Pakar Geopolitik UGM Sebut 5 Juta PMI di Timur Tengah Terancam, Perang AS–Iran Bisa Hentikan Pekerjaan dan Tekan Devisa RI
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Sleman, tvOnenews.com - Eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel dan Iran memunculkan kekhawatiran serius bagi Indonesia.
Pakar geopolitik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menilai situasi ini berpotensi mengancam jutaan Pekerja Migran Indonesia (PMI), serta berdampak pada stabilitas ekonomi nasional.
Guru Besar Geopolitik Timur Tengah UGM, Siti Muti’ah Setyawati menyebut, konflik di Timur Tengah yang semakin memanas memicu efek domino di berbagai sektor.
Apabila perang ini kian meluas, dikhawatirkan dapat memberikan dampak terhadap lapangan kerja PMI di negara-negara penempatan khususnya di wilayah Timur Tengah.
"Pekerja kita (PMI) yang kerja di Timur Tengah sejumlah 5 juta orang dan 3 juta di antaranya berada di negara-negara Teluk. Bila konflik kian meluas, mereka (PMI) juga terhenti pekerjaannya dan itu akan menjadi beban kita juga," tutur Siti dalam diskusi Pojok Bulaksumur di selasar tengah gedung Pusat UGM, Kamis (5/3/2026) petang.
Jika aliran remitansi dari PMI menurun akibat pemutusan hubungan pekerjaan dan hambatan ekonomi di negara penempatan, maka berimbas pada cadangan devisa RI.
Terlebih, Indonesia masih bergantung pada arus pendapatan dari PMI yang berada di luar negeri.
"Kita kalikan saja, semisal satu orang berpenghasilan Rp10.000.000, (PMI) dikirim ke Indonesia 5 juta sudah berapa jumlahnya. Dengan perang ini, kita khawatir akan ada penghentian pendapatan terutama dari PMI," kata Siti.
Selain itu, ia pun menilai perang Timur Tengah telah berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok (bapok).
Seperti diketahui, penutupan Selat Hormuz pasca perang membuat harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya Pertamax di Indonesia kian melonjak.
Ke depan, juga dikhawatirkan berimbas pada cadangan BBM di tanah air. Bila stok BBM kian menipis akan berujung pada peningkatan biaya transportasi untuk distribusi. (scp/buz)
Load more