GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Penyuntikan LPG Subsidi 3 kg ke 12 Kg, Pertamina Cabut Izin 5 Pangkalan di Kulon Progo

Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi berupa pencopotan izin lima pangkalan di Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta yang terlibat penyuntikan LPG subsidi 3 kg.
Rabu, 23 April 2025 - 21:37 WIB
Rilis kasus penyuntikan gas LPG subsidi 3 kg ke dalam gas LPG 12 kg di Kabupaten Kulon Progo, Rabu (23/4/2025).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi berupa pencopotan izin lima pangkalan di Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta yang terlibat penyuntikan LPG subsidi 3 kg.

"Per 16 April 2025 lalu, Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) kepada 5 pangkalan tersebut telah dilakukan," kata Taufiq Kurniawan, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Jateng DIY, Pertamina Patra Niaga saat rilis kasus di Mapolda DIY, Rabu (23/4/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia melanjutkan, Pertamina segera mencari pangkalan pengganti agar tidak terjadi kekosongan di masyarakat dan mengalihkan supply kepada 11 pangkalan terdekat yang masih dalam satu desa.

Selain itu, Pertamina telah menetapkan sanksi pembinaan kepada agen LPG yang mengampu pangkalan tersebut untuk lebih mengawasi pangkalan di bawahnya.

"Kami juga menyerahkan dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang dilakukan oleh Kepolisian sesuai kewenangan dan hukum yang berlaku," ucap Taufiq.

Terkait upaya antisipasi dan pengawasan, Pertamina bersama dengan kementerian terkait melakukan serangkaian upaya untuk penyaluran LPG 3 kg bersubsidi tepat sasaran.

Salah satunya, dengan pemberlakuan pembelian LPG melalui sistem subsiditepatlpg.mypertamina.id dan sistem informasi merchant apps pertamina untuk pendataan stok dan penjualan LPG 3 kg subsidi berbasis NIK.

Serta menggandeng pihak-pihak terkait di antaranya pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Kepolisian untuk terus memperkuat monitoring penyalurannya di lapangan atau pengecer.

Di sisi lain, Pertamina juga mengajak peran aktif dari masyarakat luas untuk sama-sama menjaga dan mengawal distribusi LPG subsidi agar terhindar dari kejahatan oleh oknum lainnya. 

Diberitakan sebelumnya, Ditreskrimsus Polda DI Yogyakarta mengamankan tiga pelaku dalam kasus ini di antaranya JS (46) selaku pemilik usaha serta PS (48) dan EA (39) selaku karyawan disana.

Mereka tertangkap tangan menyuntikkan LPG 3 kg ke dalam LPG 5,5 kg atau 12 kg. Proses pemindahannya, mereka menggunakan pemanas air dan tekanan udara dari kompresor.

"Jadi pelaku ini memindahkan isi tabung LPG 3 kg bersubsidi ke tabung LPG 5,5 kg atau 12 kg yang non subsidi dengan dua metode menggunakan water heater dan tekanan udara dari kompresor," kata AKBP Aris Munandar Hasyim, Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda DIY.

Adapun, LPG 3 kg yang digunakan berasal dari 6 pangkalan di Nanggulan yang dikelola oleh JS. Dalam sehari, para pelaku dapat memindahkan isi LPG bersubsidi 25 hingga 30 tabung.

Kemudian, tabung-tabung tersebut dijual dengan harga Rp 80.000 hingga Rp 90.000 untuk LPG 5,5 kg dan LPG 12 kg seharga Rp 188.000 hingga Rp 195.000. Keuntungan kotor dari penjualan 1 buah tabung LPG 5,5 kg kurang lebih Rp 30.000 dan LPG 12 kg seharga Rp 70.000.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Estimasi keuntungan bersih sekitar Rp 20 juta per bulan sejak beroperasi pada Januari 2024 lalu," ungkap Aris. 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah dalam UU Cipta Kerja (UU Nomor 11 Tahun 2020 dan UU Nomor 6 Tahun 2023) jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 60 Miliar. (scp/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramai soal Pilpres 2029, Pengamat Sebut PDIP Bisa Mainkan ‘Kartu Truf’ Megawati

Ramai soal Pilpres 2029, Pengamat Sebut PDIP Bisa Mainkan ‘Kartu Truf’ Megawati

Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai Megawati Soekarnoputri masih layak diperhitungkan oleh PDI Perjuangan untuk didorong pada Pilpres 2029.
Jusuf Hamka: Banyak Lapangan Kerja Tercipta dari Program MBG

Jusuf Hamka: Banyak Lapangan Kerja Tercipta dari Program MBG

Tokoh Muslim Tionghoa, Jusuf Hamka atau Baba Alun menepis anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mematikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ternyata Ini Alasan Persib Bandung Pinjamkan Febri Hariyadi ke Persis Solo

Ternyata Ini Alasan Persib Bandung Pinjamkan Febri Hariyadi ke Persis Solo

Persib Bandung meminjamkan Febri Hariyadi ke Persis Solo. Simak alasan di balik keputusan tersebut serta pesan emosional sang winger untuk Bobotoh.
Usai Diakui Anak Kandung oleh Denada, Ressa Rossano Berubah Total Mendadak Acuh, Pengacara: Ada Upaya Bikin Gaduh

Usai Diakui Anak Kandung oleh Denada, Ressa Rossano Berubah Total Mendadak Acuh, Pengacara: Ada Upaya Bikin Gaduh

Setelah diakui anak kandung oleh penyanyi Denada, Ressa Rossano justru kini tiba-tiba menjadi acuh.
Tawaran Kerja Ilegal di Luar Negeri Masih Marak Terjadi, Andy Saputra Ingatkan Masyarakat: Harus Jalur yang Sesuai

Tawaran Kerja Ilegal di Luar Negeri Masih Marak Terjadi, Andy Saputra Ingatkan Masyarakat: Harus Jalur yang Sesuai

Meningkatnya minat masyarakat Indonesia bekerja ke luar negeri dibayangi maraknya praktik kerja ilegal.
BRI Kembali Gelar Program Desa BRILiaN 2026, Perkuat Implementasi Asta Cita Melalui Pemberdayaan Ekonomi Desa

BRI Kembali Gelar Program Desa BRILiaN 2026, Perkuat Implementasi Asta Cita Melalui Pemberdayaan Ekonomi Desa

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali membuka pendaftaran Program Desa BRILiaN 2026 sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung Asta Cita Pemerintah

Trending

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 pekan ini yang akan diramaikan dengan sejumlah pertandingan di seri Sentul termasuk penentuan nasib Bandung bjb Tandamata dan Megawati Hangestri tak akan main.
Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Timnas Indonesia terus gencar memburu pemain keturunan demi meningkatkan daya saing level internasional. Namanya Jawa banget, Neraysho Kasanwirjo masuk radar?
Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Isu lama mengenai skandal perselingkuhan yang menyeret mendiang mantan istri Sule, Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana dibongkar oleh mantan asisten pribadi Lina
Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Berharap dilirik John Herdman untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia, striker keturunan Depok ini menggila di Belanda. Cetal 6 gol dan 2 assist hanya dari 2 laga
Top Skor Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Gagal Tembus Papan Atas, Megatron Terancam Terdepak dari 10 Besar

Top Skor Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Gagal Tembus Papan Atas, Megatron Terancam Terdepak dari 10 Besar

Top skor Proliga 2026 putri, di mana Megawati Hangestri (Jakarta Pertamina Enduro) terancam terdepak dari 10 besar seiring dominasi pemain asing yang tak terbendung.
Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa

Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa

Kiper Timnas Indonesia Emil Audero tampil solid ketika membela Cremonese saat ditahan imbang Genoa tanpa gol pada pekan ke-25 Liga Italia
Media Vietnam Heran Bukan Main, Timnas Indonesia kok Banyak Pemain Naturalisasi tapi Selalu Kalah di Final AFF

Media Vietnam Heran Bukan Main, Timnas Indonesia kok Banyak Pemain Naturalisasi tapi Selalu Kalah di Final AFF

Media Vietnam terheran-heran sekaligus sindir Timnas Indonesia yang kini punya banyak pemain naturalisasi tapi selalu kalah dalam laga final AFF alias tak juara
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT