News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ini Alasan Jangan Iseng Beli Saham Perusahaan Karena Murah, Bukan Untung Malah Buntung

Inilah beberapa alasan mengapa Anda tidak diperbolehkan untuk membeli saham perusahaan karena murah lantaran bisa membuat Anda malah merugi alih-alih untung.
Jumat, 18 Oktober 2024 - 07:50 WIB
Ilustrasi Saham
Sumber :
  • ANTARA

akarta, tvOnenews.com - Valuasi sangat sering digunakan oleh seseorang untuk menentukan apakah harga suatu saham wajar atau tidak, dengan harapan bisa menjualnya ketika nilai saham tersebut meningkat di masa depan. 

Pada beberapa kasus, keuntungan yang dihasilkan dari penjualan saham bisa lebih dari 100 persen. Namun, harus dipahami bahwa valuasi bukanlah satu-satunya faktor untuk menganalisis saham. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harga saham di pasar dipengaruhi oleh dinamika permintaan serta penawaran. Tidak semua saham dengan valuasi rendah layak untuk dibeli dan diinvestasikan. Ada kemungkinan bahwa saham yang terlihat murah, justru tidak menarik investor lantaran prospek bisnisnya yang kurang meyakinkan. 

Tidak hanya itu, membeli saham dengan valuasi rendah tanpa mempertimbangkan faktor lain dapat membuat Anda terjebak dalam situasi yang dikenal sebagai value trap. 

tvonenews

Situasi ini adalah ketika Anda sudah membeli saham yang dianggap murah, namun tidak memberikan keuntungan sama sekali sekarang atau di masa depan. Berikut ini adalah beberapa tanda untuk menghindari saham murah:

1. Perusahaan ‘Sunset Industry’ 

Istilah ini digunakan untuk bisnis yang dulunya berjaya namun sekarang ini kinerjanya terus menurun. Biasanya, perusahaan tersebut sulit berkembang, walaupun ada pertumbuhan pun nilainya pasti di bawah rata-rata industri. 

Investor biasanya enggan untuk menanamkan uang di perusahaan ini yang akhirnya memberi dampak pada stagnasi atau penurunan harga saham. 

2. Bukan Perusahaan Market Leader

Salah satu faktor yang bisa Anda gunakan untuk menganalisis apakah saham tersebut baik untuk dibeli adalah dengan membandingkan kinerjanya dengan perusahaan lain di industri yang sama. Biasanya, saham yang murah sering memperlihatkan bahwa perusahaan tersebut kalah bersaing dan tidak punya posisi kuat di pasar. 

Jika perusahaan tidak memiliki daya saing yang kuat, perusahaan semacam ini kemungkinan besar akan tertinggal dan harga sahamnya semakin menurun. 

3. Fundamental yang Lemah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Valuasi murah adalah jebakan jika fundamental perusahaan sedang melemah. Biasanya, perusahaan yang merugi sangat tidak menarik bagi investor karena kecil peluang mereka menerima dividen dan keuntungan. 

4. Pangsa Pasar Menurun Drastis

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Respons Pedas Ono Surono Terkait Rumahnya Digeledah KPK

Respons Pedas Ono Surono Terkait Rumahnya Digeledah KPK

Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono lontarkan respons pedas terkait rumahnya digeledah KPK saat mengunjungi Sumedang, Jumat (3/4/2026).
Cerita Pelatih Persis Solo soal Pemain Asingnya Keracunan jelang Hadapi PSM

Cerita Pelatih Persis Solo soal Pemain Asingnya Keracunan jelang Hadapi PSM

 Persis Solo akan menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas PSM Makassar pada pekan ke-26 Super League 2025/2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan ber-
Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Siap-siap Warga Jabar, Dedi Mulyadi Segera Ubah Wajah Transportasi Jadi Angkot Listrik, Ini Rencananya

Siap-siap Warga Jabar, Dedi Mulyadi Segera Ubah Wajah Transportasi Jadi Angkot Listrik, Ini Rencananya

Dedi Mulyadi siapkan program angkot listrik di Jawa Barat. Rencana transportasi umum modern ini diungkap saat bertemu sopir angkot berusia 76 tahun.
Eropa Mulai Ikat Pinggang untuk Hadapi Krisis Energi

Eropa Mulai Ikat Pinggang untuk Hadapi Krisis Energi

Eropa mulai ikat pinggang dalam menghadapi krisis energi berkepanjangan seiring pasokan minyak dan gas yang semakin ketat akibat konflik geopolitik yang belum
Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Jakarta LavAni meraih kemenangan meyakinkan pada laga pembuka Final Four Proliga 2026 atas Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-0 (25-17, 25-20, 25-17).

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Terungkap, Isi Pembahasan Pertemuan Seskab Teddy dengan Wapres Gibran

Terungkap, Isi Pembahasan Pertemuan Seskab Teddy dengan Wapres Gibran

Terungkap, isi pembahasan pertemuan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. 
Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian

Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian

Respons cepat Dedi Mulyadi saat diajak Melanie Subono bahas nasib gajah Sumatera di Bandung Zoo menuai pujian. Fokus pada perbaikan kesejahteraan satwa.
Eropa Mulai Ikat Pinggang untuk Hadapi Krisis Energi

Eropa Mulai Ikat Pinggang untuk Hadapi Krisis Energi

Eropa mulai ikat pinggang dalam menghadapi krisis energi berkepanjangan seiring pasokan minyak dan gas yang semakin ketat akibat konflik geopolitik yang belum
Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) lontarkan jawaban menohok saat ditanya terkait perkembangan terbaru soal permohonan keadilan restoratif atau restorative
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT