Peringati Hari Ulang Tahun ke-81 TNI, Berbagai Elemen Masyarakat Berkumpul di Yogyakarta Santuni Pesantren Tunarungu
- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Dewan Pembina lainnya, Gideon Suprapto menambahkan bahwa keanggotaan paguyuban terbuka bagi siapa saja yang memiliki kecintaan terhadap Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak membawa kepentingan politik.
“Tidak ada syarat, siapa pun yang mau mencintai NKRI boleh masuk menjadi keluarga besar Bolo NKRI. Tidak ada unsur politik apa pun,” tegasnya.
Ketua panitia kegiatan, Rismon menyampaikan bahwa deklarasi tersebut lahir dari kebersamaan anggota yang ingin membangun wadah persaudaraan sekaligus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Melalui deklarasi ini, Bolo NKRI diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menjalankan program sosial secara berkelanjutan," paparnya.
Saat ini, paguyuban tersebut memiliki sekitar 180 anggota dari berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa. Selain Yogyakarta, para anggota berasal dari Solo, Wonosobo, Temanggung, dan Jawa Timur. Yogyakarta menjadi pusat awal pembentukan karena para pendirinya berasal dari daerah tersebut.
Perwakilan Dewan Penasihat lainnya, Anggonotomo mengatakan, kegiatan mendatang akan diarahkan pada aktivitas positif yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Selain kegiatan bakti sosial, paguyuban berkomitmen mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
"Selain bakti sosial, Bolo NKRI juga berkomitmen ikut menjaga suasana aman dan kondusif dengan mendukung pihak berwenang apabila dibutuhkan, tanpa mengambil alih tugas aparat," terangnya.
Melalui peringatan HUT ke-81 TNI yang diisi dengan silaturahmi dan penyaluran santunan ini, para anggota berharap semangat cinta Tanah Air dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Upaya tersebut diharapkan turut mendukung terciptanya Yogyakarta yang damai, rukun, dan penuh kekeluargaan. (Scp/Ard)
Load more