GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

UPN Veteran Yogyakarta Pastikan 6 Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual, 5 Dinonaktifkan Sementara

UPN Veteran Yogyakarta memastikan terdapat enam dosen yang berstatus sebagai terduga pelaku dalam kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. 
Jumat, 22 Mei 2026 - 20:16 WIB
Kampus UPN Veteran Yogyakarta saat konferensi pers, Jumat (22/5/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - UPN Veteran Yogyakarta memastikan terdapat enam dosen yang berstatus sebagai terduga pelaku dalam kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. 

Dari jumlah tersebut, lima dosen telah dinonaktifkan sementara dari aktivitas akademik selama proses penanganan kasus berlangsung. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihak kampus menyatakan bahwa langkah penonaktifan sementara dilakukan sebagai bentuk komitmen institusi sekaligus mendukung proses penanganan kasus. 

"Hasil berita acara pemeriksaan (BAP) menunjukkan terdapat enam dosen yang masuk dalam penanganan kasus dugaan kekerasan," kata Iva Rachmawati, Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta dalam konferensi pers, Jumat (22/5/2026).

Iva mengungkap bahwa keenam dosen berasal dari Fakultas Pertanian sejumlah tiga orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dua orang dan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi satu orang.

Dari keenam dosen tersebut, pihak kampus telah mengambil langkah tegas terhadap lima dosen berupa penonaktifan sementara dalam kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi.

"Tiga dosen sudah dinonaktifkan sementara oleh kampus, dua dosen dinonaktifkan di tingkat prodi," ucapnya. 

Dengan kebijakan tersebut, mereka sudah tidak melakukan pengajaran hingga pembimbingan di lingkungan kampus. 

Adapun, satu orang dosen lagi masih dalam proses peninjauan lagi. Hal ini lantaran tindakan yang bersangkutan bukan masuk ranah kekerasan seksual melainkan kebijakan yang dirasa mahasiswa tidak berpihak pada mahasiswa.

"Yang satu adalah bukan kekerasan seksual tetapi kekerasan kebijakan. Artinya mungkin ada kebijakan yang dirasa mahasiswa itu tidak berpihak pada mereka. Itu boleh mengadu kepada kami jika memang ada pejabat jurusan, prodi atau bahkan di tingkat universitas melakukan represi terhadap mahasiswa terkait dengan kebijakan apakah lisan, berupa nota dinas atau lainnya," tutur Iva. 

Di lokasi yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UPN Veteran Yogyakarta, Hendro Widjanarko berkomitmen dalam menangani dugaan kasus pelecehan maupun kekerasan seksual di lingkungan UPN Veteran Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihak kampus menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi dosen yang terbukti melakukan tindakan keji ini. 

"Kami sejak awal tidak mentoleransi dan tidak akan pernah mentoleransi pelecehan ataupun kekerasan seksual di lingkungan kampus. Kalau memang itu nanti terbukti, kita akan melakukan sesuatu," tegasnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Respons Santai Kemarahan Warga Bandung soal Trotoar yang Ditertibkan

Dedi Mulyadi Respons Santai Kemarahan Warga Bandung soal Trotoar yang Ditertibkan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara menanggapi gelombang kritik hingga kemarahan sebagian kelompok masyarakat terkait langkah tegas pemerintah daerah
Efek Domino Milangkala Tatar Sunda yang Digagas KDM

Efek Domino Milangkala Tatar Sunda yang Digagas KDM

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan bahwa rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar ajang seremonial dan pertunjukan seni semata
Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta, Satgas Kantongi Keterangan 13 Korban dan 12 Saksi

Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta, Satgas Kantongi Keterangan 13 Korban dan 12 Saksi

Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta terus melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. 
Rumor Christian Horner Comeback ke F1 Kembali Memanas! Eks Bos Red Bull Itu Dikabarkan akan Pimpin BYD di Formula 1

Rumor Christian Horner Comeback ke F1 Kembali Memanas! Eks Bos Red Bull Itu Dikabarkan akan Pimpin BYD di Formula 1

Nama Christian Horner kembali menyita perhatian para penggemar Formula 1 di tengah berjalannya gelaran F1 2026 ini.
Polisi Ungkap Peran Tiga Pelaku Pembacokan Pelajar di Depan SMAN 3 Yogyakarta, Barang Bukti Celurit Dikubur di Pekarangan Rumah

Polisi Ungkap Peran Tiga Pelaku Pembacokan Pelajar di Depan SMAN 3 Yogyakarta, Barang Bukti Celurit Dikubur di Pekarangan Rumah

Kepolisian akhirnya mengungkap peran tiga pelaku dalam kasus pembacokan yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Yos Sudarso Kotabaru, tepatnya depan SMAN 3 Yogyakarta pada Minggu (17/5/2026) lalu. 
Tri Tito Ungkap Peran Strategis PKK Jadi Penggerak Edukasi Pangan Aman Berbasis Potensi Laut

Tri Tito Ungkap Peran Strategis PKK Jadi Penggerak Edukasi Pangan Aman Berbasis Potensi Laut

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian mengajak kader PKK di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Alor, untuk menjadi motor penggerak edukasi pangan aman dan bergizi berbasis potensi lokal, termasuk hasil laut.

Trending

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons tegas terkait gelombang protes dan kemarahan publik akibat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bandung. 
Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dalam sidang sebelumnya, Priyo sempat menyatakan bahwa Ririn tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ia bahkan menyebut empat nama lain sebagai pelaku utama. 
Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat sayembara berhadiah mencari Aman Yani. Pesan disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membuat warga terdiam
Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan

Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda sampai berkali-kali bertanya soal cicilan dan penghasilan nelayan penerima kredit usaha rakyat atau KUR.
TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

Kabar dari Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik. Mulai dari sayembara dadakan KDM, soal PKL yang digusur hingga prestasi Malut.
Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Berikut beberapa fakta terbaru dari pihak Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT