News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gelombang Aksi Unjuk Rasa Menguat di Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X Titip Pesan Bagi Pendemo

Gelombang aksi unjuk rasa yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa belakangan terakhir ini semakin menguat di sejumlah wilayah Yogyakarta. 
Senin, 15 Juni 2026 - 17:31 WIB
Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta saat menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD DIY, Senin (15/6/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Gelombang aksi unjuk rasa yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa belakangan terakhir ini semakin menguat di sejumlah wilayah Yogyakarta. 

Menanggapi fenomena tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X menegaskan bahwa demonstrasi merupakan hak warga negara yang dijamin dalam sistem demokrasi. Namun pelaksanaannya, harus mengedepankan ketertiban dan tidak merusak fasilitas publik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, masyarakat berhak menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah maupun berbagai persoalan yang berkembang di tengah kehidupan sosial. 

"Demonstrasi kan hak dan memberitahu kepolisian, ya lakukan saja yang penting jangan merugikan publik. Jangan merusak, tertib lah, silakan saja nggak ada masalah," kata Sultan, Senin (15/6/2026). 

Gelombang aksi unjuk rasa di Yogyakarta telah berlangsung sejak Sabtu (13/6/2026). Sejumlah elemen masyarakat yang menamakan dirinya dalam 'Aliansi Rakyat Memanggil' menggelar demontrasi di Simpang Tiga Gejayan dengan menyampaikan 10 tuntutan. 

Demontrasi berlanjut pada Senin (15/6/2026) ini. Massa yang berasal dari mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta melakukan long march dari Kantor LKBH FH UII menuju gedung DPRD DIY dan berakhir di Titik Nol Yogyakarta. 

Dalam penyampaian aspirasi ini, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa, FH UII, Muhammad Radin Nabil Akbar menyebutkan, ada enam tuntutan khususnya menyoroti soal perekonomian Indonesia. Mulai dari melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang menimbulkan efek domino ke berbagai lini. 

"Terkait melemahnya nilai tukar rupiah ini kan akhirnya memberikan efek domino dan berpengaruh pada meningkatnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dapat dilihat, bagaimana kita susah untuk mendapatkan subsidi pertalite saat ini," kata Radin. 

Adapun, tuntutan lainnya menyoroti tentang Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, naiknya bahan pokok. 

Massa juga menuntut pemerintah untuk memperbaiki tata kualitas jangkauan sistem, tata kelola kebijakan fiskal dan keuangan negara, perbaikan pola komunikasi pemerintah. Serta, menuntut kejelasan proses Reformasi Polri dan menghentikan militerisme di ranah sipil. 

"Saya harap dewan atau pihak pemerintah bisa mendengar tuntutan kami siang hari ini. Apalagi dengan kondisi ekonomi saat ini, banyak buruh atau pekerja di PHK. Namun, pemerintah malah memperlebar kekuasaan kepolisian dan TNI," ucap Radin. (scp/buz). 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

IOAC 2026 Resmi Dimulai! Jason Donovan, Adelia Chantika Hingga Flairene Candrea Langsung Tanding di Hari Pertama

IOAC 2026 Resmi Dimulai! Jason Donovan, Adelia Chantika Hingga Flairene Candrea Langsung Tanding di Hari Pertama

Ajang Indonesia Open Aquatic Championship 2026 (IOAC) yang diselenggarakan oleh PB Akuatik Indonesia (PB AI) resmi dimulai pada hari ini, Selasa 3 November.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalakan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalakan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Piala Asia 2027 Mundur, PSSI Punya Waktu Goda 5 Pemain Grade A Eropa Ini untuk Naturalisasi Timnas Indonesia

Piala Asia 2027 Mundur, PSSI Punya Waktu Goda 5 Pemain Grade A Eropa Ini untuk Naturalisasi Timnas Indonesia

Piala Asia 2027 mundur 11 bulan. PSSI kini punya waktu untuk mengincar lima pemain keturunan yang berkarier di Eropa demi memperkuat Timnas Indonesia pada 2027.
Motorola Kembali Bikin Ponsel Sultan? Signature 27 Dibanderol Rp32 Juta, Ini Spesifikasinya

Motorola Kembali Bikin Ponsel Sultan? Signature 27 Dibanderol Rp32 Juta, Ini Spesifikasinya

Motorola Signature 27 dikabarkan dijual sekitar Rp32 juta di Eropa. Dengan Snapdragon generasi terbaru dan kamera 200MP, apakah Motorola siap kembali bersaing
Pesan Menohok Habib Bahar untuk Herri Pras yang Diduga Hina Ulama, Ungkap Bahaya Merendahkan Kiai dan Habaib

Pesan Menohok Habib Bahar untuk Herri Pras yang Diduga Hina Ulama, Ungkap Bahaya Merendahkan Kiai dan Habaib

Habib Bahar bin Smith turut menanggapi polemik konten kreator Herri Pras yang belakangan viral diperbincangkan di media sosial. Ingatkan bahaya hina ulama.
Viral Minta Relokasi Tiang Telkom di Depan Toko, Warga Malah Ditagih Hampir Rp3 Juta

Viral Minta Relokasi Tiang Telkom di Depan Toko, Warga Malah Ditagih Hampir Rp3 Juta

Persoalan memanas ketika warga meminta tiang milik Telkom Indonesia tersebut untuk direlokasi. Ia justru diminta untuk melakukan pembayaran hampir Rp3 juta.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT