News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cegah Stunting, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo: Saya Waktu Kecil Makan Laron, Tidak Perlu Beli Daging Sapi

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebut kekerdilan atau stunting bisa dicegah dengan mengkonsumsi protein hewani. Bahkan, masyarakat disarankan untuk mengkonsumsi belalang dan laron daripada mie instan.
Senin, 27 Juni 2022 - 19:32 WIB
Kepala BKKBN pusat, Hasto Wardoyo, saat launching Gerakan Orang Tua Asuh Peduli Stunting di Kapanewon Semanu, Gunungkidul
Sumber :
  • Tim tvOne/Lucas Didit

Gunungkidul, DIY - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebut kekerdilan atau stunting bisa dicegah dengan mengkonsumsi protein hewani. Bahkan, masyarakat disarankan untuk mengkonsumsi belalang dan laron daripada mie instan.

"Kenapa laron bisa mencegah stunting? Karena laron kaya protein hewani, jadi bagus untuk dikonsumsi, begitu juga belalang," kata Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, di sela-sela menghadiri launcing gerakan orang tua asuh peduli stunting di Kapanewon Semanu, Gunungkidul, Senin (27/6/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak usia balita, yang dipicu oleh kekurangan gizi kronis, dan mengakibatkan postur anak  pendek di usianya.

Karenanya, Hasto berharap masyarakat tidak menganggap laron sebagai yang menjijikkan dan tidak bergizi.

"Saya waktu kecil juga konsumsi laron karena berprotein tinggi. Nah di Gunungkidul kan ada ungkrung, belalang. Sumber protein hewani itu semua," ujarnya.

Oleh karena itu, mantan Bupati Kulonprogo ini berharap masyarakat tidak memaksakan diri membeli bahan makanan berprotein hewani dengan harga mahal.

"Jadi tidak perlu harus beli daging sapi atau lainnya yang harganya mahal. Daripada beli mie instan kan mending beli telur," kata Hasto.

"Ikan juga yang murah, daripada beli yang mahal seperti ikan salmon, ikan tuna tidak usah. Kalau ada syukur tapi kalau tidak ada tidak usah dipaksakan. Ikan kembung juga sudah cukup," lanjut Hasto.

Saat ini, angka stunting di DIY masih 17 persen, di mana penyumbang kasus stunting tertinggi adalah Gunungkidul.

"Sedangkan kita punya target 14 persen. Makanya kami konsentrasi ke daerah yang masih tinggi, seperti halnya Gunungkidul yang masih 20 persen di atas angka rata-rata DIY," terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, Hasto mengatakan, BKKBN fokus menangani stunting di Gunungkidul, diantaranya dengan gerakan orang tua asuh peduli stunting.

"Seandainya di Gunungkidul angkanya bisa turun, maka DIY bisa mencapai 14 persen. Proporsi penduduk Gunungkidul kan besar dan angkanya tinggi, karena itulah alasan kita lebih memilih fokus di daerah ini," pungkasnya. (ldhp/ebs)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai

Trending

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal siaran langsung Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1. Petarung MMA tak terkalahkan asal Indonesia, Bilal Hasan, akan menjalani pertarungan penting untuk membuka jalan menuju UFC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT