GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Merancang Sistem Agribisnis untuk Efektivitas Food Estate di Indonesia

Indonesia dihadapkan tantangan besar untuk memastikan ketahanan pangan, terutama terkait ketersediaan, akses, dan stabilitas harga pangan.
Selasa, 21 Januari 2025 - 14:19 WIB
Kegiatan pengembangan agribisnis di lahan rawa Kecamatan Tanjung Lago dan Kecamatan Muara Telang, Sumatera Selatan oleh Kementan RI
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Sebagai negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia terus dihadapkan pada tantangan besar dalam memastikan ketahanan pangan, terutama terkait ketersediaan, akses, dan stabilitas harga pangan. Ketergantungan pada impor bahan pangan seperti beras, jagung, dan kedelai menjadikan Indonesia rentan terhadap fluktuasi pasar internasional.

Program Food Estate menjadi salah satu strategi utama Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan, khususnya di tengah meningkatnya tantangan global dan domestik. Food Estate, atau kawasan pertanian terpadu, dirancang untuk meningkatkan produksi pangan dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut laporan FAO (2023), tekanan terhadap sistem pangan global terus meningkat akibat pertumbuhan populasi dan dampak perubahan iklim pada hasil pertanian. Di tingkat global, riset menunjukkan bahwa teknologi pertanian dapat meningkatkan hasil panen hingga 30-40% dalam lima tahun (World Bank, 2023).

Pengembangan Food Estate di Indonesia mencakup berbagai elemen seperti infrastruktur, teknologi, dan manajemen lahan yang efisien. Dengan pendekatan yang terintegrasi, konsep ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjamin keberlanjutan lingkungan.

Teknologi menjadi elemen kunci dalam meningkatkan efisiensi dan hasil pertanian di kawasan Food Estate. Beberapa bidang teknologi yang diterapkan meliputi:

  1. Pertanian Presisi (Precision Agriculture)
    Teknologi berbasis data, seperti Geographic Information Systems (GIS), drone, dan sensor tanah, digunakan untuk memantau kondisi lahan secara real-time. Hal ini memungkinkan keputusan yang lebih akurat terkait pemupukan, irigasi, dan pengendalian hama.

    • Contoh: Pemanfaatan drone untuk identifikasi masalah di lahan serta sistem irigasi otomatis berbasis sensor yang menghemat air dengan hanya memberikan air saat diperlukan.

  2. Teknologi Genetika Tanaman
    Pengembangan varietas tanaman yang tahan hama, penyakit, dan perubahan iklim dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian.

    • Contoh: Varietas padi dan jagung tahan kekeringan, serta penggunaan mikroba ramah lingkungan untuk mengendalikan hama.

  3. Analisis Big Data dan Platform Digital
    Data dari sensor, citra satelit, dan laporan cuaca digunakan untuk analisis pola cuaca, kondisi tanaman, dan kebutuhan pasar. Platform digital juga memfasilitasi petani untuk mengakses informasi harga pasar dan pelatihan daring.

Sistem agribisnis mengintegrasikan seluruh rantai nilai pertanian, dari produksi hingga distribusi, untuk memastikan efisiensi di setiap tahap.

  1. Integrasi Rantai Pasokan
    Kolaborasi antara petani, pengusaha, pemerintah, dan sektor swasta dilakukan untuk menciptakan ekosistem agribisnis yang terintegrasi.

    • Contoh: Kemitraan dengan perusahaan pengolahan pangan untuk membeli hasil panen secara langsung, memastikan stabilitas harga dan pasar.

  2. Pembangunan Infrastruktur Distribusi
    Pembangunan jalan, fasilitas penyimpanan, dan pengolahan membantu mengurangi kerugian pascapanen serta menjaga kualitas produk sampai ke konsumen.

  3. Pengolahan dan Diversifikasi Produk
    Diversifikasi produk pertanian, seperti pengolahan beras menjadi tepung, meningkatkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja.

  4. Pemberdayaan Petani dan Pembiayaan
    Petani mendapatkan pelatihan modern dan akses ke pembiayaan untuk membeli alat serta teknologi pertanian. Kredit mikro dan subsidi dari pemerintah serta sektor swasta menjadi kunci penting dalam pemberdayaan ini.

Tantangan dan Solusi

Beberapa tantangan utama dalam implementasi Food Estate meliputi:

  • Keterbatasan akses terhadap teknologi modern di daerah terpencil.

  • Kurangnya keterampilan petani dalam mengoperasikan teknologi baru.

  • Infrastruktur yang belum memadai untuk mendukung distribusi hasil panen.

Solusi yang diusulkan mencakup:

  • Program pelatihan intensif untuk meningkatkan kapasitas petani.

  • Penyediaan infrastruktur distribusi yang memadai.

  • Kolaborasi pemerintah, swasta, dan institusi pendidikan untuk mempercepat adopsi teknologi.

Pada tahun 2023, Pemerintah Indonesia memulai proyek Food Estate di beberapa provinsi, seperti Kalimantan Tengah, untuk meningkatkan produksi pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Berdasarkan penelitian Badan Litbang Pertanian, produksi padi di Kalimantan Tengah meningkat sekitar 15% pada tahun 2024, namun masih jauh dari target yang diharapkan.

Beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya manusia terampil dan minimnya infrastruktur pendukung, menjadi fokus utama yang harus ditangani.

Implementasi teknologi dan sistem agribisnis dalam Food Estate berperan penting dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.

Keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan petani, serta penyediaan pelatihan dan infrastruktur yang memadai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan langkah-langkah ini, Indonesia dapat mengatasi tantangan pangan dan mencapai ketahanan pangan jangka panjang. (ant/nsp)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Ironis, pimpinan pondok pesantren (ponpes), Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga cabuli santriwatinya berusia 19 tahun 25 kali. Hal ini diungkap kuasa hukum
Ronaldo Cetak Gol Lagi, Al Nassr Makin Tempel Ketat Al Hilal di Puncak Klasemen Liga Pro Saudi 2025/2026?

Ronaldo Cetak Gol Lagi, Al Nassr Makin Tempel Ketat Al Hilal di Puncak Klasemen Liga Pro Saudi 2025/2026?

Cristiano Ronaldo akhirnya kembali berjuang bersama Al Nassr dan kembali mencetak gol. Lantas, bagaimana 'suasana' klasemen sementara Liga Pro Saudi 2025/2026?
Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut  Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Akses jalur alternatif menurun dari Jalan Lingkar Interchange Tanjungpura ke jalan raya Tanggul Rawagabus akhirnya ditutup permanen
Jamaah An-Nadzir Gowa Sudah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H di Hari Rabu

Jamaah An-Nadzir Gowa Sudah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H di Hari Rabu

Jamaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (18/2/2026). Hal ini berdasarkan hasil pemantauan dan perhitungan tim
Ternyata Sajadah Model Begini Bisa Merusak Pahala Shalat Berjamaah di Masjid Kata Buya Yahya

Ternyata Sajadah Model Begini Bisa Merusak Pahala Shalat Berjamaah di Masjid Kata Buya Yahya

Shalat berjamaah di masjid jadi salah satu anjuran. Namin siapa sangka sajadah model begini merusak pahala ibadah
Big Match Tercipta di Piala FA! Manchester City Dipaksa Bertandang ke Markas Newcastle

Big Match Tercipta di Piala FA! Manchester City Dipaksa Bertandang ke Markas Newcastle

Hasil undian putaran kelima FA Cup 2025/26 menghadirkan duel panas antara Manchester City dan Newcastle United.

Trending

Ramalan Zodiak Besok, 18 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Zodiak Besok, 18 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan zodiak, 18 Februari 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Simak prediksi cinta, karier, dan keuangan selengkapnya.
Ramalan Keuangan 18 Februari 2026 untuk Shio Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan Keuangan 18 Februari 2026 untuk Shio Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan keuangan shio 18 Februari 2026 untuk Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular. Cek prediksi finansial, peluang rezeki, tips mengatur keuangan.
Comeback Sensasional! Francesco Totti Selangkah Lagi Kembali ke AS Roma

Comeback Sensasional! Francesco Totti Selangkah Lagi Kembali ke AS Roma

Legenda AS Roma, Francesco Totti, mengonfirmasi bahwa dirinya tengah menjalin pembicaraan untuk kembali ke klub sebagai direktur.
Sebelum Sahur Nanti, Langsung Shalat Sunnah ini Kata Ustaz Adi Hidayat Bantu Derajat Hidup Naik

Sebelum Sahur Nanti, Langsung Shalat Sunnah ini Kata Ustaz Adi Hidayat Bantu Derajat Hidup Naik

Sebentar lagi kita menjalankan ibadah puasa ramadhan. Ada baiknya menyempatkan diri shalat sunnah ini
Ihwal Kasus Bahar bin Smith Diduga Aniaya Anggota Banser, Kuasa Hukum: Sedang Mengupayakan Upaya Damai

Ihwal Kasus Bahar bin Smith Diduga Aniaya Anggota Banser, Kuasa Hukum: Sedang Mengupayakan Upaya Damai

Ihwal kasus Assayid Bahar bin Smith atau biasa disapa Habib Bahar yang diduga aniaya anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) bernama Rida
De Rossi Meledak! Aturan VAR Disebut ‘Paling Bodoh’ Usai Kalulu Diusir saat Duel Juventus Vs Inter Milan

De Rossi Meledak! Aturan VAR Disebut ‘Paling Bodoh’ Usai Kalulu Diusir saat Duel Juventus Vs Inter Milan

Pelatih kepala Genoa, Daniele De Rossi, melontarkan kritik keras terhadap keputusan kontroversial yang berujung kartu merah untuk bek Juventus, Pierre Kalulu, dalam Derby d’Italia melawan Inter Milan.
Suami Istri Berhubungan Badan di Siang Hari Ramadhan, Apa Hukumannya? Ini Penjelasan Buya Yahya

Suami Istri Berhubungan Badan di Siang Hari Ramadhan, Apa Hukumannya? Ini Penjelasan Buya Yahya

Jangan anggap sepele, suami istri berhubungan badan di siang hari Ramadhan, begini hukumannya menurut penjelasan Buya Yahya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT