Ramai Pemasangan Pagar di Pakuwon Mall Yogyakarta, Bupati Sleman Minta Warga Tak Khawatir: Negara Kita Aman
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Sleman, tvOnenews.com - Pemasangan pagar di kawasan pusat perbelanjaan yang ada di berbagai daerah termasuk Pakuwon Mal Yogyakarta menjadi sorotan masyarakat dan perbincangan di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sleman Harda Kiswaya meminta masyarakat tidak berspekulasi maupun merasa khawatir karena situasi keamanan di Indonesia, khususnya wilayah Sleman tetap aman dan kondusif.
Menurutnya, pemasangan pagar merupakan kewenangan pengelola pusat perbelanjaan dalam menjaga keindahan.
"Di Pakuwon, pemasangan pagar itu dalam rangka untuk merapikan lingkungan, sehingga biar tambah asri, tidak ada hal yang lain. Karena sangat terbuka sehingga perlu pagar," kata Harda, Selasa (4/8/2026).
Mantan Sekretaris Daerah Sleman tersebut mengimbau masyarakat agar tidak langsung mengaitkan langkah tersebut dengan isu-isu yang belum tentu benar. Oleh sebab itu, ia pun meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan situasi negara ini.
"Intinya, isu-isu itu saya katakan tidak benar. Negara kita aman, tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan," ucap Harda.
Sebelumnya, General Manager Pakuwon Mal Yogyakarta, Vicky Ratih Wandasari menyebutkan bahwa pemasangan pagar bagian dari agenda tahun sebelumnya. Hanya saja, proses pengerjaannya menunggu musim kemarau.
"Sudah planning dari tahun lalu untuk budget kan dari sejak tahun lalu karena memang di kami (Pakuwon Mal Yogyakarta) belum ada pagarnya. Seharusnya kami sudah dari awal Juli untuk mengerjakan ini. Mengapa? karena kami menunggu musim kemarau sebab butuh proses mengecat dan sebagainya," tuturnya.
Vicky pun mengaku kaget mendengar respon masyarakat yang mengaitkan langkah pemasangan pagar dengan sisi keamanan lantaran isu yang berkembang akan ada aksi unjuk rasa besar-besaran di bulan ini.
"Itu sudah tidak menjadi no issue di internal. Kami membangun di sepadan pagar yang sudah sesuai dengan ketentuan yang mana kami tidak melanggar. Hanya perimeter luar saja yang memang belum ada pagarnya. Di sisi belakang yang sudah ada pagar ya kami enggak (pasang)," ucapnya.
Disinggung terkait kondisi ricuh saat demo di Mapolda DIY yang lokasinya tepat berseberangan dengan Pakuwon, Vicky mengatakan, pengelola juga telah memasang pagar di depan mal saat ricuh terjadi pada akhir Agustus 2025 lalu.
Kala itu, pengelola mal juga memberikan pendekatan secara humanis kepada para pendemo.
"Kepada pendemo saat itu pendekatannya yang friendly ya. Kami juga bukan yang terlalu represif atau bagaimana. Saat itu kami menyiapkan minuman, obat-obatan, bawa korban yang berjatuhan dengan mobil kantor kami sebagai ambulans karena ambulans (tersedia di lokasi) tidak bisa menembus (kerumunan massa)," tutur Vicky.
Merespon isu yang berkembang saat ini, pengelola mal akhirnya menghentikan proses pengerjaan agar tidak menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat.
Vicky pun meminta masyarakat agar tidak berspekulasi yang dapat menimbulkan sentimen negatif di dunia pasar.
"Jangan digoreng dengan isu-isu keamanan yang membuat investasi jadi takut," ungkapnya. (scp/buz)
Load more