Saat Harga Emas Dunia Tembus Rekor, Freeport Berhasil Menjual 45,8 Ton Emas dari Papua, Nilainya Ternyata .....
- Antara Foto
Dalam tiga bulan periode Juni - September 2024, Freeport berhasil menjual 554 ribu troy ounce emas atau sekitar 17,23 ton emas senilai 1,42 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp22,20 triliun.
Selain naiknya volume penjualan emas, Freeport juga diuntungkan dari naiknya harga emas dunia, dimana rata - rata harga jual emas Freeport di kuartal III-2024 yang tercatat sebesar 2.569 dolar AS per troy ounce, dibandingkan dengan harga jual di kuartal III-2023 sebesar 1.898 dolar AS per troy ounce.
Tembaga Lebih Besar
Selain penjualan emas, tambang Freeport di Papua juga menghasilkan tembaga dalam jumlah yang bahkan jauh lebih besar. Selama kuartal III-2024, Freeport berhasil memproduksi 439 juta pound atau setara dengan 199 ribu metrik ton. Produksi ini, naik tipis dibandingkan dengan produksi kuartal III-2023 sebesar 436 juta pound.
Sementara, volume penjualan tembaga Freeport di Papua pada kuartal III-2024 tercatat sebesar 426 juta pound atau sekitar 193 ribu metrik ton, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 sebesar 430 juta pound.
Meski volume penjualan dan produksi relatif stagnan, Freeport diuntungkan dari melonjaknya harga jual tembaga di kuartal III-2024 yang tercatat sebesar 4,29 dolar per pound, atau naik sekitar 13,8 persen dari harga jual tembaga di kuartal III-2023 sebesar 3,77 dolar AS per pound.
Dengan kenaikan harga jual tembaga, maka Freeport berhasil mencatat nilai penjualan tembaga sebesar 1,83 miliar dolar AS, atau sekitar Rp28,5 triliun. Jumlah ini bahkan lebih tingginya dari nilai penjualan emas Freeport di kuartal III-2024 yang hanya sekitar Rp22,20 triliun.
Ke depannya, Richard Adkerson optimistis bahwa kontribusi tembaga terhadap penjualan Freeport akan terus meningkat, seiring dengan naiknya permintaan tembaga untuk kepentingan pembangunan data center di tingkat global. (hsb)
Load more