News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Keruntuhan SVB Picu Ketakutan Krisis, Saham Perbankan Global Rontok!

Riak gelombang dari ambruknya SVB memukul saham perbankan global pada Selasa (14/3), terlebih jaminan dari Joe Biden tidak banyak membantu menenangkan pasar.
Selasa, 14 Maret 2023 - 12:51 WIB
Foto Dokumen: Logo SVB (Silicon Valley Bank) yang dihancurkan terlihat dalam ilustrasi ini diambil 13 Maret 2023.
Sumber :
  • ANTARA

Singapura, tvonenews.com - Riak gelombang dari ambruknya Silicon Valley Bank (SVB) memukul saham perbankan global pada Selasa (14/3/2023), terlebih jaminan dari Presiden AS Joe Biden otoritas pembuat kebijakan tidak banyak membantu menenangkan pasar. Hal ini juga berdampak pada investor yang berpikir ulang mengenai prospek suku bunga.

Terbaru, otoritas keuangan setempat juga menutup Signature Bank yang berbasis di New York, sebuah perbankan pemberi pinjaman utama dalam industri kripto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini dilakukan untuk mencegah dampak risiko sistemik akibat kehancuran SVB, demikian disampaikan dalam pernyataan bersama Departemen Keuangan AS, Federal Reserve, dan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC). 

Langkah itu dilakukan dua hari setelah Silicon Valley Bank (SVB) California runtuh karena para deposan bergegas menarik dana-dana mereka.

Upaya Biden untuk meyakinkan pasar dan deposan dilakukan setelah tindakan darurat AS untuk menopang bank dengan memberi mereka akses ke pendanaan tambahan gagal. Padahal upaya ini dilakukan untuk menghilangkan kekhawatiran investor tentang potensi penularan ke pemberi pinjaman lain di seluruh dunia.

Saham Perbankan Rontok

Saham perbankan di Asia memperpanjang penurunan, dengan bank besar Australia ANZ, Westpac dan NAB semuanya turun lebih dari 2,0 persen dan subindeks perbankan Jepang anjlok 6,7 persen pada awal perdagangan ke level terendah sejak Desember.

Perlombaan sengit untuk mengubah ekspektasi suku bunga juga mengirimkan gelombang melalui pasar karena investor bertaruh Federal Reserve akan enggan untuk menaikkannya minggu depan.

"Bahkan sekalipun keruntuhan beberapa bank kelas menengah tidak berkembang menjadi krisis sistemik besar-besaran, kemungkinan besar akan memicu krisis kredit," kata Paul Ashworth, Kepala Ekonom Amerika Utara di Capital Economics.

Pedagang saat ini melihat peluang 50 persen tidak ada kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan ini, dengan pemotongan suku bunga untuk paruh kedua tahun ini. Awal pekan lalu, kenaikan 25 basis poin telah diperkirakan sepenuhnya, dengan peluang 70 persen untuk kenaikan 50 basis poin.

Dengan kekhawatiran investor akan kegagalan tambahan, bank-bank besar AS kehilangan sekitar 90 miliar dolar AS nilai pasar saham pada Senin (13/3/2023), membawa kerugian mereka selama tiga sesi perdagangan terakhir menjadi hampir 190 miliar dolar AS.

Bank Regional AS Terpukul

Bank-bank regional AS paling terpukul. Saham First Republic Bank anjlok lebih dari 60 persen karena berita pembiayaan baru gagal meyakinkan investor, begitu pula Western Alliance Bancorp dan PacWest Bancorp.

Indeks perbankan STOXX Eropa ditutup 5,7 persen lebih rendah. Commerzbank Jerman terpangkas 12,7 persen dan Credit Suisse jatuh 9,6 persen ke rekor terendah.

Biden mengatakan tindakan pemerintahannya berarti "orang Amerika dapat memiliki keyakinan bahwa sistem perbankan aman," sementara juga menjanjikan peraturan yang lebih ketat setelah kegagalan bank AS terbesar sejak krisis keuangan 2008.

"Simpanan Anda akan ada saat Anda membutuhkannya," katanya.

SVB dan Signature Bank adalah kegagalan bank pertama sejak 2020.

Nasib Nasabah SVB

Nasabah SVB akan memiliki akses ke semua simpanan mereka mulai Senin (13/3/2023) dan regulator menyiapkan fasilitas baru untuk memberi bank-bank akses ke dana darurat. The Fed mempermudah bank-bank untuk meminjam darinya dalam keadaan darurat.

Regulator bank AS berusaha meyakinkan para nasabah yang gelisah pada Senin (13/3/2023) yang berbaris di luar kantor pusat SVB di Santa Clara, California, menawarkan kopi dan donat.

"Jangan ragu untuk bertransaksi seperti biasa. Kami hanya meminta sedikit waktu karena volumenya," kata karyawan FDIC (Federal Deposit Insurance Corporation) Luis Mayorga kepada para nasabah yang menunggu.

Regulator juga bergerak cepat untuk menutup Signature Bank New York, yang mendapat tekanan dalam beberapa hari terakhir.

"Penyelidikan serius perlu dilakukan tentang mengapa regulator melewatkan tanda bahaya ... dan apa yang perlu dirombak," kata Mark Sobel, mantan pejabat senior Departemen Keuangan dan ketua Forum Resmi Lembaga Keuangan dan Moneter AS, sebuah wadah pemikir.

Di pasar uang, indikator risiko kredit di AS dan sistem perbankan zona euro naik tipis.

Didorong oleh taruhan bahwa Fed mungkin harus memperlambat kenaikan suku bunganya, harga emas, tempat berlindung yang aman berpacu di atas level kunci 1.900 dolar AS.

Langkah Antisipasi

Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia yang memiliki akun di SVB bergegas menilai dampaknya terhadap keuangan mereka. Di Jerman, bank sentral mengadakan tim krisisnya untuk menilai dampak apa pun.

Setelah pembicaraan maraton akhir pekan, HSBC mengatakan membeli cabang SVB Inggris seharga satu pound (1,21 dolar AS).

Sementara SVB Inggris kecil, kematiannya yang tiba-tiba mendorong seruan bantuan pemerintah untuk industri rintisan Inggris, dan sektor bioteknya yang sangat terekspos pada khususnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengatakan tidak ada kekhawatiran tentang risiko sistemik. "Bank kami memiliki permodalan yang baik, likuiditasnya kuat," kata Sunak kepada ITV saat berkunjung ke Amerika Serikat.

Di China, di mana SVB adalah bank asing utama untuk sebagian besar perusahaan baru, pengusaha dan dana ventura juga berebut untuk pendanaan alternatif. (ant/ito)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Miliki Motif Dendam dengan Korban, Tersinggung dan Merasa Direndahkan

Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Miliki Motif Dendam dengan Korban, Tersinggung dan Merasa Direndahkan

Polisi mengungkap motif tiga orang pelaku lakukan penyiraman air keras ke seorang warga berinisial TW (54), di Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat.
Perkuat Pengawasan Pangan di Timur Indonesia, BGN Gandeng Karantina Sulsel untuk Amankan Program MBG

Perkuat Pengawasan Pangan di Timur Indonesia, BGN Gandeng Karantina Sulsel untuk Amankan Program MBG

BGN tidak hanya melakukan koordinasi dengan Balai Karantina, tetapi juga meninjau fasilitas laboratorium serta sistem pengawasan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan.
Terungkap, Ini Alasan PBSI Kembali Pasangkan Daniel Marthin dengan Leo Rolly Carnando di Ganda Putra

Terungkap, Ini Alasan PBSI Kembali Pasangkan Daniel Marthin dengan Leo Rolly Carnando di Ganda Putra

PBSI ungkap alasan kembali duetkan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin di sektor ganda putra.
Polisi Ungkap Pelaku di Bekasi Lakukan Tiga Kali Percobaan Siram Air Keras ke Korban

Polisi Ungkap Pelaku di Bekasi Lakukan Tiga Kali Percobaan Siram Air Keras ke Korban

Polisi mengungkap fakta baru dibalik peristiwa penyiraman air keras oleh tiga orang pelaku, ke seorang warga berinisial TW (54), di Jalan Bumi Sani Permai RT 001 RW 014, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 04.51 WIB.
Bukan Cuma Belanda! Kasus Paspor Kini Merembet ke Liga Belgia usai Royal Antwerp Coret Pemain, Joey Pelupessy Ikut Terdampak?

Bukan Cuma Belanda! Kasus Paspor Kini Merembet ke Liga Belgia usai Royal Antwerp Coret Pemain, Joey Pelupessy Ikut Terdampak?

Kasus paspor pemain diaspora kini merambat ke Belgia. Gyrano Kerk dicoret Antwerp, sementara nasib Joey Pelupessy di Lommel SK mulai jadi sorotan.
Diiringi Suara Monitor Rumah Sakit, Andrie Yunus Tegaskan akan Terus Berjuang: Teror Itu dari Orang-Orang Pengecut!

Diiringi Suara Monitor Rumah Sakit, Andrie Yunus Tegaskan akan Terus Berjuang: Teror Itu dari Orang-Orang Pengecut!

Aktivis KontraS, Andrie Yunus memberikan pesan dari dalam kamar rumah sakit tempatnya dirawat usai peristiwa teror penyiraman air keras beberapa waktu lalu.

Trending

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 ternyata ikut menjadi perhatian media Eropa. Media Prancis menyoroti performa penuh Calvin Verdonk.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak membuat pamornya meredup. Media Vietnam yakin Garuda jadi kandidat juara Piala AFF 2026.
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT