GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Modus Beri Bansos ke Warga, Sindikat Pencurian Emas Ditangkap Polisi

Berpura-pura sebagai petugas pemberi bantuan sosial (bansos), tiga orang pelaku sindikat pencurian emas diringkus aparat kepolisian Polsek Panjang, Bandar Lampung. Saat menyamar menjadi petugas pemberi bansos, para pelaku kemudian membawa kabur perhiasan berupa cincin dan gelang emas milik korban.
Jumat, 14 Oktober 2022 - 16:46 WIB
Tiga sindikat pencurian emas modus berikan bantuan sosial ditangkap Polsek Panjang, Bandar Lampung.
Sumber :
  • Tim TvOne/Pujiansyah

Bandar Lampung, Lampung - Berpura-pura sebagai petugas pemberi bantuan sosial (bansos), tiga orang pelaku sindikat pencurian emas diringkus aparat kepolisian Polsek Panjang, Bandar Lampung. Saat menyamar menjadi petugas pemberi bansos, para pelaku kemudian membawa kabur perhiasan berupa cincin dan gelang emas milik korban.

Ketiga tersangka yakni bernama Somsin alias Gembrot (43), Muhadi (45), serta Hendrik (26) sebagai penadah barang curian. Ketiganya merupakan warga Kelurahan Jagabaya 2, Bandar Lampung. Kanit Reskrim Polsek Panjang, Ipda Bastari menuturkan, bahwa ketiga pelaku berpura-pura menawarkan bantuan sosial kepada korban bernama Sudarsih, seorang ibu paruh baya yang sedang duduk sendirian di warung. Saat beraksi ketiga tersangka memiliki peran masing-masing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tersangka Komsin alias Gembrot mendatangi rumah calon korbannya dengan iming-iming mendapat bansos berupa sembako dan uang tunai. Untuk memuluskan rencananya, tersangka menelepon rekannya Muhadi yang sudah menunggu di luar rumah, dengan alasan korban terpilih sebagai warga penerima bansos dari pemerintah," kata Ipda Bastari, Jumat (14/10/2022).

Tak hanya sampai di situ, lanjut Ipda Bastari, tersangka pun meminta korban untuk melepaskan perhiasan berupa 10 gram cincin dan 15 gram gelang emas yang dikenakannya. Hal itu dikarenakan bantuan sembako tersebut hanya untuk orang miskin. Korban yang percaya kemudian menuruti permintaan tersangka.

"Saat korban lengah, tersangka dengan cepat mengambil perhiasan korban yang disimpan di dalam tas miliknya. Mereka kemudian kabur membawa perhiasan emas dengan total kerugian sebesar Rp20 juta," jelasnya.

Di hadapan petugas, tersangka Kosim mengaku menawarkan bantuan sosial berupa sembako yang akan diberikan oleh rekannya. Ia pun menyuruh korban untuk menyimpan perhiasannya dan ketika korban lengah, pelaku langsung membawa perhiasan itu. "Perhiasan sudah di tas. Terus saya langsung ambil tasnya yang berisi emas seberat 10 gram dan sejumlah uang," kata Kosim.

Perhiasan emas itu kemudian dijual dengan meminta bantuan seorang rekannya bernama Hendrik dengan harga Rp8 juta. Uang hasil penjualan emas curian itu kemudian dibagi rata serta sudah habis digunakan para tersangka untuk berfoya-foya. "Saya dapat hasil dari penjualan emas itu Rp4,1 juta," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain berhasil menangkap komplotan pencuri emas ini, polisi juga menyita barang bukti berupa ponsel dan pakaian yang digunakan tersangka saat beraksi, kartu keluarga, selebaran bantuan sosial sebagai modus para tersangka, serta sepeda motor yang digunakan komplotan pencuri saat beraksi.

Atas perbuatannya, komplotan pencuri emas ini kini mendekam di ruang tahanan Mapolsek Panjang, Bandar Lampung. Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian serta terancam hukuman pidana selama 5 tahun penjara. (puj/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Chromebook Jadi Sorotan, Pengamat Sebut Tim Khusus Nadiem Langgar Hierarki Negara

Kasus Chromebook Jadi Sorotan, Pengamat Sebut Tim Khusus Nadiem Langgar Hierarki Negara

Pengamat kebijakan publik, Yanuar Winarko, menilai keberadaan tim khusus eksternal dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) merupakan bentuk maladministrasi yang serius.
MC Lomba Cerdas Cermat Ikut Terseret dalam Polemik Jawaban Siswi Disalahkan Juri, Kini Sampaikan Maaf

MC Lomba Cerdas Cermat Ikut Terseret dalam Polemik Jawaban Siswi Disalahkan Juri, Kini Sampaikan Maaf

Seusai Terseret dalam polemik jawaban siswi yang disalahkan juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI, sang MC yang bertugas Shindy Lutfiana menyampaikan permohonan maaf
Keselamatan Prajurit Prioritas Utama, Kemenko Polkam Buka Peluang Tarik Pasukan TNI dari Lebanon

Keselamatan Prajurit Prioritas Utama, Kemenko Polkam Buka Peluang Tarik Pasukan TNI dari Lebanon

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan bahwa perlindungan nyawa prajurit TNI yang bertugas di Lebanon adalah harga mati. 
AFC: Timnas Indonesia U-17 Alami Kekecewaan Paling Menyakitkan di Piala Asia U-17

AFC: Timnas Indonesia U-17 Alami Kekecewaan Paling Menyakitkan di Piala Asia U-17

Timnas Indonesia U-17 kalah dari Jepang dengan skor akhir 1-3 di Lapangan A Kawasan Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Selasa (12/5/2026) malam. 
Dedi Mulyadi Gandeng Bank Indonesia, Fokus Bangun Ekonomi Jabar Berbasis Ekologi

Dedi Mulyadi Gandeng Bank Indonesia, Fokus Bangun Ekonomi Jabar Berbasis Ekologi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga menjaga keseimbangan alam. 
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 

Trending

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, ungkap perbuatan tak pantas Kiai Ashari selama bertahun-tahun: Awalnya disuruh mijat hingga temani tidur.
Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Skor akhir 3-1 kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia U-17 di laga pekan terakhir Grup B memastikan perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 berakhir. 
MC Lomba Cerdas Cermat Ikut Terseret dalam Polemik Jawaban Siswi Disalahkan Juri, Kini Sampaikan Maaf

MC Lomba Cerdas Cermat Ikut Terseret dalam Polemik Jawaban Siswi Disalahkan Juri, Kini Sampaikan Maaf

Seusai Terseret dalam polemik jawaban siswi yang disalahkan juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI, sang MC yang bertugas Shindy Lutfiana menyampaikan permohonan maaf
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah kekeliruan juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar ditawari beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok.
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Buntut Polemik Anulir Jawaban Siswa, MPR Nonaktifkan Juri dan MC dari Lomba Cerdas Cermat, Begini Alasannya

Buntut Polemik Anulir Jawaban Siswa, MPR Nonaktifkan Juri dan MC dari Lomba Cerdas Cermat, Begini Alasannya

Polemik jawaban siswi SMAN 1 Pontianak dianulir dewan juri dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MPR RI beri klarifikasi
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT