News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat: Tol Sicincin-Bukittinggi Dinilai Penting sebagai Jalur Alternatif Pengganti Lembah Anai

Pengamat kebencanaan dan tata ruang Timtim Deby Purnasebta menilai kelanjutan pembangunan jalan tol dari Sicincin ke Bukit Tinggi sangat penting untuk menciptaka
Jumat, 18 September 2026 - 21:10 WIB
Pengamat kebencanaan dan tata ruang Timtim Deby Purnasebta.
Sumber :
  • tim tvOne/Andri Saputra

Padang Pariaman, tvOnenews.com – Pengamat kebencanaan dan tata ruang Timtim Deby Purnasebta menilai kelanjutan pembangunan jalan tol dari Sicincin ke Bukit Tinggi sangat penting untuk menciptakan redundansi jaringan transportasi di Sumatera Barat. Hal ini disampaikan dalam wawancara di Padang Pariaman pada Jumat (18/9/ 2026). 

Menurutnya, keberadaan jalur alternatif ini bukan hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana dan ketahanan wilayah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tim-tim mengungkapkan bahwa selama ini Lembah Anai menjadi satu-satunya jalur utama penghubung Padang-Bukittinggi. Kondisi itu membuat sistem transportasi Sumatera Barat sangat rentan ketika jalur tersebut terganggu oleh bencana. 

“Ketika salah satu jalur utama mengalami gangguan atau bencana, kita bisa ada alternatif lain,” ujarnya. 

Ia mencontohkan peristiwa banjir bandang atau galodo yang sempat memutus total distribusi logistik, kegiatan ekonomi, dan akses masyarakat. Akibatnya, biaya logistik dari Padang ke Bukittinggi meningkat karena harus melalui Sitinjau Lauik.

Pengamat yang juga praktisi GIS (Geographic Information System) ini menjelaskan bahwa kerentanan di Lembah Anai bukan semata masalah infrastruktur, melainkan kondisi bentang alam yang memang rawan.

“Dari sudut pandang kebencanaan geologi, lanskap di situ memiliki kerentanan tinggi, baik dari kemiringan lereng maupun aliran sungai yang berdampingan dengan jalan,” katanya. 

Ia menambahkan bahwa risiko bencana muncul ketika hujan ekstrem bertemu dengan bentang lahan yang rapuh. Wilayah seperti Palupuah, Lembah Anai, dan jalur menuju Padang Payangan disebutnya memiliki kerentanan tinggi karena berada di daerah Bukit Barisan.

Menurutnya, pembangunan tol Sicincin-Bukittinggi tidak berarti bebas dari bencana, tetapi memberikan pilihan lain saat jalur utama terganggu. 

“Redundansi itu dibutuhkan, bukan berarti tol nanti bebas bencana, tapi ketika satu jalur lumpuh, kita masih punya pilihan lain,” tuturnya.

Ia juga menyoroti bahwa jalur alternatif yang saat ini ada, seperti Malalak dan Sitinjau Lauik, emiliki kerentanan longsor yang sama tingginya dengan Lembah Anai berdasarkan peta kerentanan gerakan tanah.

Pengamat yang terlibat dalam perencanaan awal tol ini mengatakan bahwa rencana trase sempat melewati kawasan Kayu Tandang hingga Kayu Tanam menuju Tambang. Hal itu dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada satu kawasan rawan bencana. “Paling tidak kita tidak bertumpu pada satu kawasan. Ketika ada gangguan di Lembah Anai, akses Padang-Bukittinggi masih bisa melalui kawasan lain,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap proyek strategis nasional ini. Meski ia memahami adanya keberatan dari warga yang tanahnya terdampak, ia berharap pemerintah daerah, tokoh adat, dan pihak terkait dapat menyamakan persepsi. 

“Kita kembalikan bahwa tujuannya untuk kepentingan umum dan nasional demi memajukan sistem transportasi Sumatera Barat, baik konektivitas, distribusi logistik, maupun ketahanan wilayah,” katanya. 

Ia menambahkan bahwa pembangunan tol ini harus dilihat sebagai upaya preventif, bukan hanya mempercepat perjalanan.

Tantangan terbesar dalam proyek ini, menurut pengamat tersebut, adalah pembebasan lahan. Berdasarkan pengalamannya sejak 2021 pada tahap pembebasan lahan di Padang Sicincin, masalah teknis bukanlah kendala utama. 

“Begitu lahan bebas, pembangunan bisa berjalan. Yang sering menjadi ganjalan adalah sengketa dan keberatan pemilik tanah, yang merupakan ciri khas unik di Sumatera Barat,” ujarnya. 

Ia mendorong pemerintah untuk melakukan pendekatan sosial yang lebih komprehensif dan transparan kepada masyarakat, sehingga tujuan pembangunan yang lebih luas dapat dipahami bersama.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa proyek-proyek lain seperti reaktivasi kereta api dan flyover di Padang Luar juga berpotensi menghadapi persoalan lahan serupa. Karena itu, selain pendekatan teknis, pendekatan sosial harus menjadi prioritas agar pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat tidak terhambat. (Asa/wna)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai sekarang belajar mengamalkan amalan rezeki ini. Sangat mudah dan dianjurkan langsung Ustaz Khalid Basalamah.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT