GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penipuan Modus Pengembangan Perumahan Korban Merugi Ratusan Juta

Penipuan dengan modus pengembangan perumahan kembali terjadi di Kabupaten Kulon Progo. Korban ditaksir merugi hingga Rp 257 Juta. Pelaku adalah rekan sendiri.
Selasa, 9 Agustus 2022 - 13:24 WIB
Korban Melapor ke Polres Kulon Progo.
Sumber :
  • Tim tvOne - Ari Wibowo

Kulon Progo, DIY - Penipuan dengan modus pengembangan perumahan kembali terjadi di Kabupaten Kulon Progo. Kali ini menimpa warga Kelurahan Bojong , Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bukannya untung dalam bisnis perumahan tersebut, Hendi Arso (62) justru merugi hingga Rp 257 Juta karena menjadi korban penipuan oleh rekannya sendiri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus penipuan ini terjadi pada 14 Oktober 2020 silam. Saat itu, pelaku SFS (57) warga Banguntapan Bantul datang ke rumah korban. Dia menawarkan kerja sama dalam bentuk pengembangan perumahan.

Pelaku menawarkan kerja sama dengan korban dengan dalih butuh tambahan modal dan dijanjikan bagi hasil keuntungan hingga 50 persen, namun hingga saat ini uang sebanyak Rp 257 juta tak kunjung kembali.

Selang lima hari, keduanya kembali bertemu dan memuat perjanjian di atas materai. Dalam rentang waktu antara 30 Oktober sampai dengan 12 Desember 2020, korban mentransfer uang dengan total Rp 259 juta ke rekening pelaku.  

Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu I Nengah Jeffry membenarkan adanya pelaporan kasus dengan modus pengembangan perumahan yang menimpa warga Bojong, Kecamatan Panjatan, Kulon Progo, dengan iming-iming untung besar.

"Kami mendapat laporan adanya kasus penipuan pengembangan perumahan, yang dilakukan rekannya sendiri, dengan iming-iming untung 50 persen dalam bisnis pengembangan perumahan. Korban menceritakan setelah proyek selesai, korban menagih janji kepada pelaku. Namun, pelaku selalu berdalih belum dibayarkan oleh pengembang atau developer. Korban kemudian melaporkan kasus ini ke polisi," ujar Jeffry Selasa ( 9/8/2022)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasi Humas Mengimbau kepada masyarakat, agar lebih berhati-hati dan waspada dengan iming-iming untung banyak yang ujung-ujungnya penipuan.

Hingga saat ini, masih dalam penyelidikan dan ditangani jajaran Satreskrim Polres Kulon Progo. (awo/dan)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tumbang 2-1 dari Persija Jakarta, Pelatih PSM Makassar Curhat Terkait VAR Tak Berfungsi di JIS

Tumbang 2-1 dari Persija Jakarta, Pelatih PSM Makassar Curhat Terkait VAR Tak Berfungsi di JIS

Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, menyesalkan pertandingan menghadapi Persija Jakarta digelar tanpa menggunakan Video Assistant Referee (VAR).
Buntut Alumus LPDP Bangga Anaknya Peroleh Paspor Inggris, LPDP Beri Sanksi Sampai Pengembalian Seluruh Dana Beasiswa

Buntut Alumus LPDP Bangga Anaknya Peroleh Paspor Inggris, LPDP Beri Sanksi Sampai Pengembalian Seluruh Dana Beasiswa

Buntut Dwi Sasetyaningtyas (DS), seorang warga negara Indonesia (WNI) alumnus penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengunggah ucapan
Sosok Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Belakangan Ini

Sosok Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Belakangan Ini

Nama Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah mengunggah video yang menyebut kewarganegaraan anaknya.
Selebgram Awbimax Panas Lihat Tingkah Penerima LPDP Dwi Sasetyaningtyas, Aib Arya Iwantoro Suami Tyas Dikuliti

Selebgram Awbimax Panas Lihat Tingkah Penerima LPDP Dwi Sasetyaningtyas, Aib Arya Iwantoro Suami Tyas Dikuliti

Sosok penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas menjadi viral di media sosial setelah mengunggah video yang menyebut kewarganegaraan anaknya.
Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai komentar netizen di
Pamer Paspor Inggis Anak, LPDP Imbau Dwi Sasetyaningtyas untuk Lebih Bijak Gunakan Media Sosial

Pamer Paspor Inggis Anak, LPDP Imbau Dwi Sasetyaningtyas untuk Lebih Bijak Gunakan Media Sosial

LPDP angkat bicara soal konflik Dwi Sasetyaningtyas yang viral di media sosial setelah ungkap rasa bangganya lantaran sang anak bukan seorang WNI. Seperti apa?

Trending

PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI berpotensi menyesal setelah Pascal Struijk menolak naturalisasi untuk perkuat Timnas Indonesia. Bek Leeds United itu kini jadi transfer terbaik klubnya.
Terkuak! Penyebab Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Diganti, Polri Beberkan Riwayatnya

Terkuak! Penyebab Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Diganti, Polri Beberkan Riwayatnya

Baru sepekan menjadi Plh Kapolres Bima Kota. AKBP Catur Erwin Setiawan sudag diganti polri. Kini, digantikan oleh AKBP Hariyanto, Wadansat Brimob Polda NTB.
Setelah Viral Bilang 'Cukup Saya WNI, Anak Jangan', Penerima LPDP Ungkap Permintaan Maaf

Setelah Viral Bilang 'Cukup Saya WNI, Anak Jangan', Penerima LPDP Ungkap Permintaan Maaf

Dwi Sasetyaningtyas, konten kreator yang viral setelah bilang, "cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan" ungkap permintaan maafnya pada masyarakat.
AKBP Didik Akui Narkoba Sekoper Dapat saat Menjabat Wakasat Serse Jakarta Utara

AKBP Didik Akui Narkoba Sekoper Dapat saat Menjabat Wakasat Serse Jakarta Utara

Mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro mengakui narkoba sekoper miliknya dapat saat ia menjabat sebagai Wakasat Serse Polres Metro Jakarta Utara.
Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih, DPR Ingatkan Produk Dalam Negeri

Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih, DPR Ingatkan Produk Dalam Negeri

Mencuat soal kabar terkait impor 105 ribu mobil pikap India buat Kopdes Merah Putih. Sontak hal ini menyedot dan menuai komentar dari Wakil Ketua Komisi VII DPR
Thom Haye Gigit Jari, Timnas Indonesia Sudah Dekati Gelandang Jerman Berdarah Surabaya Rp43 Miliar

Thom Haye Gigit Jari, Timnas Indonesia Sudah Dekati Gelandang Jerman Berdarah Surabaya Rp43 Miliar

Performa impresif Laurin Ulrich di kompetisi Jerman kembali memantik spekulasi soal peluangnya membela Timnas Indonesia. Thom Haye gigit jari soal posisinya?
Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai komentar netizen di
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT