21 Grup Tari Asal Jawa dan Bali Berebut Posisi untuk Maju ke Kompetisi Tari Tingkat Nasional
- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Sleman, tvOnenews.com – Sebanyak 21 grup tari yang terdiri atas 11 grup tari tingkat SMA/SMK dan 10 grup tari tingkat perguruan tinggi beradu kemampuan dalam iForte National Dance Competition – Kurasi Offline Yogyakarta yang digelar pada Minggu (11/1) di Plaza Ambarrukmo Yogyakarta. Pemenang pertama dari setiap kategori akan kembali bertanding dalam kompetisi tari tingkat nasional.
Dibuka sejak 16 Oktober 2025 lalu, iForte National Dance Competition (NDC) “Inspirasi Diri” Tahun 2025-2026 diikuti oleh 710 pendaftar dari 227 kota dan kabupaten se-Indonesia. Dari jumlah tersebut, terpilih 21 semifinalis yang memperebutkan posisi sebagai pemenang kategori SMA/SMK dan perguruan tinggi untuk wilayah kurasi Yogyakarta.
Setiap kelompok menampilkan dua tarian hasil kreasi mereka. Tarian pertama merupakan tarian yang diiringi lagu wajib berjudul “Inspirasi Diri”, kolaborasi iForte dengan Yura Yunita dan Eross Candra. Sementara itu, pada tarian kedua, peserta bebas memilih lagu pengiring.
Setelah penampilan yang demikian indah dari para peserta, tiga orang juri yang terdiri atas koreografer Mila Rosinta, Rizki Amalia, dan Pulung Jati memutuskan grup tari Wu Light dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta sebagai pemenang pertama kategori perguruan tinggi dan Semata dari SMK Negeri 5 Denpasar sebagai pemenang pertama kategori SMA/SMK. Keduanya berhak mewakili wilayah kurasi Yogyakarta dalam iForte NDC 2025-2026.
Menghadapi kompetisi tingkat nasional yang akan digelar pada April 2026 mendatang, Wu Light akan meningkatkan penampilan mereka melalui koreografi dan kostum yang berbeda.
“Pastinya (untuk tingkat nasional) kami akan meningkatkan. Mungkin dari segi koreografi, tidak mungkin kami akan stuck di situ saja. Dari kami, prinsip kami adalah mengembangkan dan berkembang. Bagaimana caranya di langkah selanjutnya, kami bisa menunjukkan koreografi dan kostum yang lebih bagus lagi,” tutur Kila, salah satu anggota Wu Light.
Silvi Liswanda selaku Vice President Director & Deputy CEO iForte menganggap bahwa ajang ini bukan semata-mata kompetisi tari, namun juga wadah untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya pada generasi muda.
“Generasi muda kita tidak hanya semakin cinta budaya, tapi juga semakin kreatif dan membuat tradisi yang dulunya dianggap kuno menjadi modern. Jadi, ada satu kesatuan,” ungkap Silvi.
Load more