Komunitas Onthelis Padati Benteng Vredeburg Yogyakarta dalam Rakernas KOSTI dan Ajang Nostalgia
- Istimewa
Rute yang dilewati pun tak main-main, start dari Benteng Vredeburg, menyusuri Jalan Panembahan Senopati menuju Tugu Pal Putih, lalu membelah keramaian Malioboro sebelum kembali ke garis finis.
Ketua Umum KOSTI, Purnomo, menuturkan, meski agenda utama adalah Rakernas, namun magnet Yogyakarta tak bisa ditolak oleh para anggota dari 20 provinsi di Indonesia.
"Sebetulnya acara hari ini hanya bonus. Teman-teman dari daerah bilang, mumpung di Yogya, kenapa tidak keliling pakai sepeda? Akhirnya kita akomodir," ujarnya.
Tak hanya sekadar berkeliling mengitari titik-titik ikonik Yogyakarta, Purnomo membawa misi besar dalam kepengurusan periode keduanya ini.
Dengan jumlah anggota yang diperkirakan mencapai 40 ribu orang di seluruh Indonesia, ia ingin menghapus stigma bahwa sepeda tua hanya milik kaum sepuh.
"Kita punya program 'Onthel Masuk Kampus' dan 'Onthel Masuk Sekolah'. Di beberapa daerah seperti Jember dan Probolinggo itu sudah jalan," katanya.
"Jadi memang kalau memang sampeyan mungkin teliti ya, jenengan-jenengan teliti, tidak hanya orang tua sebenarnya yang ikut ngonthel," tambah Purnomo.
Di antara sepeda yang ditunggangi, terdapat koleksi yang diproduksi di bawah tahun 1900, meski mayoritas yang digunakan adalah keluaran tahun 1930 - 1950an.
Mulai dari tipe Heren (laki-laki) hingga Dames (perempuan), serta jenis langka seperti sepeda tandem versi lama dan BSA Airborne yang dulunya merupakan sepeda perang.
Sontak, kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) yang menghadiri langsung rangkaian Rakernas.
Risqi Amrulloh, Koordinator Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya KORMI, menyebut KOSTI sebagai salah satu induk organisasi yang paling aktif memberikan aura positif bagi masyarakat.
"Kalau kita lihat pawai KOSTI, kita ikut senang. Aura positifnya tidak hanya dirasakan yang mengayuh saja, tapi juga warga yang menonton. Ini bagian dari menjaga budaya sekaligus menyehatkan masyarakat tanpa batasan usia," terangnya.
Event kolaborasi antara Rakernas KOSTI dan Ngonthel Wisata Museum ini membuktikan bahwa komunitas hobi mampu memberikan dampak masif bagi sektor pariwisata daerah. Tingkat hunian hotel, pelaku UMKM, hingga penyewaan transportasi di sekitar kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer dilaporkan mengalami lonjakan signifikan sepanjang akhir pekan ini.
Load more