News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Laka Maut Moge di Kulon Progo Renggut Nyawa Istri Bos Rokok HS, Pengendara Jupiter Ungkap Detik-Detik Kejadian

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan motor gede (moge) Harley Davidson dan Yamaha Jupiter terjadi di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta pada Minggu (1/3/2026) lalu.
Selasa, 3 Maret 2026 - 20:43 WIB
Aab Abdullah, pengendara Yamaha Jupiter menceritakan detik-detik kejadian laka maut di Kulon Progo.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Kulon Progo, tvOnenews.com - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan motor gede (moge) Harley Davidson dan Yamaha Jupiter terjadi di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta pada Minggu (1/3/2026) lalu.

Insiden tragis tersebut merenggut nyawa Anis Syarifah, seorang perempuan yang diketahui istri dari Muhammad Suryo pengusaha rokok HS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kondisi terbaring di rumah sakit, Aab Abdullah yang merupakan pengendara motor Jupiter menceritakan detik-detik kejadian nahas tersebut.

Kecelakaan terjadi sewaktu dirinya menyeberang di jalan Wates - Purworejo, tepatnya Simpang Empat Mlangsen, Kalurahan Palihan, Kapanewon Temon. Dirinya diduga ditabrak oleh moge yang melintas di ruas jalan tersebut.

"(Ketika nyebrang) di depan saya ada mobil tapi mobil masih jauh, makanya saya berani nyebrang. Tapi nggak tahunya ada moge yang menyalip mobil itu sehingga terjadi kecelakaan," kata Abdullah, Selasa (3/3/2026).

Sebelum kejadian, Abdullah berencana pergi ke cabang warung prasmanannya di wilayah Pripih untuk mengambil barang disana. Bersamaan dengan itu, dirinya bersama sang anak juga ingin mencari takjil.

"Karena saya puasa, anak saya pun puasa. Posisi kan setengah lima jadi sekalian nyari takjil, nyebrang lah disitu," bebernya.

Seusai ditabrak moge, ia bersama sang anak yang masih berusia 11 tahun terpental dari motornya. Akan tetapi, anaknya terpental ke selokan yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Akibat insiden ini, Abdullah dan sang anak mengalami patah tulang yang harus menjalani operasi.

"Saya patah tangan dan kaki. Anak saya ya alhamdulillah udah operasi tapi masih dipicu," ucapnya.

Abdullah bersyukur pengendara moge bertanggung jawab dengan menanggung semua biaya perawatan medisnya di RSUD Wates. Ia juga mengaku tak tahu bila kecelakaan ini merenggut korban jiwa.

"Saya juga tidak tahu kalau dari pihak sana ada yang meninggal. Waktu itu posisi saya memikirkan anak saya dan saya sendiri. Posisi nge-blank melihat anak saya dikali. Saya mau nolongin nggak bisa, bisanya teriak-teriak doang," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasca kecelakaan maut tersebut, Satlantas Polres Kulon Progo pada Senin (3/3/2026) telah melakukan penanganan intensif dengan melaksanakan olah TKP secara menyeluruh melalui metode TAA (Traffic Accident Analysis) untuk menganalisis peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut. Hal ini karena polisi belum mengantongi kronologi sekaligus penyebab pasti kecelakaan nahas tersebut.

"Metode TAA ini guna memastikan kronologi kejadian secara akurat, mengumpulkan barang bukti, serta melengkapi data-data yang diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kecelakaan," terang Sarjoko. (scp/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Geger! Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Pintu Air Kebon Manggis Jaktim, Polisi Ungkap Faktanya

Geger! Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Pintu Air Kebon Manggis Jaktim, Polisi Ungkap Faktanya

Polisi mengungkap bahwa telah melakukan pengecekan terhadap jasad mengapung di Jakarta Timur dan tidak ditemukan tanda-tanda luka atau tindak kekerasan.
Blak-blakan! Ini Jawaban Jujur Megawati Hangestri saat Media Korea Tiba-tiba Singgung Lagi Soal Manisa BBSK

Blak-blakan! Ini Jawaban Jujur Megawati Hangestri saat Media Korea Tiba-tiba Singgung Lagi Soal Manisa BBSK

Megawati Hangestri akhirnya buka suara mengenai keputusannya meninggalkan Manisa BBSK sebelum menjalani kompetisi penuh di Liga Voli Turki musim lalu.
Otorita IKN Pastikan KIPP Aman dari Karhutla, Titik Api Terdekat Berjarak 40 Km

Otorita IKN Pastikan KIPP Aman dari Karhutla, Titik Api Terdekat Berjarak 40 Km

Otorita IKN memastikan KIPP aman dari karhutla. Titik kebakaran terdekat berjarak 30–40 km dan terus ditangani lewat darat serta udara.
Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi, memberikan konfirmasi resmi kepada tvOnenews.com perihal peristiwa penemuan jasad tersebut.
DPR Gelar Audiensi Bareng Kepala Desa AMJ, Terima Usulan Pj Kades Tak Dijabat PNS

DPR Gelar Audiensi Bareng Kepala Desa AMJ, Terima Usulan Pj Kades Tak Dijabat PNS

Dasco menjelaskan para Kepala Desa AMJ menyampaikan aspirasi terkait dampak dari dinamika global terhadap kondisi keuangan untuk pelaksanaan Pilkades.
Massimiliano Allegri Sanjung Arsenal yang Akan Jadi Lawan Napoli di Liga Champions: Salah Satu yang Terbaik

Massimiliano Allegri Sanjung Arsenal yang Akan Jadi Lawan Napoli di Liga Champions: Salah Satu yang Terbaik

Pelatih Napoli, Massimiliano Allegri, memberi sanjungan kepada Arsenal atas kualitas skuadnya. Keduanya akan bersua di pekan perdana Liga Champions 2026-2027.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
3 Kasus Akhiri Hidup di Kawasan GBK, dari Buruh Bakar Diri hingga Fajar Sahrudin

3 Kasus Akhiri Hidup di Kawasan GBK, dari Buruh Bakar Diri hingga Fajar Sahrudin

Tiga kasus bunuh diri pernah terjadi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, dalam rentang lebih dari satu dekade. Terbaru kasus Fajar Sahrudin.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT