polda Sumatera Selatan menggandeng 85 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri untuk memperkuat edukasi, pencegahan, sekaligus mendalami penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan, Rabu (9/9/2026).

Sebanyak 85 peserta didik tersebut terdiri atas 13 Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-36, 64 Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67, dan delapan Serdik SPPK. Kegiatan Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) dan Kuliah Kerja Profesi (KKP) ini menjadi pembelajaran lapangan dalam melihat langsung penanganan Karhutla di wilayah Sumsel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan langkah menyeluruh, mulai dari edukasi dan pencegahan, verifikasi hotspot, pemadaman, penegakan hukum hingga rehabilitasi lahan.

“Penanganan Karhutla tidak cukup hanya pada saat pemadaman. Ada langkah preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga rehabilitasi. Semua menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan,” ujar Sandi.

Kapolda menjelaskan, setiap hotspot yang terdeteksi segera diverifikasi menggunakan helikopter, drone maupun tim darat. Pada 8 September 2026 tercatat 369 hotspot yang setelah diverifikasi ditemukan 31 titik api. Luas lahan terbakar mencapai 214,6 hektare, dengan 192,5 hektare telah berhasil dipadamkan.

Polda Sumsel juga terus melakukan inovasi dalam pemadaman, termasuk penggunaan formula khusus untuk meningkatkan efektivitas penggunaan air serta melakukan pengecekan dan pendinginan hingga malam hari guna memastikan bara api benar-benar padam.

Kapolda berharap kehadiran peserta didik Sespim tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menghasilkan masukan, inovasi dan rekomendasi untuk memperkuat penanganan Karhutla di Sumatera Selatan.

“Kami berharap para peserta didik dapat memberikan masukan, saran maupun inovasi yang konstruktif agar penanganan Karhutla dapat semakin efektif dan maksimal,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para Serdik juga mengemban tugas sebagai Satgas Edukasi Polri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pencegahan dan dampak Karhutla. Mereka juga diarahkan mempelajari praktik penanganan di lapangan serta mengidentifikasi permasalahan dan solusi yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan kolaborasi tersebut memberikan manfaat bagi kedua pihak.

“Para Serdik mendapatkan pembelajaran langsung mengenai penanganan Karhutla, sementara Polda Sumsel memperoleh tambahan kekuatan dalam edukasi masyarakat serta pemikiran dan rekomendasi untuk memperkuat pencegahan dan penanganan di lapangan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Polda Sumsel berharap penanganan Karhutla semakin kuat tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga melalui edukasi, inovasi dan pengembangan praktik baik yang dapat diterapkan untuk melindungi masyarakat serta lingkungan Sumatera Selatan. (rpi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

83 Personel Damkar Padamkan Kebakaran Rumah di Pesanggrahan Jaksel, Tak Ada Korban Jiwa

83 Personel Damkar Padamkan Kebakaran Rumah di Pesanggrahan Jaksel, Tak Ada Korban Jiwa

Sebuah rumah tinggal yang berlokasi di Jalan Baru 2, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ludes dilalap api. 
Ditjen Bina Pemdes Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di 8 Kabupaten, Ini Tahapan dan Manfaatnya

Ditjen Bina Pemdes Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di 8 Kabupaten, Ini Tahapan dan Manfaatnya

Kemendagri mempercepat penegasan batas desa tahap 2 di delapan kabupaten melalui program ILASPP untuk memberi kepastian hukum dan memetakan potensi masalah batas desa.
Keluarga Ungkap Komunikasi Terakhir Ari Basuki, Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Keluarga Ungkap Komunikasi Terakhir Ari Basuki, Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Keluarga ungkap komunikasi terakhir Ari Basuki, jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda. Ia sempat pamit liputan dan menghubungi anaknya sebelum hilang.
Juicy Luicy Viral Kena Geruduk Warganet usai Batalkan Manggung di Batam Gegara Over Bagasi, Akun Uan Sampai Hilang

Juicy Luicy Viral Kena Geruduk Warganet usai Batalkan Manggung di Batam Gegara Over Bagasi, Akun Uan Sampai Hilang

Nama Juicy Luicy tengah viral dan ramai diperbincangkan di media sosial, setelah grup musik asal Bandung tersebut dikabarkan batal tampil di festival di Batam.
Perpres 79/2026 Ubah Tata Kelola Tambang Timah, PT Timah Buka Suara soal Poin Krusial

Perpres 79/2026 Ubah Tata Kelola Tambang Timah, PT Timah Buka Suara soal Poin Krusial

PT Timah menyambut baik Perpres 79/2026 yang menjadi landasan baru tata kelola pertambangan timah di Bangka Belitung, mencakup biaya produksi, asal-usul material, dan sinergi lintas sektor.
Purbaya Ungkap Dana Rekening Gratis Rp50 Ribu untuk Warga 17 Tahun Berasal dari APBN

Purbaya Ungkap Dana Rekening Gratis Rp50 Ribu untuk Warga 17 Tahun Berasal dari APBN

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan saldo awal Rp50 ribu untuk rekening warga usia 17 tahun berasal dari APBN dan diambil dari cadangan belanja.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Pesan terakhir Fajar Sahrudin untuk sang kakak menjadi sorotan setelah dirinya ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pesan itu.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT