GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tambang Emas Tanpa Izin Marak, 3.920 Hektare Lahan Rusak di Merangin

Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Merangin, Jambi, marak. Sedikitnya 3.920 hektare lahan rusak yang terdapat di 189 titik dan tersebar di 12 kecamatan.
Jumat, 15 Juli 2022 - 13:48 WIB
Tambang Emas Tanpa Izin Marak, 3.920 Hektare Lahan Rusak di Merangin
Sumber :
  • Tim TvOne/Darlianto

Merangin, Jambi - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Merangin, Jambi, marak. Sedikitnya 3.920 hektare lahan rusak yang terdapat di 189 titik dan tersebar di 12 kecamatan. 

"Adapun lahan yang rusak akibat PETI, yaitu Kecamatan Margo Tabir 127 hektare, Pamenang Selatan 238 hektare, Lembah Masurai 30 hektare, Tabir Selatan 169 hektare, Nalotantan 110 hektare, Muara Siau 1.640 hektare, Renah Pamenang 73 hektare,’’ kata Bupati Merangin H Mashuri, pada rapat pengendalian dan penanggulangan kerusakan lingkungan akibat maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin, Kamis (14/7). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya tambah Mashuri, Kecamatan Tabir Timur 41 hektare, Pangkalan Jambu 800 hektare, Tabir 23 hektare, Sungai Manau 245 hektare, dan Kecamatan Bangko 424 hektare. 

"Ada ribuan hektare lahan kita di Kabupaten Merangin rusak akibat PETI," tambahnya.

Atas rusaknya ribuan lahan yang ada di Kabupaten Merangin, H Mashuri menegaskan, di hadapan para vamat dan forkopimda yang menghadiri rapat, dirinya akan mengusulkan Wilayah Tambang Rakyat (WTR) di 12 lokasi 9 desa dalam 6 kecamatan, guna mengendalikan kerusakan lahan.
 
"Kesembilan desa yang diusulkan jadi lokasi WTR itu yakni Desa Batang Kibul, Bukit Perentak, Ngaol, P Taman, Rantau Ngarai, Sekancing, Sungai Pinang, Rantau Bidaro dan Rantau Panjang Siau. Jika usulan WTR itu dikabulkan, izinnya akan dikelola koperasi atau perusahaan," tegasnya.

Sementara itu, Kajari Merangin RR Theresia Tri Widorini juga mengatakan, dalam hal pemberantasan PETI yang mengakibatkan rusaknya ribuan lahan di Kabupaten Merangin, perlunya penindakan tegas terhadap pemilik modal aksi PETI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk menghindari itu, sebagai masukan kedepannya, kita harus menindak tegas pemilik modal aksi PETI. Karena, selama ini yang ditindak itu hanya pekerjanya saja," tegas Kajari Merangin, RR Theresia Tri Widorini.

Dirinya juga menjelaskan, untuk mengatasi hal itu, penting adanya kerjasama antara Pemkab Merangin dan desa-desa yang warganya terindikasi melakukan aktivitas PETI. ‘’Untuk saat ini, dalam mengatasi itu, pentingnya kerjasama semua pihak. Dan, Reklamasi sangat kita butuhkan, untuk memulihkan kondisi lahan," tutupnya. (dar/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria berinisial S yang kedapatan membawa narkotika jenis ganja pada Kamis (28/5) dini hari.
Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa menimbulkan dampak berbahaya apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu, bahkan berisiko memicu serangan jantung
Misteri Kematian Lansia WNA di Tambun Bekasi, Tubuh Korban Dipenuhi Luka Bersimbah Darah

Misteri Kematian Lansia WNA di Tambun Bekasi, Tubuh Korban Dipenuhi Luka Bersimbah Darah

Polisi mengungkap fakta baru dibalik tewasnya warga negara asing (WNA) berinisial S (66) yang ditemukan bersimbah darah di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Dibalik Canggihnya Artificial Intelligence (AI) Real-Time, Ada Ancaman Kebocoran Data yang Mengintai

Dibalik Canggihnya Artificial Intelligence (AI) Real-Time, Ada Ancaman Kebocoran Data yang Mengintai

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini bergerak sangat cepat. Tidak lagi sekadar digunakan untuk chatbot atau rekomendasi konten

Trending

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB buka suara soal Prihantini yang terseret dugaan riset palsu di konferensi ilmiah Denmark, tegaskan tak terkait aktivitas akademik kampus.
Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, siap menjadi tandem baru Megawati Hangestri di V-League 2026/2027. Pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Korea.
Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Bek Persib Bandung, Frans Putros memberikan reaksi mengejutkan. Hal itu terjadi setelah ponsel diduga miliknya yang hilang saat pawai juara berhasil ditemukan.
Cara Nonton Live Streaming Road to UFC Season 5 Yudi Cahyadi vs Xie Bin Malam Ini

Cara Nonton Live Streaming Road to UFC Season 5 Yudi Cahyadi vs Xie Bin Malam Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Road to UFC Season 5 (RT5) dengan duel utama antara Yudi Cahyadi vs Xie Bin di kelas bulu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT