Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pendidikan inklusif yang ditekankan UNESCO, yakni memastikan setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar tanpa diskriminasi berdasarkan kondisi maupun latar belakangnya.Â
Keragaman kemampuan seharusnya menjadi pertimbangan dalam membangun sistem pendidikan, bukan alasan untuk mengecualikan seseorang.
Namun, upaya menciptakan lingkungan inklusif tidak dapat hanya mengandalkan satu individu atau lembaga. Keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, dan organisasi kemanusiaan perlu bekerja sama memperluas akses terhadap pendidikan dan layanan pendukung.
Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan, melainkan individu yang memiliki kemampuan, keinginan, dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
Perjuangan Sr. Klara Duha melalui Yayasan Karya Berkat Faomasi membawa pesan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.Â
Inti perjuangannya adalah memastikan anak berkebutuhan khusus di Nias tidak kehilangan masa depan akibat keterbatasan fasilitas maupun stigma sosial, melainkan memperoleh pendampingan untuk membangun kemandirian, mengembangkan potensi, dan menjalani kehidupan yang bermartabat. (udn)
Load more