News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DPS Pilkada Kota Yogyakarta 2024 Ditetapkan 321.273 Pemilih, Warga Bisa Beri Tanggapan dan Masukan

Data Pemilih Sementara (DPS) untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Yogyakarta 2024 ditetapkan sebanyak 321.273 pemilih.
Selasa, 13 Agustus 2024 - 16:13 WIB
Ilustrasi Pilkada Serentak 2024.
Sumber :
  • ANTARA/Ilustrator-Febrian

Yogyakarta, tvOnenews.com - Data Pemilih Sementara (DPS) untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Yogyakarta 2024 ditetapkan sebanyak 321.273 pemilih.

Jumlah tersebut berdasarkan rapat pleno berjenjang oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) maupun Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Total dari hasil DPS ada 321.273 pemilih. Untuk laki-laki 153.797 pemilih dan perempuan 167.476 pemilih," kata Zuhad Najamuddin, Komisioner Divisi Sistem dan Data Informasi, KPU Kota Yogyakarta dihubungi, Selasa (13/8/2024).

Zuhad menyampaikan bahwa jumlah 321.273 DPS sudah termasuk pemilih pemula maupun pemilih baru baik pemilih pemula dari daerah lain yang masuk ke Kota Yogyakarta maupun pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus. Di Kota Yogyakarta tercatat ada 651 TPS, termasuk 2 TPS khusus di rutas dan lapas.

Selepas penetapan DPS, proses selanjutnya yaitu pengumuman hasil DPS di tingkat kelurahan maupun RW selama 10 hari terhitung sejak 18 Agustus mendatang.

Dalam tahapan ini, KPU Kota Yogyakarta menerima tanggapan dan masukan dari masyarakat. 

"Nanti, hasil dari tanggapan dan masukan masyarakat akan kita plenokan secara berjenjang dan menjadi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP)," ucap Zuhad.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan begitu, jumlah DPS di Kota Yogyakarta sangat dimungkinkan berubah karena perubahan pemilih dan perpindahan administrasi kependudukan yang dinamis hingga penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Untuk DPT, nantinya akan diumumkan pada 22 September mendatang. 

"Kemudian, sehabis DPT kita masih ada Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Cuma kalau di Pilkada relatif karena cuma hanya sekota sehingga DPTb tidak seperti saat pileg dan pilpres. Mungkin hanya di rutan lapas yang perpindahan pemilihnya," pungkas Zuhad. (scp/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital.
Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Sebelum ini mantan istri Taufik Hidayat menceritakan sifat mantan suami ke KDM. Polda Jabar pun mengungkapkan.
Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Banyak pihak yang sama sekali tidak menyangka bahkan kecewa berat melihat Korea Selatan tampil melempem di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 ini. Mengapa?
PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyinggung soal partainya kerap dikaitkan dengan singkatan Partai Artis Nasional.
Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa Tengah kini mulai merasakan dampak kekeringan akibat masuknya musim kemarau. 
Terungkap Identitas Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang, Apakah Pejabat Publik? Ini Fakta Sebenarnya

Terungkap Identitas Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang, Apakah Pejabat Publik? Ini Fakta Sebenarnya

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Iwan Heristiawan mengungkap pelaku penganiayaan terhadap caddy golf bukan pejabat publik, tetapi pekerja wiraswasta.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT