News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dua Ular Piton Sepanjang Dua Meter Diamankan Petugas Damkar Kulon Progo, Satu Telah Memangsa Ayam Warga

Dua ekor ular Piton masing-masing sepanjang dua meter berhasil diamankan oleh petugas Damkar Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Salah satu ular diduga telah memangsa ayam milik warga setempat.
Senin, 2 Februari 2026 - 19:19 WIB
Ular Piton sepanjang 2 meter yang ditangkap petugas damkar Kulon Progo seusai memangsa ayam milik warga, Senin (2/2/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Kulon Progo, tvOnenews.com - Dua ekor ular Piton masing-masing sepanjang dua meter berhasil diamankan oleh petugas Damkar Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Salah satu ular diduga telah memangsa ayam milik warga setempat.

Kepala Seksi Damkar dan Penyelamatan BPBD Kulon Progo, Raden Chris Hartanto mengatakan, dua ekor ular tersebut diamankan dari dua lokasi yang berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lokasi pertama di wilayah Sendangsari, Kapanewon Pengasih yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Penemuan ular terungkap ketika warga hendak mengecek ayam-ayamnya yang berada di dalam kandang. Ketika mengecek, pemilik ayam dibuat kaget dengan keberadaan ular Piton di dalam kandang ternaknya.

"Ular Piton itu terlihat telah memangsa seekor ayam warga. Ini terlihat dari bentuk perutnya yang tampak membesar," kata Chris saat dihubungi, Senin (2/2/2026).

Padahal di dalam kandang tersebut, setidaknya ada 5-10 ekor ayam. Namun beruntungnya, hanya satu ekor ayam yang dimangsa. 

Seusai memangsa, pemilik ternak menghubungi petugas damkar setempat guna proses evakuasi. Menerima laporan tersebut, petugas damkar yang berjumlah tiga orang mendatangi lokasi.

"Alhamdulillah, tidak ada kendala selama proses evakuasi. Semuanya berjalan dengan lancar," ucap Chris. 

Siang harinya, petugas Damkar Kulon Progo kembali mengevakuasi ular Piton di wilayah Milir, Pengasih.

Di lokasi ini, ular sepanjang hampir dua meter ditemukan di sebuah bangunan kayu.

"Jadi awalnya dari tukang bangunan yang melihat ular di lokasi itu terus telpon kami. Petugas kami sekitar empat orang lalu datang untuk proses evakuasi," tutur Chris.

Atas penangkapan ini, kedua ular dibawa oleh petugas dan sementara disimpan di mako damkar sebelum akhirnya diserahkan kepada yayasan reptil.

Chris pun tak menampik bila akhir-akhir ini banyak temuan ular di Kulon Progo. Hal ini dikarenakan faktor cuaca. Musim penghujan yang terjadi belakangan terakhir ini membuat ular keluar dari sangkarnya untuk mencari tempat yang hangat dan nyaman berkembang biak maupun mencari mangsa.

"Kadang sehari bisa tiga sampai empat tempat dengan berbagai macam jenis dari yang tidak berbisa sampai berbisa seperti Kobra Jawa dan Weling," ungkapnya.

Dengan banyaknya temuan ini, Damkar Kulon Progo mengimbau masyarakat agar lebih menjaga kebersihan, utamanya di lingkungan rumahnya. 

Seandainya ditemukan ular di dalam rumah, masyarakat disarankan memanggil petugas damkar untuk melakukan proses evakuasi. Dikhawatirkan, ularnya berbisa sehingga sangat membahayakan nyawa manusia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan, warga juga bisa menyemprotkan bau yang menyengat untuk mengusir ular.

"Kalau dulu kan banyak yang ditebari garam ya, itu cuma mitos, nggak benar. Ular nggak takut dengan garam, namun takutnya dengan aroma yang menyengat," pungkas Chris. (scp/buz) 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Densus 88 Antiteror Polri Ungkap Anak di Kalbar Lempar Bom Molotov di Sekolah Terinsipirasi Aksi Kekerasan di Luar Negeri

Densus 88 Antiteror Polri Ungkap Anak di Kalbar Lempar Bom Molotov di Sekolah Terinsipirasi Aksi Kekerasan di Luar Negeri

Seorang anak SMP di Kalimantan Barat nekat melempat bom molotov di sekolahnya. Densus 88 mengungkap aksi ini terinspirasi peristiwa kekerasan di luar negeri.
Sergio Castel Jadi Nama Baru Pemain Persib? Ini Profilnya

Sergio Castel Jadi Nama Baru Pemain Persib? Ini Profilnya

Kehadiran Sergio Castel dikonfirmasi oleh Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar. Walau belum diperkenalkan secara resmi, Sergio Castel pun menjadi kejutan baru bagi Bobotoh. 
Tips Jitu War Tiket KAI H-1 Lebaran 2026 yang Wajib Dicoba, Tanpa Jasa Calo!

Tips Jitu War Tiket KAI H-1 Lebaran 2026 yang Wajib Dicoba, Tanpa Jasa Calo!

Ingin mudik tanpa stres? Simak tips jitu war tiket KAI H-1 Lebaran 2026 ini agar kamu bisa dapat kursi tanpa jasa calo dan aman dari kehabisan!
Rekap Transfer Timnas Indonesia: Mauro Zijlstra Gabung Persija Jakarta, Ivar Jenner dan Ragnar Oratmangoen Menyusul?

Rekap Transfer Timnas Indonesia: Mauro Zijlstra Gabung Persija Jakarta, Ivar Jenner dan Ragnar Oratmangoen Menyusul?

Simak rekap transfer Timnas Indonesia: Mauro Zijlstra bergabung ke Persija Jakarta, Ivar Jenner bebas transfer, Ragnar Oratmangoen dirumorkan ke Liga 1.
Korban Pengancaman Senapan Angin di Gowa Curhat, Penanganan Polsek Biringbulu Dinilai Lamban

Korban Pengancaman Senapan Angin di Gowa Curhat, Penanganan Polsek Biringbulu Dinilai Lamban

Seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Biringbulu hidup dalam rasa takut selama berbulan-bulan usai diancam menggunakan senapan angin namun terduga pelaku masih bebas berkeliaran.
Dari Manufaktur Lokal ke Dampak Nasional, VKTR Day Dorong Kolaborasi Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi

Dari Manufaktur Lokal ke Dampak Nasional, VKTR Day Dorong Kolaborasi Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk menggelar VKTR Day, sebuah kegiatan stakeholder gathering yang mempertemukan mitra strategis, pemerintah, pelaku industri, dan asosiasi guna memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT