GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bapanas: Kebijakan Harga GKP Dorong Petani untuk Berproduksi

Bapanas tegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga harga gabah kering panen (GKP) guna dorong petani terus berproduksi dan Indonesia bisa swasembada pangan.
Selasa, 4 Februari 2025 - 09:17 WIB
Ilustrasi gabah
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga harga gabah kering panen (GKP) guna mendorong petani terus berproduksi, sehingga Indonesia dapat mencapai swasembada pangan.

"Kita harus yakin bahwa Indonesia mampu mencapai swasembada pangan. Oleh karena itu, kebijakan harga menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat. Pemerintah ingin memastikan petani terus berproduksi," ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, dalam diskusi panel yang diselenggarakan oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef) di Jakarta, Senin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyampaikan bahwa pencapaian swasembada pangan, khususnya untuk komoditas beras, telah diperkuat melalui kebijakan harga yang ditetapkan pemerintah. Kepastian harga ini diharapkan dapat meningkatkan semangat petani dalam meningkatkan produksi mereka.

Pemerintah telah menetapkan harga GKP di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram untuk memastikan petani mendapatkan harga yang layak dan menguntungkan.

"Ini merupakan poin penting. Pemerintah ingin memastikan bahwa petani memperoleh harga yang wajar dan menguntungkan. Kami telah melakukan perhitungan dan harga ini sudah menguntungkan petani, sehingga harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani," kata Ketut.

Dalam laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, petani perorangan tanaman padi yang melakukan panen sendiri memiliki rata-rata nilai produksi sebesar Rp26,3 juta, dengan biaya produksi mencapai Rp15,2 juta. Dengan demikian, petani perorangan dapat memperoleh pendapatan sekitar Rp11,08 juta, atau 72,49 persen dari total biaya produksi. Rata-rata produktivitas petani ini mencapai 46,35 kuintal per hektare.

Sepanjang tahun 2024, data BPS menunjukkan bahwa rata-rata harga GKP di tingkat petani berkisar Rp6.425 per kg, dengan harga terendah terjadi pada bulan April sebesar Rp5.686 per kg, sementara harga tertinggi tercatat pada bulan Februari sebesar Rp7.261 per kg.

Berdasarkan data tersebut, pemerintah optimis bahwa dengan menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) GKP di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kg sejak 15 Januari 2025, kesejahteraan petani dapat lebih terjamin.

Ketut juga menekankan pentingnya peran Perum Bulog dalam mendukung kebijakan ini agar dapat langsung menjangkau petani.

"Kenapa kita tetapkan harga GKP? Tujuannya agar Bulog bisa langsung berinteraksi dengan petani dan memotong rantai distribusi," ungkapnya.

Ia berharap Bulog dapat turun langsung ke lapangan agar petani benar-benar merasakan manfaat dari harga yang telah ditetapkan pemerintah.

"Jika harga gabah berada di bawah Rp6.500, Bulog harus segera menyerap sesuai HPP. Pemerintah berupaya menjaga harga tetap stabil dan menguntungkan bagi petani," jelas Ketut.

Sementara itu, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap perlindungan petani Indonesia.

"Yang terpenting adalah penugasan kepada seluruh penggiling padi di Indonesia untuk membeli gabah kering panen dengan harga minimal Rp6.500 per kg. Presiden akan menyiapkan peraturan pemerintah (PP) untuk melindungi petani Indonesia," ujar Arief.

Ia juga menambahkan bahwa kebijakan harga ini bertujuan agar Perum Bulog dapat langsung berinteraksi dengan petani, yang pada akhirnya akan memperpendek rantai pasok beras di Indonesia. (ant/nsp)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Zulhas Semprot Anggota DPR Hingga Kepala Daerah dari PAN: Jadi Pejabat Jangan Sombong, Jangan Sok Gaya

Zulhas Semprot Anggota DPR Hingga Kepala Daerah dari PAN: Jadi Pejabat Jangan Sombong, Jangan Sok Gaya

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan memberikan peringatan keras kepada seluruh kadernya yang kini menduduki kursi pejabat publik. 
Ramalan Cinta Zodiak 15 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, hingga Pisces

Ramalan Cinta Zodiak 15 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, hingga Pisces

Ramalan Cinta Zodiak 15 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, hingga Pisces. Sehari setelah Valentine, suasana cinta pada 15 Februari 2026 terasa lebih
Viral Album Punk Rock Gandhi Sehat 'Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)' Ditarik dari Peredaran, Ini Penyebabnya

Viral Album Punk Rock Gandhi Sehat 'Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)' Ditarik dari Peredaran, Ini Penyebabnya

Publik dihebohkan dengan kabar viral di media sosial mengenai album musik milik penyanyi cilik bernama Gandhi Sehat berusia 6 tahun asal Sleman, Yogyakarta ditarik dari peredarannya.
Pameran BIFHEX Digelar, UMKM di Jawa Barat Dukung Masuknya Produk Pangan Pertanian Halal Korea

Pameran BIFHEX Digelar, UMKM di Jawa Barat Dukung Masuknya Produk Pangan Pertanian Halal Korea

Pergerakan produk pangan halal asal Korea Selatan semakin terstruktur di pasar Indonesia.
Pemulihan Pascabencana Sumatera Bergerak Cepat, Layanan Dasar Kembali Normal

Pemulihan Pascabencana Sumatera Bergerak Cepat, Layanan Dasar Kembali Normal

IBSW apresiasi respons cepat pemerintah dalam pemulihan pascabencana Sumatera, soroti pembangunan hunian, infrastruktur, dan layanan publik.
PBSI Buka Suara soal Alasan Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari Main Rangkap Ganda Campuran

PBSI Buka Suara soal Alasan Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari Main Rangkap Ganda Campuran

Kabid Binpres Pelatnas PBSI, Eng Hian, memberikan komentar soal racikan baru ganda campuran untuk China Masters Super 100 mendatang.

Trending

Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Tekan Kekalahan

Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Tekan Kekalahan

Tim yang diperkuat Megawati Hangestri, Jakarta Pertamina Enduro, menelan pil pahit pada pertandingan perdana mereka pada seri ke-6 Proliga 2026 di Bojonegoro
John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

Elkan Baggott kembali starter bersama Ipswich Town. Comeback ini jadi kabar baik bagi pelatih Timnas Indonesia John Herdman jelang FIFA Series 2026 di SUGBK
Suporter Australia Ikhlas Jika Luke Vickery Pilih Bela Timnas Indonesia: Kami Punya Banyak Pemain di Posisinya

Suporter Australia Ikhlas Jika Luke Vickery Pilih Bela Timnas Indonesia: Kami Punya Banyak Pemain di Posisinya

Luke Vickery kabarnya sudah jalin komunikasi dengan pelatih John Herdman, publik Australia ikhlas jika sang striker memilih untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Simak ramalan zodiak 14 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Prediksi lengkap soal cinta, karier, dan keuangan di Hari Valentine.
Bayi Tertinggal Pesawat Usai Delay 5 Jam, Tangis Ibu Pecah: Susu Anak Saya Ada di Bagasi!

Bayi Tertinggal Pesawat Usai Delay 5 Jam, Tangis Ibu Pecah: Susu Anak Saya Ada di Bagasi!

Viral bayi tertinggal usai delay 5 jam Super Air Jet. Susu di bagasi ikut terbang, orang tua protes keras, maskapai akhirnya beri klarifikasi resmi.
FIFA Sudah Resmi ACC, 3 Pemain Keturunan Ini Berpotensi Jadi Senjata Mematikan Baru John Herdman di Timnas Indonesia

FIFA Sudah Resmi ACC, 3 Pemain Keturunan Ini Berpotensi Jadi Senjata Mematikan Baru John Herdman di Timnas Indonesia

Tiga pemain keturunan dikabarkan sudah mendapat ACC FIFA untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia. Salah satunya kiper yang berpotensi jadi pesaing Paes dan Audero
Buntut Purbaya Pastikan Ketersediaan Anggaran Rp59 T untuk BPJS, PDIP: Jangan Ada Alasan Lagi RS Menolak!

Buntut Purbaya Pastikan Ketersediaan Anggaran Rp59 T untuk BPJS, PDIP: Jangan Ada Alasan Lagi RS Menolak!

Buntut Menkeu Purbaya menyatakan 3 bulan ke depan BPJS masih bisa berjalan normal, karena anggarannya ada Rp 59 T. Ternyata menyita perhatian PDIP
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT