News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Banjir Padang Berulang di Titik yang Sama, Pakar GIS Soroti Tata Ruang dan Mitigasi

Lubuk Minturun di Kecamatan Koto Tangah, Lapau Munggu di Kecamatan Kuranji, hingga Tabing Banda Gadang di Kecamatan Nanggalo kembali terdampak. Puluhan warga terpaksa dievakuasi dari permukiman mereka. Peristiwa ini menambah daftar kejadian banjir di kawasan tersebut, setelah sebelumnya terjadi pada 27 November 2025 dan 3 Agustus 2026.
Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:58 WIB
Praktisi GIS, Timtim Deby Purnasebta.
Sumber :
  • Andri

“Fakta ini harus menjadi pintu masuk evaluasi, bukan kesimpulan terburu-buru bahwa rehabilitasi gagal. Pertanyaan mendasarnya: apakah pekerjaan pemulihan tersebut sudah memperhitungkan kemungkinan kejadian berulang dan kondisi lingkungan sekitarnya? Memulihkan kondisi setelah bencana itu tidak selalu sama dengan mengurangi risiko bencana berikutnya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menyoroti persoalan mendasar dalam pemulihan pascabencana: apakah pekerjaan yang dilakukan hanya mengembalikan kondisi fisik seperti semula atau sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana berikutnya?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertanyaan itu penting dijawab melalui pemeriksaan teknis dan evaluasi lapangan. Sebab, keberadaan proyek rehabilitasi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa risiko banjir telah berkurang. Sebaliknya, banjir yang kembali terjadi juga tidak otomatis membuktikan kegagalan proyek. Diperlukan data untuk mengukur efektivitas pekerjaan dan kesesuaiannya dengan kondisi lingkungan.

Timtim juga mengingatkan bahwa pembangunan yang telah sesuai izin atau peruntukan ruang belum tentu bebas dari risiko apabila aspek teknis hidrologi tidak diperhitungkan secara memadai.

Karena itu, evaluasi tidak cukup dilakukan dengan memeriksa kelengkapan perizinan. Kondisi daerah aliran sungai, kemampuan drainase menampung limpasan air, perubahan tutupan lahan, serta perkembangan permukiman di wilayah rawan juga perlu diperiksa.

Jangan Tunggu Banjir Berikutnya untuk Memetakan Risiko

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Timtim mendorong Pemerintah Kota Padang memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS) sebagai instrumen analisis dan pengambilan keputusan, bukan sekadar alat untuk menghasilkan peta visual.

Melalui GIS, data elevasi, kemiringan lereng, jaringan sungai, tutupan lahan, dan riwayat titik genangan dapat diintegrasikan serta divalidasi melalui survei lapangan. Data tersebut dapat membantu pemerintah mengenali pola banjir dan menentukan kawasan yang membutuhkan penanganan lebih dahulu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Langkah mendesak yang harus dilakukan pemerintah adalah menyusun Peta Kejadian Banjir Berulang. Dengan membandingkan data kejadian November 2025, Agustus 2026, dan Oktober 2026, kita bisa melihat pola presisi kawasan mana yang paling rentan,” ungkap Timtim.

Peta tersebut, lanjutnya, dapat menjadi dasar penyusunan Peta Prioritas Intervensi. Dengan begitu, alokasi anggaran dan perbaikan infrastruktur dapat diarahkan berdasarkan tingkat kerawanan serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menbud Fadli Zon Dorong Pencak Silat Mendunia melalui Festival Budaya Internasional di Belanda

Menbud Fadli Zon Dorong Pencak Silat Mendunia melalui Festival Budaya Internasional di Belanda

Menbud Fadli Zon dorong Pencak Silat mendunia lewat festival budaya internasional di Belanda, sekaligus memperkuat dukungan agar masuk Olimpiade.
Tiga Siswa SMK Pembawa Sajam yang Sebabkan Dua Pelajar SMP Tewas di Alam Sutera Diringkus Polisi

Tiga Siswa SMK Pembawa Sajam yang Sebabkan Dua Pelajar SMP Tewas di Alam Sutera Diringkus Polisi

Polisi menerangkan peristiwa itu terjadi pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB saat rombongan SMP 34 Kota Tangerang selesai menonton pertandingan futsal
Bawa Persija ke Puncak Klasemen, Shin Tae-yong Bongkar Perbedaan Melatih Timnas Indonesia dan Macan Kemayoran

Bawa Persija ke Puncak Klasemen, Shin Tae-yong Bongkar Perbedaan Melatih Timnas Indonesia dan Macan Kemayoran

Pelatih Persija, Shin Tae-yong, mengungkapkan perbedaan yang dirasakannya saat menangani Macan Kemayoran dibandingkan ketika masih tukangi timnas Indonesia.
Polres Pamekasan Panggil Sejumlah Pihak Terkait Perusakan Minimarket di Palengaan

Polres Pamekasan Panggil Sejumlah Pihak Terkait Perusakan Minimarket di Palengaan

Polres Pamekasan memanggil sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam perusakan minimarket di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Polisi Ungkap Penyebab Tewasnya Pria Terbungkus Sleeping Bag Hitam di Jakbar

Polisi Ungkap Penyebab Tewasnya Pria Terbungkus Sleeping Bag Hitam di Jakbar

Seorang pria menggegerkan warga usai ditemukan tewas terbungkus selimut berwarna hitam di sebuah indekos, yang terletak di Jalan Salam IV, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Terpopuler: Sosok Devand Febryan Pelaku Bullying di Tel-U, Sanksi Tegas Universitas Telkom, hingga Instagram Telkom University Diserbu Netizen

Terpopuler: Sosok Devand Febryan Pelaku Bullying di Tel-U, Sanksi Tegas Universitas Telkom, hingga Instagram Telkom University Diserbu Netizen

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler seputar identitas pelaku bullying di Universitas Telkom hingga gelombang protes di Instagram resmi Tel-U.

Trending

Resmi! KOVO Cup 2026 Tayang di TV Indonesia, Bisa Nonton Aksi Megawati Hangestri Secara Legal

Resmi! KOVO Cup 2026 Tayang di TV Indonesia, Bisa Nonton Aksi Megawati Hangestri Secara Legal

Kabar bahagia untuk volimania tanah air karena KOVO Cup 2026 bisa disaksikan di layar kaca Indonesia. Para penggemar pun bisa menyaksikan aksi Megawati Hangestri.
Cara Nonton KOVO Cup 2026, Nonton Aksi Megawati Hangestri Cs Legal Tanpa Perlu VPN

Cara Nonton KOVO Cup 2026, Nonton Aksi Megawati Hangestri Cs Legal Tanpa Perlu VPN

Berikut cara nonton live streaming KOVO Cup 2026, Megawati Hangestri dan kawan-kawan akan memulai perjuangannya di turnamen pramusim sebelum Hyundai Hillstate dan keenam klub lainnya tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Telkom University Jatuhkan Sanksi DO kepada Pelaku Bullying

Telkom University Jatuhkan Sanksi DO kepada Pelaku Bullying

Media sosial dihebohkan dengan kasus bullying yang terjadi di Universitas Telkom yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kedua pelaku kini kena sanksi
Polri Mutasi Pati dan Pamen Besar-besaran, 199 Personel dalam Jabatan Strategis Berganti

Polri Mutasi Pati dan Pamen Besar-besaran, 199 Personel dalam Jabatan Strategis Berganti

Tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026, yang ditandatangani oleh AS SDM Kapolri, Irjen Pol Deni Dharma Pala.
Dendam Jadi Motif Pelaku ke Teman Satu Asrama di Universitas Telkom?

Dendam Jadi Motif Pelaku ke Teman Satu Asrama di Universitas Telkom?

Wakil Rektor Bidang Admisi, Kemahasiswaan dan Endowment Universitas Telkom Ratri Wahyuningtyas menjelaskan motif pelaku melakukan bullying ke teman asramanya.
Lihat Megawati Hangestri Bernafsu Ambil Trofi yang Dipajang, Kim Da-in Tertawa Lepas

Lihat Megawati Hangestri Bernafsu Ambil Trofi yang Dipajang, Kim Da-in Tertawa Lepas

Kapten Hyundai Hillstate Kim Da-in tak kuasa menahan tawa setelah melihat partnernya musim depan Megawati Hangestri bernafsu ambil trofi KOVO Cup dan V-League.
Kabar Baik untuk John Herdman, Timnas Indonesia Diproyeksikan Langsung Lolos ke Putaran Kedua Kualifikasi PIala Dunia 2030

Kabar Baik untuk John Herdman, Timnas Indonesia Diproyeksikan Langsung Lolos ke Putaran Kedua Kualifikasi PIala Dunia 2030

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tampaknya mendapatkan kabar baik jelang Kualifikasi Piala Dunia 2030. Sebab, skuad Garuda diharapkan langsung tampil di putaran kedua.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT