Polisi Gerebek MP Club Pekanbaru, 63 Orang Diamankan Positif Sabu
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com — Tim Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau melakukan penggerebekan terhadap tempat hiburan malam MP Club di Kota Pekanbaru, Minggu (11/10/2026) dini hari, terkait peredaran narkotika.
Dirresnarkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengatakan, dalam operasi gabungan tersebut, sebanyak 68 orang diamankan. Namun diketahui, 63 orang diantaranya positif menggunakan narkotika jenis sabu.
Adapun puluhan orang yang terjaring dalam operasi ini diantaranya merupakan pengunjung, waitress, petugas keamanan atau security, serta asisten manajer.
“Seluruhnya menjalani pemeriksaan urine. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dari 47 laki-laki, sebanyak 42 orang dinyatakan positif mengandung amphetamine dan methamphetamine. Sementara itu, dari 21 perempuan, seluruhnya dinyatakan positif mengandung amphetamine maupun methamphetamine,” ungkap Putu, kepada wartawan, Selasa (13/10/2026).
- Istimewa
Selain mengamankan puluhan orang, pihak kepolisian juga turut menyita barang bukti berupa 7,5 butir pil ekstasi, ganja seberat 1,6 gram, serta uang tunai sebesar Rp14,3 juta yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika.
Kemudian, dari 68 orang yang diamankan, sebanyak delapan orang masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami peran masing-masing.
Sementara itu, 60 orang lainnya telah diserahkan untuk menjalani asesmen oleh Tim Asesmen Terpadu (TAT) di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau.
“Hasil asesmen akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan penanganan selanjutnya, termasuk kemungkinan proses hukum atau rekomendasi rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ucapnya.
Lebih lanjut, hingga saat ini petugas juga masih menelusuri asal-usul narkotika, dugaan transaksi di lokasi, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Penyidik juga mendalami dugaan adanya pihak dari luar yang datang untuk mengedarkan narkotika di dalam tempat hiburan malam tersebut.
“Proses penyelidikan dan penyidikan masih berjalan untuk memastikan peran masing-masing pihak serta mengungkap kemungkinan jaringan pemasok di atasnya,” ungkap Putu.
Selanjutnya, pasca dilakukannya operasi tersebut, petugas memasang police line untuk kepentingan penyelidikan. (ars/amr)
Load more