Saham Asia Tergelincir Jelang Pertemuan Fed, Krisis Ukraina Jadi Fokus
- ANTARA
Memang, data pertama produk domestik bruto AS untuk kuartal Desember akan dirilis minggu ini dan diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan berjalan pada 5,4 persen secara tahunan sebelum Omicron menginjak rem.
Musim laporan keuangan perusahaan juga sedang berlangsung dan perusahaan yang melaporkan minggu ini termasuk IBM , Microsoft, Johnson & Johnson , Intel, Tesla, Apple dan Caterpillar.
Sementara itu imbal hasil obligasi pemerintah melambung akhir pekan lalu, imbal hasil 10-tahun masih naik 22 basis poin pada sejauh bulan ini di 1,77 persen dan tidak jauh dari level yang terakhir terlihat pada awal 2020.
Kenaikan itu secara umum mendukung dolar AS, yang menambahkan 0,5 persen terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya minggu lalu dan terakhir berdiri di 85,647. Euro tertahan di 1,1341 dolar, setelah gagal mempertahankan reli baru-baru ini mendekati 1,1500 dolar.
"Risikonya adalah pernyataan The Fed menggambarkan urgensi untuk segera bertindak, kemungkinan pada Maret, dalam menghadapi inflasi yang sangat tinggi," kata Joseph Capurso, kepala ekonomi internasional CBA.
"Itu bahkan bisa mendorong pasar untuk memperkirakan risiko kenaikan suku bunga 50 basis poin pada Maret dan, di bawah skenario itu, kami memperkirakan reaksi spontan di atas tertinggi 4 Januari di 96,46."
Yen Jepang cenderung diuntungkan dari arus safe haven karena saham runtuh, menjaga dolar tetap lemah di 113,66 dan tidak mendekati level terendah minggu lalu di 113,47 yen.
Emas bertahan diperdagangkan di 1.833 dolar AS per ounce, setelah mencapai puncak enam minggu di 1.842 dolar AS minggu lalu.
Harga minyak naik lagi setelah menguat selama lima minggu berturut-turut ke tertinggi tujuh tahun karena ekspektasi permintaan akan tetap kuat dan persediaan terbatas.
Brent bertambah 74 sen menjadi diperdagangkan di 88,64 dolar AS per barel, sementara minyak mentah AS naik 70 sen menjadi diperdagangkan di 85,84 dolar AS per barel. (ant/ito)
Load more