News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:06 WIB
Ilustrasi: Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Pendekatan tersebut menekankan bahwa setiap anak berhak berpartisipasi dalam kegiatan belajar bersama teman-temannya. Ketika dukungan umum belum mencukupi, siswa dapat memperoleh bantuan yang lebih spesifik berdasarkan kebutuhan mereka.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa pendidikan inklusif membutuhkan lebih dari sekadar penerimaan siswa di sekolah. Dukungan tenaga pendidik, fasilitas, keluarga, dan lingkungan sosial turut menentukan kesempatan anak untuk berkembang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sr. Klara Duha Mendirikan Yayasan untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Nias

Di Nias, Sumatera Utara, kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus diwujudkan Sr. Klara Duha, seorang biarawati yang mendedikasikan hidupnya untuk mendampingi mereka agar memperoleh pendidikan, kasih sayang, dan kesempatan membangun masa depan.

Minimnya fasilitas pendukung, keterbatasan sumber daya, tekanan ekonomi keluarga, serta pengucilan sosial menjadi tantangan yang dihadapi sebagian anak dan keluarga. Kondisi tersebut mendorong Sr. Klara mendirikan Yayasan Karya Berkat Faomasi sebagai tempat bernaung dan ruang pendampingan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Bagi Sr. Klara, setiap anak memiliki potensi yang layak dikembangkan. Keterbatasan fisik maupun kondisi perkembangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghalangi mereka mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.

"Setiap anak memiliki potensi. Mereka hanya membutuhkan kesempatan, pendampingan, dan orang-orang yang percaya pada kemampuan mereka. Sudah seharusnya setiap orang melayani Tuhan dalam diri sesama yang menderita," kata Sr. Klara Duha, Jumat (9/10/2026).

Prinsip tersebut menjadi dasar pendampingannya. Anak-anak tidak hanya membutuhkan bantuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, tetapi juga kesempatan untuk mengenali kemampuan, mengembangkan bakat, dan membangun keyakinan terhadap diri sendiri.

Dengan pendekatan yang mengutamakan kasih dan penerimaan, anak-anak didorong untuk menunjukkan kemampuan masing-masing. Dukungan ini juga dirasakan keluarga yang membutuhkan pendampingan dalam menghadapi tantangan membesarkan anak berkebutuhan khusus.

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif
Sumber :
  • ist

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengasah Kemampuan, Membangun Kemandirian, dan Menghapus Stigma

Dalam menjalankan misinya, Sr. Klara berfokus pada tiga hal utama, yakni pengembangan kemampuan, pembentukan kemandirian, dan pemulihan rasa percaya diri. Anak-anak diajarkan keterampilan hidup praktis agar lebih mampu menjalani aktivitas sehari-hari, berinteraksi dengan lingkungan, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Bertekad Akhiri Catatan Buruk di Mandalika, Marc Marquez Sebut Data Musim Lalu Sangat Membantunya Hadapi MotoGP Indonesia 2026

Bertekad Akhiri Catatan Buruk di Mandalika, Marc Marquez Sebut Data Musim Lalu Sangat Membantunya Hadapi MotoGP Indonesia 2026

Marc Marquez membawa misi khusus pada MotoGP Indonesia 2026 dengan tekad mengakhiri rentetan hasil buruknya di Sirkuit Mandalika.

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT