News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Usai Hadiri Peringatan HPN 2023, Jokowi Resmikan Terminal Amplas dan Terminal Tanjung Pinggir

Usai menghadiri acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 yang berlangsung di Gedung Serbaguna, Jalan Williem Iskandar, Deliserdang, Presiden Joko Widodo juga meresmikan Terminal Amplas di Kota Medan dan Terminal Tanjung Pinggir yang terletak di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. Kamis (9/2/2023) siang.
Kamis, 9 Februari 2023 - 18:14 WIB
Presiden Joko Widodo di Terminal Amplas Medan
Sumber :
  • Tim TvOne/Zulfahmi

Medan, Sumatera Utara - Usai menghadiri acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 yang berlangsung di Gedung Serbaguna, Jalan Williem Iskandar, Deliserdang, Presiden Joko Widodo juga meresmikan Terminal Amplas di Kota Medan dan Terminal Tanjung Pinggir yang terletak di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. Kamis (9/2/2023) siang.

Acara peresmian dua terminal itu, juga turut dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Dalam sambutanya, Jokowi mengungkapkan pembangunan dua terminal ini sebuah upaya pemerintah mengurai kemacetan dan layanan transportasi darat yang lebih baik untuk masyarakat. Sebab kemacetan bukan lagi terjadi di kota besar seperti Jakarta, tapi juga daerah di Sumut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya selalu mendorong untuk masyarakat menggunakan transportasi massal, baik itu yang namanya bus antar kota, bus antar pulau, juga transportasi masal di kota-kota besar," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, pembangunan dua Terminal Amplas Medan dan Terminal Tanjung Pinggir di Kota Pematang Siantar telah menghabiskan anggaran sebesar Rp43 miliar.

"Kita harapkan dengan pembangunan Terminal Amplas Kota Medan ini dan terminal Tanjung Pinggir Kota Pematang Siantar, budaya menggunakan transportasi bus ini bisa dikembangkan yang telah menghabiskan Rp43 miliar," ucap Jokowi.

Menurutnya, saat ini kemacetan tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga merambah di luar Jakarta seperti Medan, Bandung, Surabaya, Makassar dan kota besar lainnya. Oleh karenanya, fasilitas transportasi seperti terminal harus dibenahi.

Hal tersebut untuk mengembangkan budaya penggunaan transportasi massal di masyarakat. Sehingga kemacetan dapat terurai, lantaran tak semua masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.

"Namanya terminal bus, harus baik, harus bersih dan nyaman, tidak seperti terminal-terminal yang dulu, kotor banyak premannya dan berharap, setelah kedua terminal beroperasi dapat memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat,” harap Jokowi.

Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan dua terminal di Sumatera Utara secara khusus dibiayai oleh Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Adapun kedua terminal tersebut merupakan terminal tipe A.

"Saat ini kita sudah bangun sebagian, dan sebagian lagi ada tanah lagi yang kita bisa bangun dengan creative financing bekerjasama dengan swasta," kata Budi.

Budi menambahkan, untuk Terminal Amplas lahan yang digunakan semula merupakan milik pemerintah Kota Medan. Kemudian diserahkan kepada Kementerian Perhubungan untuk dibangun menjadi terminal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

diketahui Terminal Amplas merupakan terminal Tipe A yang menjadi pusat integrasi moda transportasi umum. Adapun revitalisasi yang sudah dilakukan Terminal Tipe A dilakukan secara tiga tahap yang dimulai sejak 2020 lalu.

Terminal Tipe A Amplas akan menerapkan konsep mixed use, sehingga terintegrasi dengan pusat kegiatan ekonomi masyarakat seperti mall, hotel, apartemen, serta food court. Sedangkan Terminal Tanjung Pinggir, Kota Pematang Siantar dulunya sempat berhenti beroperasi, namun pemerintah melakukan revitalisasi kembali. (zul/wna)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Usut Sosok-Sosok yang Diduga Ikut Kegiatan Ridwan Kamil di Luar Negeri saat Masih Jadi Gubernur Jawa Barat, Jubir KPK: Benar Dibutuhkan atau Tidak?

KPK Usut Sosok-Sosok yang Diduga Ikut Kegiatan Ridwan Kamil di Luar Negeri saat Masih Jadi Gubernur Jawa Barat, Jubir KPK: Benar Dibutuhkan atau Tidak?

KPK akan mengusut sosok-sosok yang diduga ikut kegiatan Ridwan Kamil (RK) di luar negeri saat dia menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, yakni pada periode 2018–2023.
Hasil Kejuaraan Beregu Asia 2026: Ana/Trias Menang, Indonesia 1-1 Hong Kong

Hasil Kejuaraan Beregu Asia 2026: Ana/Trias Menang, Indonesia 1-1 Hong Kong

Hasil Kejuaraan Beregu Asia 2026, di mana ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari berhasil meraih kemenangan pertama sehingga Indonesia menyamakan kedudukan menjaid 1-1 dari Hong Kong.
Sambut Perayaan Imlek dengan Pertunjukan Seni Budaya dan Bazar Kuliner Khas Cina

Sambut Perayaan Imlek dengan Pertunjukan Seni Budaya dan Bazar Kuliner Khas Cina

Menyambut perayaan tahun baru Cina atau Imlek, sebuah sekolah di kawasan Surabaya Timur menggelar kegiatan seni budaya dan bazar kuliner khas Cina.
Duka Mendalam Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Keluarga Dapat Trauma Healing hingga Bantuan

Duka Mendalam Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Keluarga Dapat Trauma Healing hingga Bantuan

Pascakejadian tersebut, Polda NTT mengirim tim konselor psikologi untuk memberikan trauma healing serta menyalurkan bantuan kepada keluarga korban.
Bakal Nyusul Main di Liga Indonesia? 3 Pemain Timnas Ini Jadi Sorotan

Bakal Nyusul Main di Liga Indonesia? 3 Pemain Timnas Ini Jadi Sorotan

"Gelombang mudik" pemain naturalisasi Timnas Indonesia ke kompetisi Super League diprediksi masih akan berlanjut. Setelah Shayne Pattynama dan Dion Markx lebih
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Kasus dugaan penelantaran anak yang menyeret nama artis Denada menjadi sorotan publik. Kini sudah mengakui Ressa sebagai anak.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT