News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polda DIY Periksa 5 Saksi dalam Kasus Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan, 2 Terlapor Menyusul

Kasus dugaan malpraktik yang dilaporkan terjadi di RSUD Prambanan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta terus bergulir. 
Jumat, 5 Juni 2026 - 17:53 WIB
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda DIY, AKBP Verena Sri Wahyuningsih menyampaikan perkembangan terbaru penanganan kasus dugaan malpraktik RSUD Prambanan, Jumat (5/6/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Kasus dugaan malapraktik yang dilaporkan terjadi di RSUD Prambanan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta terus bergulir. 

Dalam perkembangan terbaru, Polda DIY telah memeriksa lima orang saksi. Sementara, pemeriksaan terhadap dua terlapor dijadwalkan menyusul. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan melalui Kasubbid Penmas Bidhumas Polda DIY, AKBP Verena Sri Wahyuningsih menyampaikan bahwa kepolisian saat ini tengah mendalami kasus dugaan kelalaian medis di RSUD Prambanan yang menewaskan balita inisial NDMP (3). 

"Saat ini, kasus dugaan malpraktik di RSUD Prambanan masih dalam tahap penyelidikan," kata Verena, Jumat (5/6/2026). 

Sejauh ini, Polda DIY sudah meminta klarifikasi terhadap 5 orang saksi. Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan untuk mengumpulkan informasi, serta memperjelas kronologi terkait peristiwa yang dilaporkan. 

"5 saksi yang diperiksa mulai dari orang tua korban, perangkat desa, pihak posyandu, dan tenaga medis puskesmas," ucapnya.

Ditanya soal pemanggilan internal rumah sakit sebagai terlapor untuk kepentingan pemeriksaan, Verena menyebutkan bahwa proses ini masih terus berjalan. 

Dalam perkara ini, terdapat dua orang yang dilaporkan sebagai terlapor oleh pihak keluarga ke Ditreskrimsus Polda DIY. Mereka adalah Direktur RSUD Prambanan dan Dokter Spesialis Anak yang menangani korban saat itu di rumah sakit tersebut. 

Dua terlapor disebutnya akan menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai jadwal yang ditentukan. 

"Hingga pekan depan, Polda DIY dijadwalkan akan melakukan klarifikasi beberapa saksi lainnya," ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur RSUD Prambanan, Ratih Susila mengatakan, internal rumah sakit telah menyiapkan kronologi hingga audit medis pasien. Hasilnya, penanganan medis diklaim sudah sesuai prosedur. 

"Tim kami internal sudah melakukan sesuai dengan Komite Etik dan Komite Medik," kata Ratih.

Namun demikian, pihaknya masih enggan berkomentar lebih jauh mengenai hal ini.

Diberitakan sebelumnya, kejadian ini bermula saat Anastacia Niken Purwandari selaku ibu korban membawa anaknya yang masih balita ke Posyandu di tempat tinggalnya wilayah Kabupaten Bantul. 

Berdasarkan pengukuran kader Posyandu, ukuran lingkar kepala korban tidak sesuai ukuran anak seumurannya. Pada saat itu, ukuran lingkar kepala korban diketahui di angka 46 cm. 

Selanjutnya, korban dirujuk ke Klinik Pratama Kartika Husada hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Prambanan pada 27 April 2026 lalu. Saat itu, kondisi korban masih sehat dan dapat beraktivitas sesuai anak seusianya. 

Namun, dokter di poli anak menyarankan agar korban dirujuk ke poli radiologi untuk dilakukan CT Scan. Hal ini mengingat korban didiagnosis Mikrosefali. 

Sebelum dilakukan CT Scan, tim medis disebut melakukan tindakan sedasi terhadap korban. Tindakan penyuntikan obat penenang dilakukan sebanyak tiga kali. Setelah tindakan sedasi sampai proses CT scan, korban tidak sadarkan diri. 

Atas kejadian tersebut, dokter poli anak menerangkan kepada ibu korban bahwa sang anak sempat muntah darah dan henti napas.

Dokter juga menyebutkan, kondisi sang anak mengalami kritis, kemungkinan efek dosis bius yang dinaikkan sehingga menyebabkan korban tidak kuat. 

Akibatnya, korban dirujuk ke ruang ICU. Selama di ruangan tersebut, korban terlihat lemah. Kemudian pada kelopak mata bawahnya terlihat hitam dan mulutnya keluar busa. Pada 28 April 2026 pukul 02.20 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia. (scp/buz) 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras mengungkapkan awal mula insiden dirinya digeruduk hingga diduga mendapat tindak kekerasan fisik di rumahnya oleh orang tak dikenal (OTK).
14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

Sebanyak 14 pendaki ilegal yang memasuki kawasan Gunung Merapi telah dipulangkan setelah sebelumnya diamankan oleh petugas.
Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Kabar bahagia datang dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang resmi menikah lagi dengan perempuan bernama Septhelena Maria Yosepha. Berikut 5 faktanya.
Guru Besar UIN Jakarta Burhanuddin Muhtadi Raih APSIPOL Distinguished Political Scientist Award 2026

Guru Besar UIN Jakarta Burhanuddin Muhtadi Raih APSIPOL Distinguished Political Scientist Award 2026

Burhanuddin menyampaikan pidato akademik yang menggarisbawahi pentingnya menjaga keberagaman metodologi di tengah dominasi pendekatan kuantitatif pada diskursus ilmu politik global. 
Pakhtakor Tashkent vs Al Nassr 2-6 di LCA 2026: Cristiano Ronaldo Tak Dimainkan, Joao Felix Cetak Brace

Pakhtakor Tashkent vs Al Nassr 2-6 di LCA 2026: Cristiano Ronaldo Tak Dimainkan, Joao Felix Cetak Brace

Hasil positif diraih skuad Al Nassr, meski mereka harus tampil tanpa kehadiran sang megabintang andalan, Cristiano Ronaldo di Liga Champions Elit AFC 2026 (LCA)
Waspada Ancaman DBD saat Musim Hujan, Sejumlah Fasilitas Operasional di LRT Jabodebek Jalani Fogging

Waspada Ancaman DBD saat Musim Hujan, Sejumlah Fasilitas Operasional di LRT Jabodebek Jalani Fogging

Memasuki musim hujan, sejumlah fasilitas operasional di LRT Jabodebek menjalani fogging pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 untuk mengantisipasi risiko DBD.

Trending

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT