Teror Api Misterius di Sleman Berlanjut, Puluhan Insiden Tercatat hingga Merembet ke Rumah Pengungsian
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Sleman, tvOnenews.com - Teror kemunculan api misterius yang meresahkan warga di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta dilaporkan masih terus berlanjut.
Peristiwa yang menimpa rumah Agus Yani, warga Pedukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan disebut mulai merembet hingga lokasi yang digunakan sebagai tempat pengungsian.
"(kemunculan api) sudah 79 kali. Bahkan, tempat pengungsian kami di belakang malah udah kerembetan (api)," kata Mutfianah, anak pemilik rumah ditemui di lokasi, Selasa (2/6/2026).
Perempuan yang akrab disapa Via mengungkap, awal mula kemunculan api misterius di rumahnya terjadi sejak Sabtu (30/6/2026) lalu. Saat itu, kobaran api tiba-tiba membakar handuk mikrofiber.
Dugaan awal, sumber api berasal dari septictank di rumahnya. Namun, kepastian sumber api tersebut hingga saat ini masih dalam penelitian lebih lanjut.
Setelah kemunculan api, tim gegana Polda DIY hingga akademisi dari UGM maupun UPN Veteran Yogyakarta telah mendatangi rumahnya.
"Bahkan dari UPN sampai jam 1 tadi malam. Itu enggak hanya sekali datang, tapi beberapa kali dan berbeda fakultas karena membutuhkan waktu yang harus dipersiapkan ya kalau pakai drone itu kan harus malam. Biar enggak banyak motor yang lalu lalang. Kalau gegana sejauh ini baru 2 kali visit," ucapnya.
Lebih lanjut, tim akademisi juga tengah menelusuri sumber api yang diduga berasal dari sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah Agus Yani.
Adapun, teror api misterius telah menghanguskan sejumlah perabotan mulai dari tikar, sofa, bedcover, kabel serta barang dapur lainnya.
"Barusan jam 11 kurang 10 tadi, api kembali muncul dan membakar sprei yang sedang dijemur," beber Via.
Akibat kejadian ini, kerugian ditafsir lebih dari Rp40 juta. Dimungkinkan, nominal besaran kerugian bisa bertambah.
Disebutkan Via, rumah yang jadi sasaran api misterius ini dihuni oleh sembilan orang. Namun, kini hanya tersisa tujuh orang yang menghuni pasca muncul kejadian di luar nalar tersebut.
Selama empat hari ini, munculnya api misterius ini berdampak pada usahanya berupa katering dan pemotongan ayam.
"Usaha katering sampai saat ini berhenti. Dari Minggu pagi udah full nggak jualan malahan karena kan (rumah) disegel polisi. Kalau usaha ayam mungkin bisa dikatakan pelanggan lama ya. Kalau konsumen baru nggak ada yang dateng kayaknya takut api ini," tutur Via.
Pasca kejadian ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui BPBD dan Dinsos telah memberikan bantuan logistik. Sementara, Damkar telah meminjamkan dua APAR sebagai cadangan bila kobaran api sewaktu-waktu muncul.
Ke depan, Via sekeluarga berharap misteri kemunculan api ini segera terpecahkan.
"Harapannya ini segera selesai, karena capek pikiran, capek mental, capek segalanya. Was-was banget. Sekeluarga itu gantian rolling jaga, bisa tidur paling enak itu 3 jam," pungkasnya. (scp/buz)
Load more