Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Pendekatan tersebut menekankan bahwa setiap anak berhak berpartisipasi dalam kegiatan belajar bersama teman-temannya. Ketika dukungan umum belum mencukupi, siswa dapat memperoleh bantuan yang lebih spesifik berdasarkan kebutuhan mereka.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa pendidikan inklusif membutuhkan lebih dari sekadar penerimaan siswa di sekolah. Dukungan tenaga pendidik, fasilitas, keluarga, dan lingkungan sosial turut menentukan kesempatan anak untuk berkembang.
Sr. Klara Duha Mendirikan Yayasan untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Nias
Di Nias, Sumatera Utara, kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus diwujudkan Sr. Klara Duha, seorang biarawati yang mendedikasikan hidupnya untuk mendampingi mereka agar memperoleh pendidikan, kasih sayang, dan kesempatan membangun masa depan.
Minimnya fasilitas pendukung, keterbatasan sumber daya, tekanan ekonomi keluarga, serta pengucilan sosial menjadi tantangan yang dihadapi sebagian anak dan keluarga. Kondisi tersebut mendorong Sr. Klara mendirikan Yayasan Karya Berkat Faomasi sebagai tempat bernaung dan ruang pendampingan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Bagi Sr. Klara, setiap anak memiliki potensi yang layak dikembangkan. Keterbatasan fisik maupun kondisi perkembangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghalangi mereka mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.
"Setiap anak memiliki potensi. Mereka hanya membutuhkan kesempatan, pendampingan, dan orang-orang yang percaya pada kemampuan mereka. Sudah seharusnya setiap orang melayani Tuhan dalam diri sesama yang menderita," kata Sr. Klara Duha, Jumat (9/10/2026).
Prinsip tersebut menjadi dasar pendampingannya. Anak-anak tidak hanya membutuhkan bantuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, tetapi juga kesempatan untuk mengenali kemampuan, mengembangkan bakat, dan membangun keyakinan terhadap diri sendiri.
Dengan pendekatan yang mengutamakan kasih dan penerimaan, anak-anak didorong untuk menunjukkan kemampuan masing-masing. Dukungan ini juga dirasakan keluarga yang membutuhkan pendampingan dalam menghadapi tantangan membesarkan anak berkebutuhan khusus.
- ist
Mengasah Kemampuan, Membangun Kemandirian, dan Menghapus Stigma
Dalam menjalankan misinya, Sr. Klara berfokus pada tiga hal utama, yakni pengembangan kemampuan, pembentukan kemandirian, dan pemulihan rasa percaya diri. Anak-anak diajarkan keterampilan hidup praktis agar lebih mampu menjalani aktivitas sehari-hari, berinteraksi dengan lingkungan, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Load more