10 Mahasiswa FT UGM Dinonaktifkan Buntut Kekerasan Berbasis Gender Online
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Sleman, tvOnenews.com - Sebanyak 10 mahasiswa Fakultas Teknik di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dinonaktifkan buntut kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO). Penonaktifan tersebut berdampak pada aktivitas akademik para mahasiswa yang bersangkutan.
Dekan FT UGM, Selo menyampaikan bahwa penonaktifan 10 mahasiswa berkaitan dengan proses penanganan kasus KBGO di lingkungan FT UGM.
"Kami telah bertemu dengan 10 mahasiswa terduga pelaku KBGO. Pagi ini, kami sedang menyiapkan dokumen untuk menonaktifkan sementara semua mahasiswa terduga pelaku KBGO selama 1,5 bulan, sebelum sanksi final ini diketuk oleh Satgas PPKS UGM," kata Selo, Selasa (29/9/2026).
Adapun, status penonaktifan ini bisa diperpanjang jika diperlukan, misalnya satgas PPKS belum selesai melakukan pemeriksaan.
Hal ini bertujuan agar selama proses pemeriksaan oleh satgas PPKS berlangsung, suasana kampus bisa kembali nyaman, serta melindungi korban dan menjaga integritas investigasi atau pemeriksaan.
Selo pun mengungkap, sanksi nonaktif tersebut membuat mahasiswa yang bersangkutan terancam tidak dapat menjalankan aktivitas akademik seperti mahasiswa dengan status aktif sesuai ketentuan yang berlaku di universitas.
"(10 mahasiswa) tidak bisa ikut kegiatan akademik selama masa nonaktif," ungkapnya.
Kasus ini menjadi perhatian usai viral di media sosial Threads. Kejadian ini melibatkan mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi FT UGM.
Dalam postingan yang diunggah oleh akun @hmart_lw, tampak percakapan pesan singkat sejumlah mahasiswa dari prodi tersebut yang menjadikan perempuan sebagai objektivasi seksual secara verbal.(scp/buz)
Load more