Kasus Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di RSCM Jadi Sorotan, Pemda DIY Pastikan Kejadian Serupa Tak Terjadi di RS DIY
- Tum TvOne - Sri Cahyani Putri
Yogyakarta, tvOnenews.com - Kasus pasien BPJS Kesehatan yang dikabarkan harus menunggu delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan hingga akhirnya dikabarkan meninggal dunia menjadi perhatian nasional.
Belakangan terungkap bahwa peristiwa yang dialami oleh pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan terjadi Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Berkaca dari kejadian tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) DI Yogyakarta memastikan pelayanan rumah sakit di wilayahnya telah disiapkan agar kejadian serupa tidak terjadi.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi mengatakan bahwa Pemda menunjukkan komitmennya dalam upaya menjaga akses dan mutu pelayanan kesehatan di wilayah DIY.
Hal ini dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan merata, berkualitas dan mudah dijangkau agar tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan.
"Kami pastikan kejadian tersebut tidak terjadi di rumah sakit wilayah DIY. Karena kami punya komitmen untuk selalu menjaga layanan kesehatan di DIY," kata Anung dalam keterangannya dikutip, Jumat (7/8/2026).
Untuk diketahui, Yurizal merupakan warga Ciomas, Bogor. Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan postingan yang ditulis oleh yang bersangkutan. Dalam postingan akun Threads @yurizaltrich, dia mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang merupakan tempat dirinya berobat. Dia harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan lantaran yang bersangkutan menggunakan program BPJS Kesehatan.
Tak disangka, postingan pasien BPJS tersebut menuai respon negatif. Rupanya, warganet yang berkomentar sinis diketahui memiliki latar belakang tenaga kesehatan (nakes).
Nakes yang mencibir di antaranya Dokter Elda Putri Rahardini yang merupakan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUP Dr Sardjito. Dia juga merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM. Selain Elda, juga terdapat seorang perawat RSA UGM bernama Dika Purnomo Aji.
Anung pun turut menyayangkan adanya beberapa nakes yang memberikan komentar kurang berempati tersebut.
Terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman Wahyudi Putra Pujianto membenarkan jika almarhum Yurizal Tri Chaerawan terdaftar sebagai penduduk Kota Bogor dan merupakan peserta JKN aktif di salah satu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah tersebut. Selama ini, almarhum juga mengakses pelayanan kesehatan menggunakan JKN, namun tidak di wilayah DIY.
Load more